TRIBUNWIKI
Gundala-Gundala, Kesenian Tradisional Suku Karo Sarat Akan Makna
Sehingga, saat musim kemarau tiba masyarakat tak jarang memainkan kesenian ini untuk usaha memanggil hujan.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Indonesia dan seluruh wilayahnya dikenal memiliki keanekaragaman yang kaya, seperti dari segi budayanya.
Untuk di Sumatera Utara sendiri, terdapat banyak kebudayaan dari masyarakat yang terdiri dari beragam suku.
Seperti contohnya di Kabupaten Karo, yang memiliki berbagai macam budaya dan tradisi dari leluhur yang masih dipertahankan.
Salah satu tradisi dan kebudayaan yang masih terjaga ialah, pertunjukan tarian gundala-gundala.
Baca juga: SEMAKIN BAR-BAR, Bus Trans Metro Deli Kini Dilempar Batu Setelah Sebelumnya Ditembak OTK
Berdasarkan informasi yang didapat, biasanya pertunjukan tarian Gundala-Gundala ini dimainkan oleh beberapa orang.
Di mana peran dari setiap pemainnya berbeda, ada yang memiliki tokoh sebagai manusia dan satu lagi berperan sebagai burung yang memiliki ekor indah atau yang dikenal dengan nama Gurda-Gurdi.
Menurut salah satu penggiat kesenian tradisional ini Firman Sembiring, awalnya kesenian ini dimainkan dengan tujuan dan dipercaya dapat mendatangkan hujan.
Sehingga, saat musim kemarau tiba masyarakat tak jarang memainkan kesenian ini untuk usaha memanggil hujan.
"Tarian ini lahir dari legenda masyarakat Suku Karo, yang dipercaya saat musim kemarau usaha melalui tarian ini dapat mendatangkan hujan," ujar Firman.
Baca juga: Universitas Sumatera Utara (USU) Akan Gelar Belajar Tatap Muka Agustus Mendatang
Firman yang juga merupakan salah satu pembinaan di sanggar tari Karo Persada ini menjelaskan, selain dipercaya dapat mendatangkan hujan, tarian ini juga memiliki makna dengan cerita yang ada di dalam kisahnya.
Dirinya mengatakan, tarian Gundala-Gundala ini menceritakan kisah seorang raja bernama Sibayak yang sedang dalam perjalanan menuju ke hutan.
Namun, saat di perjalanan keluarga raja Sibayak bertemu dengan seekor burung yang memiliki ekor nan indah yang dipercaya memiliki kekuatan gaib.
Singkat cerita, burung tersebut dibawa ke istana untuk menjadi penjaga sang putri dari raja Sibayak.
Kemudian, suatu ketika sang putri tengah asik bermain dengan Gurda-Gurdi, dan tak sengaja menyentuh paruh burung tersebut.
Merasa tidak terima, Gurda-Gurdi lansung menunjukkan sikap tidak sopan karena dipercaya kekuatan burung tersebut ada pada bagian paruhya itu.
Baca juga: Felicia Tissue Disebut Tak Pantas Jadi Mantu Presiden Jokowi, Foto Diganti Muka Nadya, Meilia Ngamuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tarian-gundala-gundala-dipertunjukkan.jpg)