Dampak Larangan Mudik
Pedagang Lemang tak Pernah Buka Dasar Sejak Larangan Mudik Diberlakukan
Dampak larangan mudik kini dirasakan oleh sejumlah pedagang lemang yang ada di Kota Tebingtinggi
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Dampak larangan mudik bukan hanya dirasakan para pemudik saja, tapi juga sektor UMKM semisal pedagang lemang.
Sejak aturan larangan mudik diberlakukan, sejumlah pedagang lemang di Kota Tebingtinggi sudah nyaris bangkrut.
Sebab, sejak aturan larangan mudik dijalankan, sebagian pedagang ada yang sama sekali tidak mengantongi uang setelah seharian berdagang.
"Ya cemana, sepi lah. Yang mudik saja pun entah mana orangnya," kata Ani, pedagang lemang di Terminal Bandar Kajum Tebinginggi.
Dia mengatakan, aturan mudik tahun ini lebih ketat dari sebelumnya.
Sehingga, pemasukan pedagang pun ikut terdampak, lantaran tidak ada pemudik yang melintas di Kota Tebingtinggi.
"Biasa normalnya bisa dapat 15 batang, apalagi kalau musim lebaran. Bisa lumayan banyak," kata Ani.
Karena sekarang sudah ada larangan mudik, Ani dan pedagang lainnya cuma bisa gigit jari.
Baca juga: TRIBUN-MEDAN-WIKI: Roti Kacang dan Lemang, 2 Oleh-oleh Tersohor di Tebing Tinggi
"Sekarang ini sepi kali lah. Ditanya harapannya pun bingung usah," timpal Reni, pedagang lemang lainnya.
Dari amatan www.tribun-medan.com, lapak pedagang lemang kebanyakan berada tak jauh dari pos penyekatan Polres Tebingtinggi.
Adanya pos penyekatan ini pun berdampak besar bagi para pedagang.
Pedagang memprediksi ketika ada pemudik yang mungkin mau coba-coba melintas tidak akan fokus lagi sekedar untuk membeli lemang.
"Kadang enggak buka dasar kita bang sampai malam. Udah mumet ini bang, karena udah macam lockdown," kata Hendrik pedagang lemang lainnya.
Baca juga: Empat Tahun Ramadan di Irlandia, Mildka Kangen Lemang dan Mi Gomak Khas Berbuka Puasa ala Medan
Lemang Tebingtinggi selama ini menjadi makanan khas selain kue kacang.
Harga lemang di Kota Tebingtinggi ini berkisar Rp 15 ribu dengan ukuran bambu kurang lebih 30 cm.
Para pedagang juga kerap menawarkan selai untuk tambahan menikmati lemang yang dijual dengan harga Rp 10 ribu perkemasan.
Baca juga: Jeritan Pilu Pedagang Lemang Gara-gara Covid-19, Tak Lagi Jadi Menu Berbuka Favorit Saat Ramadan
Walaupun pedagang lemang di Kota Tebingtinggi ini adalah puluhan orang, namun untuk tauke hanya ada beberapa orang saja.
Nama tauke bisa dilihat dari spanduk yang dipasang oleh pedagang di lapak meja kayu mereka.
Terlihat ada lemang Bundo, lemang Ajo, lemang Family dan lemang Inong.(dra/tribun-medan.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pedagang-lemang-tebingtinggi.jpg)