Dulu Sempat Terpuruk Gara-gara Cacat Akibat Kecelakaan, Kini Jackson Bisa Bangun Rumah Bertingkat

Hampir putus gara-gara cacat akibat kecelakaan saat naik sepeda motor, kini Jacson Malau sukses dan sudah bisa membangun rumah tingkat dua

TRIBUN MEDAN / HO
Dokumentasi Jackson Malau saat menjaga usaha fotokopi sambil menjadi agen BRILink di Jalan Pardomuan, Desa Pardomuan, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi. 

TRIBUN_MEDAN.com, MEDAN - Kecelakaan saat mengendarai sepeda motor yang menimpa Jackson Malau pada 2012, sempat membuatnya terpuruk.

Sebab, selama menjalani perawatan medis, yang cukup panjang, lelaki kelahiran Kabupaten Dairi tersebut secara medis harus diamputasi.

Rasa takut tak dapat beraktivitas seperti biasa sempat menghinggapi benaknya.

"Semenjak kecelakaan pada 2012, saya melakukan pengobatan hingga 2013. Nah, saat itu pihak rumah sakit minta saya diamputasi. Tapi, saya dan keluarga keberatan. Saya mengakhiri pengobatan di rumah sakit. Dan, hingga saat ini saya berjalan menggunakan tongkat," ungkap Jackson, Jumat (11/6).

Sempat jatuh bangun dan akhirnya berdamai dengan keadaan, yang tak lagi sempurna, lelaki 34 tahun tersebut akhirnya bangkit pada 2016.

Ia kembali ke kampung halamannya. Ia membuka usaha fotokopi dengan nama Berkah Utama Mandiri di Jalan Pardomuan, Desa Pardomuan, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi.

Baca juga: Artis Indonesia Mendunia, Eva Celia Latjuba Jadi Pengisi Suara Film Animasi  Walt Disney

Baca juga: Suyatman (31) Tertunduk, Kakaknya Hilang Jadi Mayat, Korban Sempat Datang ke Mimpi Akan Pulang

Namun, lantaran keterbatasan biaya, Jackson memilih menumpang membuka usaha di rumah keluarganya, dengan ukuran 2 m x4 m.

Kecil memang, namun Jackson mensyukur mendapat kesempatan berwirausaha.

Saat mulai menjalankan usaha fotokopi, Jackson mengisi tempa usahanya dengan barang seadanya, karena modal.

Jackson bersikukuh menekuni usaha fotokopi, lantaran di desanya minim usaha serupa dan perlengkapan alat tuluis kantor (ATK).

"Kebetulan di kampung cuma satu yang punya usaha fotokopi. Jadi, agar memudahkan anak sekolah untuk membeli peralatan tulis, saya tekuni usaha fotokopi dan ATK. Pihak sekolah juga ada yang saya ajak jadi partner. Itu yang membuat saya memantapkan diri untuk buka usaha ini," tuturnya.

Sambil menjalankan usaha, Jackson juga berpikir untuk mengembangkannya.

Tahun 2017, menjadi awal perjumpaan pihak bank dengan Jackson. Ia mencurahkan keinginannya untuk berbisni dan menjadi Agen Brilink.

Akhirnya, Jacksonl menjadi Agen Brilink pada 2018. Namun, ia harus menunggu tower jaringan internet di desanya.

"Pada 2017, saya curhat kepada pihak BRI.Tapi pada tahun itu di daerah saya belum ada jaringan provider. Paada 2018, memang kalau sudah jodoh ya, ada tower di daerah desa kami ini. Langsung saya kabari pihak BRI terkait keinginan saya bergabung, dan langsung direspons. Jadi, sekitar sebulan proses saya menjadi agen BRI," katanya.

Jackson menuturkan, tak kesulitan saat mengurus pendaftaran, sebab dibimbing hingga resmi menjadi agen BRILink.

MULAI 1 Juni 2021 Cek Saldo Dan Tarik Tunai di ATM BRI, BNI, Mandiri, dan BTN Dikenakan Tarif

BLT UMKM Rp 1,2 Juta - Cara Mengecek dan Mencairkannya di BRI dan BNI

"Pada saat itu memang syaratnya harus memiliki lokasi usaha, kemudian kita merupakan nasabah BRI, punya KTP, KK, dan nomor NPWP, dan kemudian izin usaha tingkat kecamatan," kata Jackson.

Ketakutan Jackson, yang mengira tak dapat melakukan aktivitas, ternyata tak terbukti. Kini setelah menjadi agen BRILink Unit Parongil Cabang Sidikalang selama 3,5 tahun, kehidupan Jackson membaik.

“Puji Tuhan ya, bisa dibilang sangat di luar ekspetasi saya, karena memberikan dampak yang cukup besar," ujarnya.

Dalam satu hari, Jackson melayani 20-40 nasabah. Nilai transaksinya per hari Rp 80 juta- Rp 100 juta dengan berbagai transaksi, seperti transfer, tarik tunai, setor simpanan, dan pembayaran tagihan.

Operasional BRILink Jackson dibuka Senin-Sabtu pukul 06.00 WIB-22.00 WIB, dan Minggu pukul 06.00 WIB- 09.00 WIB, dan 13.00 WIB-22.00 WIB. Hadirnya BRILink di Desa Pardomuan tersebut disambut baik oleh masyarakat.

Sebab, desa yang ditinggali Jackson cukup terpencil dan harus menempuh jarak sekitar 30 km ke BRI unit Desa Pardomuan, dan sekitar 40 km ke Sidikalang.

Sekitar 3,5 tahun sebagai agen BRILink, kini Jackson sudah memiliki rumah.

"Dampak besar yang paling saya rasakan yaitu sudah bisa beli tanah dan bangun rumah sendiri. Dua bulan terakhir ini, saya baru selesai merenovasi rumah menjadi dua lantaidi depan usaha saya ini," tuturnya.

Kini, Jackson bersama istrinya Elvi Solina Nainggolan dan kedua anak mereka menjalani kehidupan dengan berkecukupan, dan tetap melayani para nasabah sebaik mungkin untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Jackson Dapat Sharing Fee

Perkembangan yang cukup pesat itu juga turut membuat Alex Iwan Sinaga, Petugas Agen BRILink (PAB) wilayah Kecamatan Sidikalang, Dairi senang.

Pasalnya, agen BRILink yang ia dampingi dapat meningkatkan perekonomian.

"Dia saat itu hanya punya fotokopi dan rumah masih sederhana terbuat dari kayu. Jarak kota ke desanya juga sangat jauh, termasuk pelosok. Dengan usaha sebagai agen BRILink, ia bisa punya pendapatan sendiri. Pak Jackson ini sangat ulet bekerja. Bahkan, malam pun kalau ada yang ingin bertransaksi tetap ia layani," ujar Alex.

Ia menambahkan, sistem pendapatan menjadi agen BRILink dinamakan sharing fee dengan pembagian 50:50.

"Jadi, dari yang dibagi itu misalnya transfer sesama BRI administrasinya Rp 3.000. Itu terdebet dulu dari agen, kemudian besoknya dikembalikan lagi sama agen Rp 1.500. Semua transaksi seperti itu," katanya.

Biaya administrasi transfer sesama BRI Rp 3.000, transfer antarbank Rp 15 ribu dengan maksimal Rp 2 juta.

Kemudian untuk transfer antarbank di atas Rp 2 juta-Rp 5 juta admistrasinya Rp 20 ribu.

Baca juga: Polisi Tangkap 8 Bandit Jalanan yang Sering Beraksi di Pintu Tol Bandar Selamat, 7 Positif Narkoba

"Jadi, di BRILink ada limit. Nasabah tidak dapat mengirim di atas Rp 5 juta. Penarikan uang maksimal Rp 10 juta untuk tarik tunai," kata Alex.

Berdasar informasi dari Alex, saat ini di BRI Sidikalang memiliki kurang lebih 360 agen BRILink untuk dua kabupaten, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Alex menambahkan, untuk menjadi agen BRILink cukup mudah, punya usaha, seperti warung, toko, ataukios kecil. Kemudian memiliki rekening BRI dan modal awal Rp15 juta.

"Nasabah minimal punya dana Rp 15 juta, karena itu nanti perputarannya untuk mengirim uang, pengambilan uang sebagai modal awal. Jadi, itu dilengkapi surat keterangan usaha dari kades atau RT/RW," katanya.(cr13)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved