Ruko Terbakar di Martubung
Kebakaran Ruko Martubung, Puluhan Orang Terbakar, 3 di Antaranya Petugas Damkar
Tiga orang petugas pemadam kebakaran Pemko Medan, dan 20 warga jadi korban kebakaran di Martubung.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tiga orang petugas pemadam kebakaran Pemko Medan, dan 20 warga jadi korban kebakaran di Martubung.
Mereka jadi korban saat hendak berupaya memadamkan api di rumah toko (ruko) Jalan KL Yos Sudarso, Km 16,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (12/5/2021).
"Tim pemadam yang terbakar ada tiga orang, dan dari warga ada 20 orang yang terbakar. Sekarang dirawat di RSU Delima," kata Kadis Damkar, Albon.
Dijelaskan Albon, para korban mengalami luka bakar setelah terjadi ledakan dari dalam ruko.
Dia menduga terdapat bahan yang sangat berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti bahan bakar minyak.
"Tadi ruko itu pas terbakar kosong, tapi mungkin ada bahan yang menyebabkan terbakar saat dilakukan penyiraman. Saat itu terjadi ledakan dan ada percikan bunga api. Mungkin ada bahan bakar bensin, tapi saya belum bisa pastikan," ungkapnya.
Diketahui ruko tersebut milik Mufida (49).
Akibat kebakaran itu, sekitar 23 orang yang akan memadamkan api mengalami luka bakar, dan dilarikan ke RS Delima Martubung.
Amatan tribun-medan.com, para korban saat ini korban terbaring lemas di bangsal RS Delima. Wajah dan tubuh mereka menghitam dan terbakar akibat terkena percikan bunga api.
Informasi yang dihimpun Tribun-medan.com, kobaran api tiba-tiba muncul dari ruko, yang diduga gudang.
Api nyaris merembet ke bangunan sebelahnya.
Pemilik ruko dibantu oleh warga sekitar berusaha memadamkan api, sembari menunggu kedatangan petugas Damkar.
Namun, api sangat cepat berkobar
Warga yang terkena percikan api mengalami luka-luka dibawa ke RSU Delima.
Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang melukasi puluhan orang ini.
Petugas Polsek Medan Labuhan sudah di lokasi melakukan olah TKP.
Petugas juga berjaga dan memasang garis polisi.
"Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran ruko, masih menunggu hasil lab. Para korban dalam keadaan sadar semua di rumah sakit," jelasnya.
Bantu Angkat Selang Air
Seorang warga, Amat Sahrul menjadi satu di antara 23 korban kebakaran ruko di Martubung.
Amat Sahrul yang berusia sekitar 30-an ini sempat pingsan terkena percikan bunga api saat terjadi ledakan di ruko yang terbakar.
Saat itu, ia berupaya membantu petugas Damkar untuk menjinakkan si jago merah yang berkobar di sebuah rumah toko (ruko) Jalan KL Yos Sudarso, Km 16,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.
"Tadi adik saya sempat pingsan usai terjadi ledakan dan kobaran api. Adik saya terbaring itu di dalam (ruangan rumah sakit), jadi korban kebakaran. Badan, pundak dan kakinya luka bakar cukup parah," kata Ase, kakak korban.
Amatan tribun-medan.com, para korban ada yang berusia remaja dan orang dewasa. Sebagian korban terlihat dengan lilitan perban di anggota tubuh terkena percikan bunga api pasca ledakan.
Ase menceritakan, saat kejadian adiknya berusaha membantu petugas mengangkat selang air, untuk ditembakan ke ruko dua lantai yang terbakar.
Adiknya secara sukarela, karena ingin menolong memadamkan api.
"Kami tetangga pemilik ruko yang terbakar. Tadi adik saya bantu petugas angkat selang air. Gak lama selang diangkat, langsung terjadi ledakan dan api menyambar mereka. Banyak yang kena," ujar Ase.
Saat ini, Ase sedang bingung menunggu kepastian kondisi kesehatan adiknya di halaman RSU Delima. Ase semakin bingung soal biaya lantaran sang adik tidak punya kartu BPJS.
"Ini nanti gimana (biayanya) adik saya tidak punya BPJS. Biayanya siapa nanti yang menanggung, adik saya tidak mau dirujuk ke RS lain," katanya.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/puluhan-orang-terbakar-di-martubung.jpg)