Dinilai Terlalu Umbar Kehidupannya, Ini Kata Psikolog Soal Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah

Tak sedikit netizen yang menilai bahwa Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah terlalu mengumbar kehidupan pribadi ke ranah publik.

Editor: Liska Rahayu
Instagram @aurelie.hermansyah
Tangkapan layar Atta Halilintar merayakan lebaran di tempat tidur karena sang istri, Aurel Hermansyah sedang sakit. 

TRIBUN-MEDAN.com – Pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah disebut-sebut selalu mengumbar kehidupan pribadi mereka berdua sejak menikah.

Tak hanya itu, publik juga menganggap Atta Halilintar kerap menjadikan Aurel Hermansyah sebagai bahan konten YouTube-nya.

Sejak menikah hingga keguguran, kehidupan Aurel Hermansyah tak luput dari sorotan kamera karena konten YouTube Atta Halilintar.

Saat Aurel Hermansyah mengalami keguguran, Atta Halilintar juga membuat video mengenai hal tersebut.

Namun, video itu menimbulkan reaksi pro dan kontra di antara netizen.

Tak sedikit netizen yang menilai bahwa Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah terlalu mengumbar kehidupan pribadi ke ranah publik.

Terkait hal ini, psikolog klinis forensik, Kasandra Putranto turut memberikan pendapat.

Kasandra mengatakan keputusan publik figur untuk menyampaikan kabar baik maupun kabar duka merupakan hal yang wajar selama tidak berlebihan.

"Menyampaikan kabar baik dan kabar duka adalah hal yang wajar dan perlu dilakukan selama tidak berlebihan," kata Kasandra seperti dilansir dari NOVA, Jumat (28/5/2021).

Sebagai psikolog klinis forensik, Kasandra mengatakan, ada beberapa hal membuat aktivitas 'mengumbar' kehidupan pribadi sudah sampai tahap yang berlebihan.

Tangkapan layar Atta Halilintar merayakan lebaran di tempat tidur karena sang istri, Aurel Hermansyah sedang sakit.
Tangkapan layar Atta Halilintar merayakan lebaran di tempat tidur karena sang istri, Aurel Hermansyah sedang sakit. (Instagram @aurelie.hermansyah)

"Dalam batasan kompetensi saya sebagai psikolog klinis forensik, saya menggunakan batasan kesehatan dan hukum," ucap Kasandra.

Menurutnya, aktivitas 'mengumbar' kehidupan pribadi sudah bisa dikatakan berlebihan jika sudah mengganggu kesehatan dan melanggar aturan dan merugikan atau melukai orang lain.

"Batasan kesehatan apabila sudah terjadi berulang-ulang, berlebihan, dan mengganggu fungsi kehidupan. Batasan hukum apabila sudah melanggar aturan dan merugikan atau melukai orang lain," jelas Kasandra.

Kasandra juga mengatakan bahwa publik figur memang selalu memiliki risiko menghadapi fans dan haters, yang berpotensi menjadi tekanan dengan berbagai tuntutan mereka.

"Permasalahannya adalah dari sebuah berita yang disiarkan, disebarkan, dan diberikan komentar berulang-ulang, bahkan dibuatkan narasi persepsi negatif tanpa didasarkan kebenaran apalagi tidak melakukan cross checking."

Sumber: Nova.Grid.id
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved