Ojo Lali Tiga Pancur, Lokasi Pemantauan Gunung Sinabung Langganan Pewarta

Bahkan, menurut Anto bukan hanya satu hingga dua hari, bahkan ada juga beberapa orang yang menginap di sana hingga sepekan lebih.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/NASRUL
Warga mengabadikan erupsi Gunung Sinabung di warung Tiga Pancur Ojo Lali, Kecamatan Simpangempat, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Warung Ojo Lali, yang berada di Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpangempat, Kabupaten Karo, sudah tak asing lagi di telinga pewarta yang sering meliput aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

Warung yang berada di pinggir jalan ini, terlihat lansung menyajikan pemandangan atau view yang langsung mengarah ke Gunung Sinabung.

Setiap kali Sinabung mengalami erupsi yang cukup besar, warung milik Sarianto Sembiring ini selalu ramai dikunjungi oleh pewarta baik lokal maupun dari luar kota terutama pewarta foto.

Baca juga: Cicipi Jajanan Pasar Lezat di Risol Ummu, Tawarkan Sensasi Fresh From the Oven

Selain karena memiliki pemandangan langsung menghadap Gunung Sinabung, dari lokasi ini juga memiliki akses yang mudah untuk menjangkau daerah yang biasanya terpapar abu vulkanik dari Gunung Sinabung, sehingga menjadi langganan berkumpulnya para pewarta.

Bagi sebagian pewarta, tempat ini tak hanya sekadar sebagai tempat singgah untuk memantau Sinabung, bahkan saat Sinabung tidak sedang erupsi juga ada sebagian pewarta yang sengaja datang ke sana.

Warga mengabadikan erupsi Gunung Sinabung di warung Tiga Pancur Ojo Lali, Kecamatan Simpangempat, beberapa waktu lalu.
Warga mengabadikan erupsi Gunung Sinabung di warung Tiga Pancur Ojo Lali, Kecamatan Simpangempat, beberapa waktu lalu. (TRIBUN MEDAN/NASRUL)

Tak hanya pewarta saja yang sering berkunjung ke sini, bahkan warga biasa juga tak jarang yang datang ke sana untuk menikmati pemandangan gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini.

Berdasarkan penjelasan dari Sarianto, awalnya dirinya membangun rumah yang sekaligus tempat usahanya di lokasi tersebut sekitar tahun 2009 lalu.

Dirinya mengatakan, tempat tinggalnya ini mulai ramai menjadi tempat berkumpulnya pewarta sekitar tahun 2013 lalu.

Baca juga: Daftar Menteri yang Bakal Diganti Jokowi Besok Pagi, 6 Nama Masuk Reshuffle, Ada Nadiem, Benarkah?

"Ya mulai Sinabung erupsi besar itu kawan-kawan ramai yang datang. Mulai 2010 itu sudah ada, tapi yang semakin ramai di tahun 2013," ujar Sarianto.

Dirinya mengungkapkan, awalnya ia tidak menyangka jika rumah yang sekaligus tempat usahanya ini menjadi lokasi favorit bagi sebagian pewarta dan masyarakat.

Diketahui, lokasi ini memang dinilai pas untuk menjadi tempat berkumpulnya para pewarta. Selain bisa lansung mengamati aktivis Gunung Sinabung, di sini juga bisa menjadi tempat melepas lelah usai melakukan aktivitas peliputan.

Di warung tersebut, Anto juga menyediakan berbagai macam panganan baik camilan hingga makanan berat. Selain itu, di sana juga terdapat beberapa tempat bersantai mulai dari kursi panjang hingga lesehan.

Sehingga, tak jarang ada pewarta yang menginap di lokasi tersebut terlebih saat Sinabung sedang mengalami aktivitas yang cukup intens.

Bahkan, menurut Anto bukan hanya satu hingga dua hari, bahkan ada juga beberapa orang yang menginap di sana hingga sepekan lebih.

Pengunjung berpose dengan latar belakang Gunung Sinabung, di Warung Ojo Lali, Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpangempat. 
Pengunjung berpose dengan latar belakang Gunung Sinabung, di Warung Ojo Lali, Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpangempat.  (TRIBUN MEDAN/NASRUL)

"Bukan cuma sehari dua hari, kadang lebih lagi ada juga kawan kita yang nginap. Memang tergantung bagaimana gunung juga, kalau dirasa masih berpotensi kadang masih nginap," ucapnya.

Baca juga: MUI Kota Medan Gelar Safari Dakwah, Jalin Silaturahmi dengan BKM dan Jamaah

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved