Rekayasa Cuaca Berhasil Naikan Permukaan Air Danau Toba 8,5 Sentimeter, Simak Penjelasannya
Air pemukaan Danau Toba naik 8,5 meter berkat rekayasa cuaca yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,BALIGE--Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) belum lama ini melakukan rekayasa cuaca di kawasan Danau Toba.
Adapun rekayasa cuaca ini dilakukan guna menaikkan air permukaan Danau Toba.
Menurut Sub Koordinator Perencanaan BPPT dan sekaligus Koordinator Lapangan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Cornel Nababan. kegiatan rekayasa cuaca ini sudah dilakukan pada 1 hingga 30 April 2021 lalu.
Cornel Nababan mengklaim, rekayasa cuaca ini berhasil menaikkan air permukaan Danau Toba hingga 8,5 sentimeter.
Baca juga: Hati-hati, 9 Kecamatan di Samosir Ini Diprediksi Bakal Dilanda Cuaca Buruk
"Teknologi Modifikasi Cuaca ini pada prinsipnya mengikuti proses alami yang ada di awan, dimana pertumbuhan awan diinisiasi adanya inti kondensasi (cloud nuclei)," kata Cornel Nababan, Senin (17/5/2021).
Dia mengatakan, injeksi inti kondensi ini dilakukan dengan menggunakan wahana pesawat.
"Adanya tambahan inti kondenasasi tersebut akan mempercepat proses pertumbuhan awan, sehingga diharapkan outputnya mampu meningkatkan curah hujan di wilayah target," sambungnya.
Baca juga: DAFTAR Daerah di Sumut yang Kudu Waspada Cuaca Ekstrem 14-15 Mei, Ini Hasil Pantauan BMKG
Cornel mengatakan, dalam pelaksanaannya TMC dibantu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Adapun pelaksanaan TMC tersebut dilakukan oleh Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca - BPPT atas permintaan dari PT Inalum (Persero). Juga didukung oleh instansi terkait seperti Kemenko Marves, BPODT, PJT I, BMKG, Kepolisian, Pemda Setempat dan PT Angkasa Pura Bandara Silangit," katanya.(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/samosir-diguncang-puluhan-gempa-pada-2021-ok.jpg)