Ratu Entok Vs Perawat

BREAKING NEWS Konflik Selebgram Ratu Entok dengan Perawat Dibawa ke RDP DPRD Kota Medan

Ratu Entok atau Rau Talisha kini dipanggil DPRD Medan terkait masalah komentarnya terhadap perawat

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Ratu Entok alias Ratu Talisha saat hadir dalam RDP yang digelar Komisi II DPRD Medan, Senin (3/5/2021). Ratu Entok dipanggil dalam RDP terkait konfliknya dengan perawat.(TRIBUN MEDAN/RECHTIN) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Ratu Entok atau Ratu Talisha memang cukup fenomenal.

Tiap kali melontarkan kritikan terhadap suatu hal, pasti videonya akan trending dimana-mana.

Banyak pro kontra yang muncul, termasuk ketika Ratu Entok atau Ratu Talisha mengkritisi kinerja perawat, terkait kasus penganiayaan perawat di RS Siloam Palembang beberapa waktu lalu.

Karena Ratu Entok terlibat konflik dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Medan dan kini dilaporkan, anggota DPRD Medan pun turun tangan.

Mereka memanggil Ratu Entok dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi II DPRD Medan, Senin (3/5/2021). 

Baca juga: Soroti Kinerja Perawat, Ratu Entok Dilapor Dengan Tuduhan Penghinaan, Pengacara: Sikit-sikit Lapor

Rapat Dengar Pendapat ini juga dihadiri oleh anggota Komisi II DPRD Medan dan anggota PPNI Medan. 

Amatan www.tribun-medan.com di lokasi, Ratu Entok hadir di RDP didampingi pengacaranya. 

Saat berita ini diturunkan, RDP tengah berlangsung, dimana PPNI Medan menjelaskan keberatan mereka atas unggahan Ratu Entok yang dinilai merendahkan perawat. 

Diketahui, Ratu Entok alias Irfan Satria Putra dilaporkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia Sumatera Utara (PPNI Sumut) ke Polda Sumut.

Postingan Ratu Entok di media sosial dianggap telah menghina profesi perawat karena menyamakan perawat dengan tong sampah.

"Laporan tertuang dalam STTLP/B/791/IV/2021/SPKT/POLDA SUMUT. Kami dari PPNI telah melaporkan pemilik akun Tiktok @ratu_entok2, Irfan Satria Putra. Laporan ini karena postingan yang dinilai melecehkan profesi perawat," kata Ketua PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani, Minggu (2/ 5/2021).

Baca juga: FAKTA Kabar Ratu Entok Ditangkap Polisi karena Ucapan di Medsos yang Hina Profesi Perawat

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan laporan kasus Ratu Entok tersebut ke Polda Sumut. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman. 

Viral di aplikasi Tiktok dan linimasa media sosial lainnya soal kabar penangkapan selebgram Medan, Ratu Entok.

Ratu Entok diinformasikan berurusan dengan aparat hukum karena ucapannya yang dituduh menghina profesi perawat Indonesia terkait kasus penganiayaan perawat RS Siloam Palembang, Christina Romauli Simatupang.

Terkait kabar itu, warga Medan Marelan ini membantah.

Baca juga: RATU ENTOK Blak-blakan Klarifikasi Ucapannya terkait Pemukulan Perawat RS Siloam Palembang

Bantahan Ratu Entok disampaikan langsung di Kantor Harian Tribun Medan, Senin (19/4/2021).

"Saat ini belum ada. Polda Sumut dengan Ratu Entok best friend, sudah 16 kali dipanggil soalnya," ucapnya sembari tertawa.

"Gak care dong kalau aku diciduk. Aku kan enggak narkoba, teroris," tambahnya.

Ia menambahkan kalau pernyataannya yang mencuat ke publik hanya sepenggal, seolah-olah Ratu Entok mendukung sikap JT menganiaya perawat.

"Ratu Entok tidak menyetujui pemukulan dengan siapapun, kekerasan dalam bentuk apapun," tegasnya.

Ia juga membantah telah menyebut seluruh perawat Indonesia berwajah tong sampah.

Pesan itu hanya ditujukan kepada perawat yang memberikan pelayanan tak maksimal kepada pasien BPJS, KIS dan fasilitas warga miskin lainnya.

Setelah videonya viral, Ratu Entok mengaku mendapat intimidasi dari organisasi keperawatan.

Ia pun sudah berdiskusi dengan kuasa hukum terkait masalah ini.

"Banyak (intimidasi), makanya diskusi dengan keluarga dan kuasa hukum," akuinya.

Disinggung terkait pemanggilan Polda Sumut, Ratu Entok membantah kabar yang beredar itu.(cr14/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved