News Video
16 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung, Marnangkok Pangaribuan: Ada Angin dari Tiga Arah
Sebuah rumah tua yang berumur sekitar 150 tahun masih bertahan dan akhirnya ambruk akibat angin kencang menjadi ingatan baginya dan keturunan pemilik
Penulis: Maurits Pardosi |
16 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung, Marnangkok Pangaribuan: Ada Angin dari Tiga Arah
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Seorang warga Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba menjelaskan secara rinci bahwa angin kencang yang merubuhkan rumah Batak tersebut bergabung dari tiga arah; Barat, Utara, dan Selatan.
Setelah ketiga angin bertemu, sebuah rumah Batak yang menjadi peninggalan bersejarah bagi masyarakat sekitar akhirnya ambruk dan rata dengan tanah.
Ia juga menyampaikan bahwa angin kencang yang mengakibatkan 16 rumah rusak membuat masyarakat sekitar menjadi trauma.
"Ada angin dari tiga arah: Barat, Selatan, dan Utara, berkumpul menjadi suatu kesatuan menjadi angin puting beliung sehingga rumah yang rusak di Desa Gasaribu ada sebanyak 16 rumah," ungkap seorang warga Marnangkok Pangaribuan.
"Empat diantaranya rumah Batak rusak parah yang membuat warga sekitar menjadi trauma," sambungnya.
Sebuah rumah tua yang berumur sekitar 150 tahun masih bertahan dan akhirnya ambruk akibat angin kencang menjadi ingatan baginya dan keturunan pemilik rumah tersebut.
"Kalau rumah ini umurnya sudah berumur 150 tahun lah dengan posisi yang masih kuat. Dari sisi history nya di desa kami ini, rumah ini adalah rumah seorang raja, orangtuanya Raja Nagari Gasaribu," sambungnya
Bahkan, saat angin puting beliung datang, ia menuturkan bahwa masyarakat sekitar hanya mampu menangis dan berteriak minta tolong.
"Sangat -sangat keras. Bahkan katanya orang-orang pada nangis," tambahnya.
"Semalam Camat Laguboti sudah datang sudah datang semalam untuk mendata. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Sosial agar memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)