Pemko Medan Targetkan Tahun 2021 Banjir di Kelurahan Sempakata Teratasi

Dengan begitu, nantinya sungai-sungai itu dapat menampung air dalam kapasitas yang besar dan tidak meluap lagi.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kondisi banjir di Jalan Anggrek Raya, Kelurahan Simpang Selayang, Kota Medan, yang tak kunjung surut pascahujan turun, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah kota (Pemko) Medan, sebelumnya telah melakukan normalisasi drainase di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Medan.

Pemko Medan menargetkan tahun 2021 permasalahan banjir yang dialami warga Kelurahan Sempakata selama bertahun-tahun dapat terselesaikan.

"Dalam tahun ini, pihak Balai Jalan Nasional nantinya akan menormalisasi ulang drainase. Jembatan yang menghalangi aliran drainase juga akan dibongkar dan akan mereka perbaiki. Targetnya tahun ini semoga banjir di wilayah Sempakata bisa teratasi," ujar Eno Tarigan, Lurah Sempakata, Selasa (6/4/2021).

"Saat ini wali kota sangat tanggap dan respect. Bahkan ada warga yang pernah menyampaikan permasalahan ini kepada wakil wali kota melalui sosial media, kemudian wakil wali kota langsung memerintahkan PU dan jajarannya untuk mengirimkan alat-alat berat untuk menormalisasi drainase di Jalan Ngumban Surbakti," kata Eno menambahkan.

Eno mengatakan, Kelurahan Sempakata telah melakukan beberapa terobosan dan koordinasi dengan Balai Jalan Nasional, UPT PU, Dinas Lembaga Kota Medan, dan Pemerintah Provinsi untuk mengantisipasi dan mencari solusi dari permasalahan banjir di Kelurahan Sempakata.

"Di wilayah hulu, Medan Tuntungan itu, khususnya Jalan Setia Budi, ada lorong-lorong yang mengarah ke wilayah komplek Pemda. Sehingga air yang cukup besar itu tidak dapat tertampung," kata Eno.

Ia mengatakan, aliran air pada drainase yang ada di Jalan Setia Budi, seharusnya diteruskan ke arah Jalan Flamboyan supaya aliran airnya bisa terpecah. Namun, sampai saat ini hal itu belum terealisasi.

"Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi banjir ini yaitu dengan menembuskan drainase Jalan Ngumban Surbakti ke arah sungai Babura. Karena dibawah Fly Over itu ada Subdrain yang bisa menampung air dan dari situ bisa dialirkan ke arah sungai Babura," ujar Eno.

Lurah Sempakata juga mengharapkan peran dari Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan normalisasi sungai Babura, sungai Selayang dan sungai Batuan karena banyak permukaan air sungai yang sudah menjadi dangkal. 

Dengan begitu, nantinya sungai-sungai itu dapat menampung air dalam kapasitas yang besar dan tidak meluap lagi.

Menurut pengakuan Eno, saat ini banjir sudah mulai berkurang sejak dilakukannya normalisasi drainase.

Permasalahan banjir di Kelurahan Sempakata sudah dimasukkan ke Musrenbang sejak dua tahun yang lalu. 

Yang lebih mirisnya, kantor Kelurahan Sempakata juga ikut kebanjiran jika sedang musim hujan.

"Saya dan yang lainnya juga pernah terjebak banjir di kantor ini. Pada saat kita di kantor, air tiba-tiba naik, walaupun tidak membahayakan, tapi kita jadi sulit beraktivitas. Itulah yang menjadi tanggungjawab kami sebagai aparat pemerintah khususnya saya sebagai lurah harus bisa mencari solusi bagaimana supaya warga kelurahan Sempakata bisa nyaman," ujarnya.

Lurah Sempakata mendukung sepenuhnya gerak langkah yang dilakukan wali kota dan wakil wali kota Medan.

"Apa yang dilakukan wali kota dan wakil wali kota, kita juga mendukung sepenuhnya gerak langkah daripada pimpinan. Kami dari kelurahan tentunya harus proaktif untuk mengecek titik banjir di wilayah kami. Secara manual kita lakukan dengan P3SU dengan bergotong royong bersama masyarakat," ujar Eno.

(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved