Gerak Cepat Dewa (52), Nyawa Warga Satu Kampung Selamat dari Terjangan Badai Tropis Seroja di NTT

Pesan multimedia WhatsApp dari badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) tentang cuaca buruk, telah menyelamatkan hidup mereka.

Editor: AbdiTumanggor
POS KUPANG
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flotim menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini. 

Setelah menerima informasi dari Dewa, para nelayan dan warga sekitar, kemudian bergegas menyiapkan barang-barang berharga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk kapal dan perahu mereka.

TRIBUN-MEDAN.COM - Mohammad Mansyur alias Dewa (52), masih menatap satu-persatu puing reruntuhan rumah miliknya dan tetangga akibat diterjang badai siklon tropis seroja, Senin (5/4/2021) lalu.

Peristiwa itu baru pertama kali dialami Dewa, selama dia hidup puluhan tahun sebagai nelayan yang bermukim di pesisir Pantai Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengenakan jersi salah satu klub sepak bola raksasa di Eropa dipadu celana pendek warna cokelat dan sandal jepit, Dewa mengangkat beberapa lembar seng atap rumahnya yang berserakan usai diterjang badai.

Semua benda berharga miliknya yang masih bisa dipakai, disimpan rapi di bagian depan rumahnya.

Badai tropis seroja memporak-porandakan rumahnya dan tetangga lainnya. Beruntung dalam kejadian itu, dia bersama keluarga dan tetangga lainnya selamat.

Dewa pun mengaku, informasi melalui pesan multimedia WhatsApp dari badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) tentang cuaca buruk, telah menyelamatkan hidup mereka dari badai seroja.

Dewa yang juga Ketua Komunitas Angsa Laut di Kampung Nelayan Oesapa memiliki cukup waktu untuk mengungsikan warga kampung ke gedung sekolah dan memindahkan perahu-perahu ke tempat yang lebih aman agar selamat dari gulungan ombak dan terjangan badai seroja.

"Awalnya saya mendapat informasi melalui pesan WA di grup Pantau Maritim NTT, kalau ada ada cuaca ekstrem. Karena ekstrem, maka saya kemudian sampaikan kepada masyarakat yang ada di sini bahwa ini pesan dari BMKG," ungkap Dewa, kepada Kompas.com, Jumat (9/4/2021) yang dikutip dari Kompas.com yang berjudul:Cerita Dewa, Selamatkan Warga Satu Kampung dari Badai Seroja karena Pesan WhatsApp BKMG

Dewa saat bersama Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang Margiono di depan rumahnya yang rusak berat akibat diterjang Badai Seroja
Dewa saat disambangi Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang Margiono di depan rumahnya yang rusak berat akibat diterjang Badai Seroja.(KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

Setelah menerima informasi dari Dewa, para nelayan dan warga sekitar, kemudian bergegas menyiapkan barang-barang berharga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk kapal dan perahu mereka.

"Saya bersama istri dan anak serta tetangga lainnya mengungsi ke gedung sekolah," kata Dewa.

Berselang satu jam kemudian, badai ekstrem siklon seroja pun datang menerjang wilayah Kota Kupang termasuk permukiman yang ditempati Dewa.

Menurut Dewa, ada beberapa perahu yang tidak sempat dievakuasi akhirnya rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi.

Dewa mengatakan, tetangga dan kerabatnya sering meminta informasi tentang cuaca melalui dirinya.

Dewa pun berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada pihak BMKG NTT yang telah memberitahukan soal kondisi cuaca ekstrem kepada dia dan warga lainnya.

Dia berharap, ke depan warga yang bermukim di sepanjang pesisir pantai termasuk juga nelayan yang ada di kabupaten lainnya, bisa mengikuti sekolah lapang cuaca nelayan

Sehingga kata dia, warga tidak ketinggalan informasi soal cuaca.

"Kami ingin belajar soal iklim dan cuaca, karena sebelum-sebelumnya kami tidak pernah mengalami cuaca separah atau ekstrem seperti ini," kata Dewa.

"Sekali lagi, kami apresiasi kepada pihak BMKG karena memberikan informasi yang cepat dan selalu update melalui grup WA, sehingga kami bisa selamat dari badai ini," kata dia.

Dewa mengaku dia yang paling cepat mendapat informasi soal cuaca sehingga langsung menyebarkannya ke warga sekitar.

Para nelayan jika ingin mendapat informasi tentang cuaca, biasa melalui dirinya karena selalu dapat informasi lebih awal melalui WA.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang Margiono, mengatakan, pihaknya mengapresiasi tindakan yang telah dilakukan Dewa.

"Atas nama BMKG Provinsi NTT dan pusat, kami berterima kasih kepada Bapak Dewa, yang telah membantu menyebarkan informasi dari kami kepada masyarakat," kata Margiono.

Menurut Margiono, apa yang telah dilakukan Dewa, telah membantu menyelamatkan masyarakat sekitar dari bencana Badai Seroja.

Untuk sekolah lapang cuaca nelayan, direncanakan akan digelar pada Juni 2021 mendatang, sehingga akan dikoordinasikan antara pihak BMKG dan para nelayan.

BMKG NTT berharap, ke depan informasi yang disampaikan bisa sehari sebelumnya sehingga masyarakat bisa lebih cepat mempersiapkan diri lebih awal.

 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi lokasi bencana banjir bandang di Desa Amakaka, Kabupaten Lembata, NTT, Jumat (9/4/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi lokasi bencana banjir bandang di Desa Amakaka, Kabupaten Lembata, NTT, Jumat (9/4/2021).(Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Jokowi: 163 Orang Meninggal akibat Bencana di NTT, 45 dalam Pencarian.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi lokasi bencana banjir bandang di Desa Amakaka, Kabupaten Lembata, NTT, Jumat (9/4/2021).

Jokowi mengatakan, dari informasi sementara yang didapatkan, hingga siang ini tercatat di NTT ada 163 orang yang meninggal dan 45 orang masih dalam pencarian.

"Saya berada di Sesa Amakaka di mana bencana banjir bandang yang ada di Kabupaten Lembata ini korbannya paling banyak. Saya terima sampai siang total korban di NTT ada 163 meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang. Ini yang akan terus kita usahakan agar yang pencarian bisa segera ditemukan," ujar Jokowi dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.

Jokowi mengatakan, kondisi di lapangan yang bebatuan membuat alat berat sulit masuk untuk membantu melakukan pencarian para korban.

"Tapi saya perintahkan dicari dan ditemukan yang hilang 45 orang," ujar Jokowi.

Jokowi juga memastikan bahwa petugas akan memenuhi logistik para pengungsi.

Adapun penyebab banjir bandang serta tanah longsor yang menimpa wilayah NTT adalah siklon tropis seroja dan intensitas hujan yang tinggi.

(*/Tribunmedan.id/ Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved