Promo Ramadan Dongkrak Okupansi, Harga Turun Dibanding Tahun Lalu
adanya paket promo Ramadan meningkat okupansi beberapa hotel di Medan, diantaranya Santika Premiere Dyandra Hotel,
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bulan Ramadan menjadi harapan baru para pengusaha hotel untuk dapat bangkit kembali dengan mengeluarkan paket-paket promo Ramadan.
Terbukti, adanya paket promo Ramadan meningkat okupansi beberapa hotel di Medan, diantaranya Santika Premiere Dyandra Hotel, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan.
Baca juga: Yuk, Nikmati Buka Puasa Sepuasnya di Hotel Santika Medan, Hanya Rp 135 Ribu
Public Relation Manager Hotel Santika Medan Herry Wahyudi mengungkapkan bahwa selama Ramadan, Santika hotel memberi penawaran paket bundling yaitu menginap dan berbuka.
"Sejauh ini yang menggunakan paket-paket promo itu yang mengambil diskon paket menginap. Karena ada paket bundling menginap dan berbuka, jadi tamu kita mengambil fasilitas untuk berbuka puasa," ungkap Herry, Senin (19/4/2021).
Dikatakan Herry, sejauh ini dengan potensi promo bundling mampu meningkatkan bisnis hotel yang mampu mencapai 100 persen walau di tengah pandemi.
"Sejauh ini yang masih mendominasi tamu dari luar tapi memang paket bundling ini mampu meningkatkan potensi bisnis. Kita hampir setiap hari full berbuka puasa di Santika, jadi 100 persen lah untuk potensi bisnis promo berbuka puasa dengan kapasitas 180 orang dengan ruangan-ruangan khusus," ujarnya.
Senada dengan Herry, Coordinator Aryaduta Hotel Nurul Fathia juga turut merasa bahwa promo paket berbuka yang ditawarkan Hotel Aryaduta juga mampu mendongkrak bisnis selama Ramadan.
"Menambah kunjung ke restoran iya memang ada peningkatan. Terus juga untuk meningkatkan okupansi kita juga ada buat package Lebaran jadi memang lebih murah dari tahun lalu yang hanya Rp 750 ribu dari tahun lalu Rp 800 ribu per malam. Paket-paket Ramadan ini tentunya berpengaruh untuk bisnis hotel," tutur Nurul.
Namun, bila di luar paket, Nurul mengakui okupansi hotel masih dalam kondisi lesu. Ia mengatakan pihak hotel masih memiliki harapan baru untuk staycation saat momen Lebaran.
"Kalau untuk sekarang kita memang lagi sepi kalau di luar paket promo berbuka. Hari ini kamar kita terisi sekitar 80 kamar dari 195 kamar. Kalau kamar memang sepi, dari pemerintahan juga sepi. Paling yang kita harapkan itu dari staycation untuk momen Ramadan atau Lebaran nanti.
Momen Lebaran kan tidak boleh ada mudik, kita harapkan bisa datang ke Aryaduta karena kita sudah beri promo yang menarik ya," pungkasnya.
Keberlangsungan ekonomi perhotelan di masa pandemi Covid-19 kini sangat ditentukan adanya Sertifikasi Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE).
Pasalnya, setiap wisatawan yang datang ke suatu daerah, termasuk Kota Medan, dengan tujuan bertamasya tentunya memerlukan jaminan keamanan terkait protokol kesehatan.
Hal itu berkaitan dengan agenda internasional dan nasional untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Sertifikasi CHSE pun menjadi langkah maju untuk melegalisasikan hotel yang terjamin protokol kesehatannya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana menyampaikan sejumlah hotel bintang empat menjadi tempat peristirahatan wisatawan.
Pertama, Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel dan Convention. Hotel ini memiliki fasilitas rapat atau perjamuan yang beragam serta pusat bisnis. Akses WiFi gratis juga tersedia di seluruh area hotel.
Kamar-kamar di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan memiliki interior modern, serta dilengkapi AC dan area tempat duduk dengan pemandangan kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pegawai-hotel-santika-premiere-dyandra-hotel.jpg)