Pemkab Langkat Laporkan LKPJ 2020 kepada DPRD, Berikut Paparan Pentingnya
Beberapa data penting itu mencakup IPM, harapan hidup, harapan sekolah lama, tingkat kemiskinan, hingga pertumbuhan ekonomi PDRB.
TRIBUN-MEDAN.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat Indra Salahuddin mengatakan, indeks pembangunan manusia (IPM) di Langkat mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir.
“Tahun 2018 mencapai 70.27 poin, tahun 2019 mencapai 70.76 poin, dan tahun 2020 mencapai 71,00 poin,” terang Indra dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Medan, Senin (5/4/2021).
Selain itu, lanjut dia, harapan hidup masyarakat Langkat juga mengalami peningkatan. Pada 2018 harapan hidup berada di angka 68.22 poin, tahun 2019 di 68.59 poin, dan tahun 2020 di 68.80 poin.
“Ini dibarengi dengan harapan sekolah (lebih) lama yang meningkat pada 2018 sebesar 12,75 poin, pada 2019 sebesar 12,81 poin, dan pada 2020 sebesar 13,05 poin. Sedangkan rata-rata sekolah lama dari 8,52 di tahun 2018 menjadi 8,64 di tahun 2019, dan terakhir pada 2020 menjadi 8,65 poin,” paparnya.
Baca juga: Dibalik Kisah Nama Desa Jaring Halus di Kabupaten Langkat
Indra tak lupa memaparkan angka kemiskinan yang berkurang sebanyak 1.210 jiwa dari 103.080 jiwa (9.91 persen) pada 2019. Angka ini menjadi 101,870 (9,73 persen) di tahun 2020.
“Angka pertumbuhan ekonomi berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau dasar harga konstan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Langkat juga mengalami penurunan hingga mencapai minus 0,86 persen,” jelasnya.
Sejumlah data tersebut dipaparkan Indra saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Langkat Tahun Anggaran 2020 dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat di Gedung DPRD, Stabat, Kamis (1/4/2021).
Adapun kehadiran Indra mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. Selain Indra, sidang paripurna itu turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Langkat Syah Afandin.
Baca juga: Bupati Langkat Ucap Terima Kasih ke Nakes, Sudah Disuntik Vaksin Bersama Ribuan Orang Lain
Rapat paripurna tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan dokumen LKPJ Bupati Langkat 2020 kepada Ketua DPRD Langkat Surialam.
Selain Indra dan Syah, rapat itu turut dihadiri segenap anggota DPRD Langkat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Langkat, para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, dan beberapa tamu undangan lain.
Dalam menyampaikan laporannya, Indra juga membahas tentang pendapatan perkapita atas dasar harga berlaku dan dasar harga konstan tahun 2020. Pada tahun ini, angkanya mencapai Rp 29.343,26 miliar.
“Karena pandemi Covid-19, angkanya turun jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp 29.597,77 miliar,” tuturnya.
Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Langkat Dukung Bela Pengadaan Pemprovsu
Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Langkat, kata dia, telah disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2020.
Pendapatan tahun 2020 ditargetkan mencapai Rp Rp 2.180.786.190.792 dan terealisasikan sebanyak Rp 2.122.684.872.331,88 atau 97,34 persen. Untuk belanja daerah target awal Rp 2.438.362.156.104, 39 dan terealisasikan sebesar Rp 2.182.503.781.901, 75 atau 89,51 persen,” ungkapnya.
Adapun pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp 264.938.924.196, 36 dengan realisasi 100 persen. Sedangkan pengeluaran pembiayaan, terdiri dari penyertaan modal Pemerintah Daerah (Pemda) sebesar Rp7. 362.960.884 dengan realisasi 100 persen.
"Untuk pembiayaan netto sebesar Rp 257.575.963.312, 36 dengan realisasi 100 persen," katanya.
Baca juga: Ingin Kembali Raih WTP, Pemkab Langkat Minta Masukan dari BPK Sumut
Sisa lebih pembiayaan itu, sebut Sekda, sebesar Rp.197.648.423.742, 49. Angka ini mencakup berbagai pengambilan anggaran, sisa pembayaran sertifikasi, dan lain-lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wabup-langkat-dan-ketua-dprd-langkat-surialam.jpg)