Vaksinasi Massal di Medan

BREAKING NEWS: Antrean Vaksinasi Massal Pemko Medan 'Mengular', Petugas Kewalahan

Antrean panjang mengular di lokasi vaksinasi massal yang diadakan Pemerintah Kota Medan di Eks Bandara Polonia, Kamis (3/6/2021).

Tribun-medan.com/ Rechtin
VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin) 

Antrean Vaksinasi Massal Pemko Medan Mengular Ratusan Meter, Petugas Kewalahan Atur Massa

TRIBUN-MEDAN.com - Antrean panjang mengular di lokasi vaksinasi massal yang diadakan Pemerintah Kota Medan di Eks Bandara Polonia, Kamis (3/6/2021).

Ribuan warga tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi vaksinasi. Antrean pun mengular sampai 100 meter lebih.

VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin)
VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin) (Tribun-medan.com/ Rechtin Ritonga)

Putus Mata Rantai Penyebaran, Bupati Langkat Terus Instruksikan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Anatan tribun-medan.com di lokasi petugas tampak kewalahan mengatur massa yang sangat ramai. Warga pun terlihat berkerumun sebelum akhirnya petugas mengarahkan untuk membentuk barisan antrean.

Meskipun karena sangat ramai jarak antar peserta antrean tak sampai satu meter.

VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin)
VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin) (Tribun-medan.com/ Rechtin Ritonga)

Bobby Nasution dan Stafsus Menteri BUMN Temui Gubernur Edy, Bahas Vaksinasi Massal di Medan

Seorang warga Medan Perjuangan yang ikut mengantre, Rianda mengatakan dirinya mendapatkan informasi dari saudaranya yang bekerja di Pemko Medan.

"Ada dapat informasi dari saudara, kebetulan kerja di Pemko jadi langsung daftar," ujarnya.

VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin)
VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin) (Tribun-medan.com/ Rechtin)

Berdasarkan informasi yang dihimpun persyaratan untuk dapat mengikuti vaksinasi adalah dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Medan. Serta mengikuti usia layak vaksin dan tidak sedang sakit.

"Karena sudah lama menunggu divaksin dan ini selagi dibuka untuk umum jadi bareng sama keluarga semua ikut vaksin. Kan untuk menjaga kesehatan juga," katanya.

Ramainya antrean membuat banyak warga yang mengikuti vaksin menumpuk, dikarenakan kursi untuk menunggu giliran vaksin di dalam aula terbatas. Sehingga banyak warga yang sudah selesai mendaftarkan KTP harus menunggu sambil berdiri di depan Aula Andromeda Eks Bandara Polonia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Syamsul Nasution mengatakan hari ini Pemko Medan menyediakan jatah vaksin sebanyak 1000 dosis.

Namun, kata dia, dosis akan ditambah sesuai dengan kebutuhan dan jumlah warga yang mendaftar.

"Hari ini ada 1000 dosis yang kita siapkan. Tapi warga yang datang jangan takut karena dosis akan kita tambah sesuai dengan yang hadir untuk vaksin," katanya.

WALI Kota Bobby Nasution Sambangi Daerah yang di-Lockdown karena Covid-19, 150 Swab Test Antigen

Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan swab tes antigen di lingkungan VII Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, Rabu (2/6/2021) kemarin

Pelaksanaan swab tes ini tepat di lokasi lingkungan yang diisolasi di Medan Johor.

Wali Kota Medan Bobby Nasution Tinjau Swab Tes Antigen di Medan Johor
Wali Kota Medan Bobby Nasution Tinjau Swab Tes Antigen di Medan Johor (Tribun Medan)

"Hari kita melakukan tindak lanjut dari lingkungan kita yang diisolasi, kita melakukan tracing, tracing kita lakukan untuk keluarga dan di lingkungan kerja yang kemarin terpapar positif," ujarnya.

Bobby mengatakan kondisi semakin membaik di dua lingkungan yang diisolasi.

"Kemarin ada 14 orang dan tadi per hari ini sudah turun jadi 5 orang," katanya.

Dikatakannya, tracing dilakukan tidak hanya di lingkungan yang terpapar namun juga di sekitar lingkungan tersebut.

"Tiga lingkungan dari yang kita lakukan saat tes antigen mulai dari siang tadi kita sosialisasikan bagi masyaraka. Ada 150 antigen, kita lakukan pada siang hari ini sampai sore. Tapi khusus antigen yang kemarin dari terpapar sudah kita beresin terlebih dahulu," katanya.

Menurut Bobby dari hasil swab tes antigen ada satu orang yang dinyatakan reaktif sehingga masih menunggu hasil tes PCR.

"Ada satu yang reaktif udah kita isolasikan di rumahnya dan keluarganya juga di timnya ada yang sudah ditugaskan dari Puskesmas datang ke rumah yang bersangkutan untuk dilakukan Tracing kepada keluarganya.

Jadi kita lagi nunggu hasil dan yang tadi yang terkonfirmasi reaktif, ini kita lakukan PCR mudah-mudahan besok bisa keluar hasil," tuturnya.

"Pilihannya kalau nanti positif kita lihat gejalanya ada apa enggak, tapi sampai dengan hari ini tidak ada gejala apakah bisa isolasi kita lihat dulu kondisi rumahnya sesuai yang sudah kita keluarkan dari kemarin kalau rumahnya layak untuk kita laporan isolasi Mandiri, masih kita lakukan isolasi mandiri terlebih dahulu," tuturnya.

Gubernur Edy Puji Wali Kota Medan Bobby Nasution, Edy: Sangat Bagus, Itu Lah Gunanya Wali Kota

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengapresiasi penyekatan lingkungan yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan demi mencegah penyebaran Covid-19 di Sumut, khususnya di Kota Medan.

Tindakan konkrit itu menurut Edy Rahmayadi merupakan keseriusan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam menangani Covid-19 di wilayahnya.

"Sangat bagus. Itu lah gunanya wali kota dan bupati bekerja," kata Edy Rahmayadi, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Medan Makin Ngeri, RS Royal Prima Tambah 290 Bed dan ICU

Menurut Edy Rahmayadi, penanganan Covid-19 di kabupaten maupun kota merupakan kewenangan dari bupati/wali kota. 

Sebab, kepala daerah tingkat II itu yang memiliki penduduk langsung di daerahnya masing-masing. 

"Karena rakyat-rakyat, desa-desa, lurah-lurah, kecamataan bukan di bawah pemprov langsung. Tapi di bawah kendali secara teknis itu dibawah bupati dan wali kota," ucap Ketua Umum PSSI itu.

Baca juga: Makin Ngeri, Kasus Covid-19 di Kota Medan Meningkat Drastis dan Kematian Bertambah 9 Dalam Sehari

Namun, dalam hal penanganan pandemi Covid-19, kata Edy Rahmayadi, Pemprov Sumut tetap berperan memberikan bantuan terhadap bupati dan wali kota yang membutuhkan dukungan.

"Pemprov begitu melihat ada kesulitan bupati maupun wali kota, di situ Pemprov turun. Seperti di Deliserdang, Pemprov turun di situ bersama-sama mensupport kabupaten. Bukan kabupaten mensupport provinsi, bukan wali kota mensupport provinsi," sebutnya.

Baca juga: Kelurahan Tanjung Sari Tertinggi Kasus Covid-19, Petugas Jaga Minta Pengendara Putar Arah

Diketahui, Pemko Medan pada Jumat (28/5/2021) menerapkan penyekatan di sejumlah lingkungan, lantaran banyaknya warga yang positif terpapar covid-19 di satu lingkungan.

Penyekatan itu dilakukan mulai pukul 19.00 WIB hingga 06.00 WIB dan rencananya berlangsung selama sepekan.

CORONA MENGGANAS Tiga Lingkungan Diisolasi, Wali Kota Bobby: Jangan Takut Kita Jamin Makan dan Minum

Sebanyak tiga lingkungan di Kota Medan diisolasi sejak 28 Mei hingga 5 Juni 2021.

Isolasi dilakukan usai puluhan warga di dua lingkungan di Kecamatan Medan Selayang dan Kecamatan Medan Johor dinyatakan positif Covid-19.

Tiga lokasi itu yakni di Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Pasar IV, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamtan Medan Selayang, Jalan Eka Rasmi (Depan Perumahan Bumi Johor Sejahtera, Masuk dari Jalan Karya Wisata), Kecamatan Medan Johor, dan Jalan Eka Rasmi, Simpang Jalan Pipa Kecamatan Medan Johor.

Wali Kota Medan Bobby Nasution menjelaskan bahwa penerapan isolasi di tingkat lingkungan mengikuti instruksi Mendagri mengenai penerapan PPKM Mikro di tingkat lingkungan.

Isolasi ini, kata Bobby, dilakukan selama tujuh hari dengan membatasi kegiatan masyarakat mulai pukul 7 malam hingga pukul 6 pagi.

"Hari ini kita pertama kali melaksanakan PPKM Mikro yang memang harus kita lakukan. Jadi kegiatan masyarakat di sini akan kita batasi mulai jam 7 malam hingga jam 6 pagi," kata Bobby saat meninjau lokasi isolasi di Jalan Eka Rasmi.

Dikatakannya penerapan PPKM mikro ini agar mencegah penularan Covid-19 secara lebih luas di Kota Medan.

"Jadi ini kita bersama Pak Pangdam, Kapolda, Kapolres dan Dandim melihat apakah ada kekurangan akan kita perbaiki, karena ini baru pertama kita lakukan," tuturnya.

Saat ditanya mengenai bagaimana perlakuan Pemko Medan kepada warga yang isolasi mandiri di rumah, Bobby mengatakan Pemko Medan menjamin makan dan vitamin warga Medan yang isolasi mandiri di titik pelaksanaan PPKM Mikro.

"Kita akan membantu warga yang isolasi mandiri di rumah. Makannya tiga kali sehari kita jamin dan akan diantar setiap hari selama tujuh hari. Kita juga akan memperhatikan vitamin hingga gizi warga itu akan diberikan juga nanti," lanjut Bobby.

Di Kecamatan Medan Selayang sendiri saat ini ada 12 warga yang terinfeksi Covid.

"Tadinya 14 namun dua sudah sehat. Jadi tinggal 12, sembilan di rumah isoman sisanya di rumah sakit," kata Camat Medan Selayang Sutan Lubis.

Sementara itu Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Syamsul Nst menjelaskan saat ini pihaknya memilik sekitar 130 tenaga tracing.

"Bila diperlukan akan kita tambah dan itu bisa dari relawan dari Kemenkes yang akan datang ke Medan," katanya.

Di sisi lain, Kota Medan secara keseluruhan saat ini berada di zona orange Covid-19. Menurun satu tingkat dari zona merah.

Bobby Nasution meminta agar dalam waktu sesingkatnya seluruh wilayah Kota Medan menjadi zona hijau.

Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi, di wilayahnya ada 14 warga yang isolasi mandiri di rumah.

"Ada 14 warga dari 6 KK yang isolasi mandiri dan akan kita perhatikan. Mulai Sabtu besok akan kita salurkan bantuan untuk warga yang isolasi mandiri," kata Zulfakhri.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved