Penjualan Perlengkapan Salat di Medan Meningkat hingga 50 Persen Saat Ramadan
Namun, jika dibandingkan sebelum pandemi, dirinya mengakui masih belum dapat memastikan apakah dapat mencapai target.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Baju dan perlengkapan muslim selama Ramadan mengalami peningkatan penjualan selama bulan Ramadan.
Amatan tribun-medan.com, Senin (26/4/2021) tampak sejumlah pengunjung mulai memadati area pertokoan khususnya busana muslim dan perlengkapan salat di Pajak Ikan Lama, Jalan stasiun KA, Kesawan, Kota Medan.
Berdasarkan informasi dari sejumlah pedagang, tahun ini penjualan busana muslim dan perlengkapan salat mengalami peningkatan omzet hingga 50 persen.
"Alhamdulillah penjualan meningkat dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu penjualan hanya 30 persen sekarang udah 80 persen lah, ada meningkat 50 persen," ungkap Ipank, pedagang busana muslim.
Adapun harga yang dijual cukup beragam mulai dari kopiah seharga Rp 10 ribu- Rp 60 ribu, mukenah mulai dari Rp 100 ribu - Rp Rp 500 ribu, baju Koko Rp 150 ribu - Rp 200 ribu, dan sajadah mulai dari Rp 25 ribu - Rp 150 ribu.
Lanjutnya, Ipank menuturkan bahwa peningkatan ini mulai terjadi saat memasuki awal Ramadan.
"Mulai meningkatnya itu pas menjelang puasa ketiga. Jadi untuk barangnya ini kita ambil sebagian dari dalam Medan sama luar kota Medan," ujarnya.
Senada dengan Ipank, Budi juga mengalami peningkatan omzet seminggu jelang Ramadan. Menjual aneka perlengkapan salat, dirinya bersyukur ada mengalami peningkatan di tahun ini.
"Tahun lalu sepi kali lah karena kan PSBB ya jadi malas orang beli. Kalau sekarang kan kayaknya gak takut lagi orang Medan ini ya ada meningkatlah 50 persen," kata Budi.
Namun, jika dibandingkan sebelum pandemi, dirinya mengakui masih belum dapat memastikan apakah dapat mencapai target.
"Belum tahu ini bisa capai atau enggak. Tapi syukurnya lebih dari dari kemarin. Semoga nanti pas mau dekat lebaran biasanya ramai semoga lah tahun ini kita bisa ya," ucap Budi.
Para pengunjung juga tampak melihat dan melakukan transaksi penawaran dengan para penjual.
Minah, pembeli asal kecamatan Medan Deli ini menjadi kali pertama setelah pandemi untuk membeli mukena dan bakal pakaian lebaran.
"Ini lah baru pertama kali sejak tahun lalu belum ada beli baju lebaran lagi karena kan lockdown kemarin itu. Ini lagi nawar-nawar sama si Abangnya minta diskon lah yakan harga Covid," pungkas Minah.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pedagang-perlengkapan-salat-saat-menjajakan-dagangannya.jpg)