Cerita Seleb
Apa Sebenarnya Badai Sitokin? Penyakit Berbahaya yang Renggut Raditya Oloan, Ternyata Ini Gejalanya
Dikutip dari unggahan instagram Joanna Alexandra pada Rabu (5/5/2021) Raditya Oloan mengalami cytokine storm atau biasa disebut badai sitokin.
Sitokin yang berlebihan bisa merusak tubuh, bahkan memperparah penyakit.
Disebut badai sitokin bila jumlah sitokin bergitu berlebihan seperti angin badai yang memaksa tubuh.
Biasanya, badai sitokin ditandai dengan tubuh yang mengalami peradangan.
Kinerja sitokin tertentu adalah dengan memicu kematian sel-sel yang terinfeksi virus.
Ini adalah mekanisme perlindungan diri agar sel yang terinfeksi tidak menyebar ke sel lainnya.
Baca juga: Joanna Alexandra Masih Terpukul atas Meninggalnya Raditya Oloan, Sesenggukan saat Dipeluk Pelayat
Baca juga: Ayu Ting Ting Pede Sebut Raffi Ahmad sebagai Bapaknya Bilqis di Live TV, Begini Reaksi Netizen
Pada kasus paparan virus Covid-19, jaringan tersebut sebagian besar berada di paru-paru.
Saat jaringan rusak, dinding kantung udara kecil paru-paru menjadi bocor dan berisi cairan, menyebabkan pneumoniadan darah kekurangan oksigen.
“Pada dasarnya, sebagian besar sel Anda akan mati karena badai sitokin. Itu menggerogoti paru-paru. Mereka tidak bisa pulih, ”kata Mukesh Kumar selaku ahli virologi dan imunologi di Georgia State University di Atlanta.
“Tampaknya berperan dalam kematian dalam banyak kasus,” sambungnya.
Ketika paru-paru menjadi sangat rusak, sindrom gangguan pernapasan mengikuti.
Kemudian organ lain menyusul gagal berfungsi.
Sedih Pesan Perpisahan sang Anak
Raditya Oloan Panggabean, suami dari Joanna Alexandra meninggal dunia, Kamis (6/5/2021) petang.
Meninggalnya Raditya tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terlebih untuk anak dan istri.
Anak kedua Raditya, Zeraiah Moria Panggabean menulis salam perpisahan yang begitu menyentuh di akun instagram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/potret-mesra-joanna-alexandra-dan-raditya-oloan-panggabean.jpg)