News Video
Hilal Tak Terlihat, Ketua MUI Medan Pastikan 1 Ramadhan Mulai Selasa 13 Maret 2021
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Dr H Hasan Matsum, MAg, mengatakan terdapat dua hal yang menyebabkan hilal tidak dapat terlihat.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hilal tidak dapat terlihat di Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang dilakukan pada Senin (12/4/2021).
Pemantauan hilal atau Rukyatul Hilal tidak bisa dilakukan karena lokasi yang tidak memungkinkan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Dr H Hasan Matsum, MAg, mengatakan terdapat dua hal yang menyebabkan hilal tidak dapat terlihat.
"Memang di kesempatan sore hari ini tidak memungkinkan melihat Rukyatul Hilal itu disebabkan dua hal, pertama karena hilal bulan ini masih sangat rendah, baru tiga derajat," kata Matsum kepada awak media usai pemantauan hilal, di lantai tujuh Gedung Pascasarjana UMSU Medan, Senin (12/4/2021).
"Sementara kemungkinan melihat itu secara langsung adalah tujuh derajat itu pengalaman kita," tambahnya.
Selanjutnya, kata Matsum penyebab lainnya adalah penglihatan hilal merupakan syarat untuk memulai Ramadhan.
"Nah yang kedua untuk penglihatan hilal ini merupakan bagian dari syar'i untuk memulai puasa ramadhan, kita berkeyakinan dengan 2 derajat hingga 4 derajat di seluruh Indonesia dengan negara Mabrur Indonesia, Brunei, Malaysia Hari Selasa sudah bisa dimulai puasa," tuturnya.
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan hal yang menyebabkan tidak terlihat hilal adalah karena cuaca Kota Medan yang sedang berkabut.
"Seperti disampaikan ustadz ini ketinggiannya kurang dan memang di Medan tadi disampaikan banyak kabut tinggi, ada 80 persen dari BMKG menyampaikan hal tersebut ditutupi kabut. Oleh karena itu salah satu faktor tidak terlihat hilal," kata Bobby.
Kepala Observatorium Ilmu Falaq Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Arwin Rakhmadi Batu Bara mengatakan sejak kemarin persiapan sudah dilakukan baik SDM maupun alat.
"Sejak kemarin seluruh persiapan sudah disiapkan tim dari Observatorium Ilmu Falaq Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.ulai dari Sumber Daya Manusia hingga alat untuk pemantauan hilal nantinya," ujar Arwin, Senin.
Dikatakannya, nantinya hasil pantausn hari ini akan langsung dilaporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia.
"Nantinya data pemantauan hari ini akan langsung dilaporkan ke Kementrian Agama Republik Indonesia," tuturnya.
(cr14/tribun-medan.com)