Jajan di Wisata Sawah Paloh Naga Pakai Alat Tukar Potongan Kayu
Wisata kuliner di alam terbuka kini kian populer di Sumatera Utara, diantaranya ada Pasar Kuliner Tradisional Paloh Naga di Desa Denai Lama.
TRIBUN-MEDAN.com - Wisata kuliner di alam terbuka kini kian populer di Sumatera Utara, diantaranya ada Pasar Kuliner Tradisional Paloh Naga di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang.
Untuk menuju ke lokasi wisata, para pengunjung dapat menempuh jarak sekitar 30 kilometer atau perjalanan selama kurang lebih satu jam dari pusat kota.
Sesampai di lokasi, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil dengan bebas biaya masuk lokasi wisata.
Pasar Kuliner Tradisional ini terletak di dalam Wisata Sawah Paloh Naga, sehingga para pengunjung dapat menikmati dua area wisata sekaligus dalam satu tempat.
Saat memasuki area wisata, para pengunjung dapat menukar alat transaksi khas berbentuk kepingan kayu dengan nilai tukar Rp 2000 per keping, sehingga tak perlu lagi menggunakan uang secara tunai.
Penjaga loket, Heni mengungkapkan bahwa biasanya para pengunjung menukar dengan uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per orang.
"Kita produksi sampai 3.000 keping kayu dan rata-rata yang menukar itu sampai Rp 100 ribuan. Tapi kalau berlebih boleh ditukar uang kembali," ungkap Heni.
Deretan penjual tampak menjajakan aneka panganan tradisional seperti cenil, serabi, pecal, nasi bakar, getuk, hingga aneka minuman segar seperti kopi tubruk, kopi Gayo, dan lainnya.
Adapun rata-rata makanan ditukar dengan 3-5 kayu atau seharga Rp 6 ribu-Rp 10 ribu per item, sama halnya dengan minuman dijual dengan 2-3 kayu atau seharga Rp 6 ribu-Rp 10 ribu.
Tukini, penjual Nasi Bakar Mercon ini turut bersyukur hadirnya wisata sarapan ini membantu perekonomian keluarga.
Dikatakannya, pada hari Sabtu mampu menghabiskan 100 porsi namun di hari Minggu mampu mencapai 300an porsi.
"Alhamdulillah terbantu lah untuk biaya tambahan sehari-hari. Kalau di hari biasa jualannya di rumah itu sarapan biasa. Kalau disini (Pasar Paloh Naga) kita jualan kayak Nasi Bakar Mercon pada hari Minggu," ujar Tukini.
Setelah membeli aneka panganan, para pengunjung dapat bebas memilih tempat di pondok-pondok dengan pemandangan hamparan sawah dengan semilir angin berhembus.
Diantaranya ada Ahmad, pengunjung yang menuturkan bahwa dirinya mengetahui lokasi wisata dari sosial media dan mengajak teman-temannya berwisata kuliner.
"Saya bareng teman-teman untuk wisata sawah sambil kulineran disini. Tahunya ini dari Instagram dan Gubernur kan juga pernah kesini ya. Kalau tempat udah cukup bagus dan makanan juga enak tadi makan sate dan kepiting, harganya juga cukup terjangkau," pungkasnya.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasar_kuliner_tradisional_paloh-naga_deliserdang.jpg)