Pasar Murah Terbentur SE Gubernur, Khawatir Memicu Kerumunan
Barita juga mengatakan bahwa ada kemungkinan akan ada penjadwalan ulang untuk pengadaan pasar murah ini.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kegiatan Pasar Murah yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut terancam ditiadakan pada bulan Ramadan tahun ini.
Berdasarkan keterangan dari Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sumut, Barita Sihite mengungkapkan bahwa penundaan pasar murah dikarenakan adanya surat edaran yang keluar saat awal puasa.
"Kita belum adakan. Ini berbenturan dengan Surat Edaran Pak Gubernur untuk mengumpulkan kerumunan. Kemarin kita memang ada rencana buat di Ramadan ini, tapi karena keluarnya surat ini dari Pak Gubernur, ini kita tunggu arahan dari pimpinan," ungkap Barita, Jumat (16/4/2021).
Baca juga: DAFTAR Harga Sembako yang Dijual di Pasar Murah Pemko Medan, Beras Dijual Rp 7.900 per Kilogram
Sebelumnya, Kadisperindag Sumut Riadil Akhir Lubis menyebutkan akan bersiap untuk menggelar pasar murah di 10 titik daerah Sumatera Utara saat Ramadan ini.
Terkait hal ini, tentunya menjadi dilema bagi Disperindag Sumut untuk menggelar pasar murah. Barita juga mengatakan bahwa ada kemungkinan akan ada penjadwalan ulang untuk pengadaan pasar murah ini.
"Jadi kita penjadwalan ulang ini. Tapi kemungkinan untuk Ramadan ini kita sepertinya tidak buat pasar murah ini karena terbentur. Jika diadakan nanti, pasti kerumunan tak bisa dihindari. Itu yang kita takutkan," ujarnya.
Untuk persiapan sebelum ada kebijakan dari gubernur, Barita mengakui tak ada persiapan khusus lantaran Disperindag hanya bertugas untuk menyediakan tempat kepada para distributor.
"Sebenarnya pasar murah untuk provinsi hanya mengumpulkan distributor untuk mengisi tenda atau tempat yang sudah ditentukan. Persiapan kita kan tidak susah-susah amat karena hanya mengundang saja. Jadi kita tidak ada memberi subsidi harga cuma yang kita jual itu harga distributor," tuturnya.
Tambahnya, walau pasar murah terancam gagal diadakan, Barita menegaskan bahwa stok masih aman di pasaran sehingga tidak akan kenaikan secara fluktuatif yang terlihat.
Barita juga akan terus memantau perkembangan kemungkinan pengadaan pasar murah akan diselenggarakan pada Ramadan ini.
"Kita tunggu perkembangannya karena ini kan dinamis ya. Jadi kita lihat apakah nanti akan ada kebijakan khusus," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selama Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah/2021.
Disebutkan SE Nomor: 1009/SPT-COVID-19/IV/2021 tertanggal 9 April 2021 tersebut antara lain dalam melakukan ibadah selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri agar meningkatkan Protokol Kesehatan dengan berpedoman pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri Tahun 1442 Hijriah/2021.
Di Medan Masih Sepi Peminat
Pasar murah yang diselenggarakan Pemko Medan tersebar di beberapa kelurahan, diantaranya ada di Kelurahan Medan Babura, Kecamatan Medan Baru, dan Kelurahan Padang Bulan Selayang I Kecamatan Medan
Selayang.
Pantauan Tribun Medan di beberapa kelurahan tersebut, peminat pasar murah masih sepi. Hal ini terlihat dari suasana kantor lurah, hanya ada satu dua orang melakukan transaksi untuk membeli sembako, Jumat (16/4/2021).
Terkait ini, diperoleh informasi bahwa pasar murah sudah disosialisasikan kepada masyarakat setempat. "Kita sudah sosialisasi sama masyarakat adanya pasar murah, tapi masyarakat tidak boleh berbondong-bondong ke kantor lurah untuk mengindari Covid-19 dan karena lokasi kantor lurah dekat pajak. Jadi kita buat sistem order dari kepala lingkungan dan ada sistem online," ujar Sukarti Sinulingga, Sekretaris Lurah Medan Babura.
Menurut Sukarti, antusias masyarakat lumayan meski pun tidak mencapai ratusan orang dalam setiap minggunya. Ia memprediksi hal ini karena daya beli lagi terbatas.
Dia juga mengungkapkan untuk ketersediaan bahan pokok di pasar murah selalu ada dan kualitas tahun ini cukup bagus.
"Ketersediaan bahan pokok selalu ada tapi Sirup Kurnia lumayan langka karena peminatnya banyak sedangkan kualitas barang semua bagus, tapi ada minyak goreng Madina tidak diminati sebab lumayana mahal. Paling banyak beras dan gula dibeli," tambahnya.
Hal senada dikatakan Seriadi Sembiring, Kepala Lingkungan III, Kelurahan Medan Selayang, yang menyatakan ketersediaan bahan pokok aman dan peminat masyarakat lumayan antusias.
"Untuk persediaan masih cukup, kalau habis kita tinggal ambil di Dinas Perdagangan dan minat masyarakat sekitar 30-40 orang setiap harinya yang langsung datang ke kantor lurah untuk beli bahan pokok murah," ujar Seriadi.
Kedua kelurahan memberlakukan maksimal pembelian agar semua rata menikmati. "Adalah dibatasi supaya rata, jadi sekitar dua bungkus paling banyak tapi misalnya ada yang minta lebih untuk jualan, selagi ada stok kita kasih," tambah Seriadi.
Selanjutnya, jam operasional pasar murah mulai pukul 08.30-16.00 WIB. Lalu daftar harga sembako yang ada saat diamati Tribun Medan yaitu beras IR-64 Rp 7.900 per kilogram, gula Rp 9.900 per kilogram, tepung terigu Rp 7.100 per kilogram, telur Rp 1.050 per butir, kacang tanah kupas Rp 30.700 per kilogram, Blue Band 200 gram Rp 8.900, Minyak Sania Rp 12.200 per liter, Minyak Fortune Rp 12.00 per liter, Minyak Madina Rp 12.790, Sirup Kurnia Rp 16.688 per botol, Pohon Pinang super Rp 20.500 per botol dan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasar-murah-deliserdang.jpg)