MENDEBARKAN, Kilang Minyak Pertamina Meledak Lagi, Foam Berhamburan Mirip Hujan Salju

Kilang minyak milik Pertamina meledak lagi. Suasana di lokasi cukup mendebarkan, karena api berkobar dan asap hitam mengepul

Editor: Array A Argus
Tribunnews.com/Reynas Abdila
KONDISI Kilang Bolongan pagi hari Ini, Rabu (30/3/2021). 2 tangki yang terbakar berhasil dipadamkan 

TRIBUN-MEDAN.com,INDRAMAYU--Kilang Minyak Pertamina meledak lagi.

Kilang yang berlokasi di Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Indramayu, Jawa Barat itu meledak, Rabu (30/3/2021) pagi.

Menurut kesaksian Daina Rahmadani (32), warga Desa Sukaurip, ledakan susulan ini terjadi sekira pukul 08.30 WIB.

Baca juga: Polisi dan TNI Masuk Lubang Galian Selamatkan Diri, Kaca Masjid Pecah saat Kilang Pertamina Meledak

Oleh karena itu, saat ini beberapa tetangganya sudah diarahkan untuk evakuasi kembali.

"Meledak lagi tadi mas tangki nya, apinya membesar lagi, beberapa (warga) sudah dievakuasi," tutur perempuan yang karib disapa Nana saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (30/3/2021).

Namun, dirinya bersama sang suami tidak memutuskan untuk mengungsi.

Mereka berdua, memilih untuk menetap di rumah karena khawatir adanya tindak kejahatan jika rumah dibiarkan kosong.

Baca juga: KESAKSIAN Warga saat Kilang Balongan Pertamina Meledak,Ancaman Hawa Panas Bikin Warga tak Bisa Tidur

Lebih lanjut kata Nana, ledakan susulan tersebut juga membuat foam yang dijadikan pihak Pertamina untuk menanggulangi kobaran api akibat ledakan sebelumnya, pecah dan berhamburan ke langit.

Nana menggambarkan kondisi saat ini disekitaran wilayah rumahnya yang hanya berjarak sekitar 500 Meter dari Kilang Balongan layaknya mengalami hujan salju.

"Jadi banyak foam yang berhamburan di sini, kaya hujan foam kaya lagi salju di sini," tuturnya.

Dirinya juga menyebut, saat ini kepulan asap hitam kembali menebal di langit, padahal katanya sudah sempat mereda.

Baca juga: Detik-detik Ledakan Kilang Pertamina Balongan, Warga: PANAS. . PANAS

Api yang tadinya sempat mengecil akibat ledakan susulan ini juga kembali berkobar.

Hal itu katanya membuat beberapa warga panik dan diarahkan untuk dievakuasi.

Hingga saat ini, kata Nana pihak pengelola dalam hal ini PT Pertamina dibantu para petugas keamanan sedang melakukan pemeriksaan di dalam lokasi kejadian.

Polisi dan TNI Sembunyi

Ledakan Kilang Balongan Pertamina benar-benar dahsyat.  

Sujana, warga Balongan, Indramayu, Jawa Barat, masih mengingat dengan jelas detik-detik saat kilang minyak tersebut meledak pada Senin (29/3/2021) dini hari. 

Saat kejadian, Sujana yang tinggal sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, atau di Desa Sukaurip blok Wisma Jati sempat mencium bau gas yang cukup tajam. 

Bau gas itu menyelimuti seluruh permukiman warga Desa Sukaurip sejak Minggu (28/3) malam, sekira pukul 22.30 WIB.

Baca juga: BUKAN Pertama Kali Kilang Minyak Balongan Terbakar, Ini Tiga Rangkaian Waktu Kejadian Kebakarannya

"Mata perih, tenggorokan serak karena bau gas dan minyak Pertamina. Masker sampai tiga tembus bau gas dan minyak," ujar Sujana kepada Tribunnews.com, Senin (29/3/2021) malam.

Dia mengatakan, bau gas menyengat berlangsung cukup lama. 

Sebagian besar warga mengalami sesak nafas dan merasakan suhu panas yang tidak biasa akibat gas tersebut.

"Semalam suhunya panas banget, engga bisa diukur. Bau gas, minyak, solar, avtur, tambah kencang. Jarak 500 meter tercium," kata Sujana.

Mulai resah karena banyak warga mengalami sesak nafas, warga Desa Sukaurip memutuskan untuk menggelar unjuk rasa di depan Kilang Balongan.

Unjuk rasa dilakukan guna meminta penjelasan dari PT. Pertamina terkait bau gas yang sangat tajam.

Warga menduga gas yang menyelimuti desa mereka disebabkan aktivitas pembuangan limbah gas, minyak, solar, dan avtur oleh PT. Pertamina.

"Ada dugaan Pertamina sengaja membuka gas dan minyak. Biasanya mereka membuang gas dan minyak sisa di musim hujan, biasanya," ujar Sujana.

"Kita lalu demo menuntut kompensasi dan penjelasan. Kenapa sampai parah begini. Sampai orang tidur sampai masih (bisa mencium) bau (gas)," sambung Sujana.

Demo yang dilakukan warga Desa Sukaurip berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam, sejak sekira pukul 23.00 WIB - 00.30 WIB Senin dini hari.

Kata Sujana, sekuriti yang menjaga Kilang Balongan malam itu bahkan sampai kabur melihat warga yang tersulut amarah.

Alhasil kawasan Kilang Balongan dijaga oleh sejumlah aparat gabungan TNI-Polri.

"Sekitar jam setengah satu (01.30 WIB) warga berhenti demo. Ada orang Pertamina yang datang," ujar Sujana.

Tidak berselang lama, tepatnya pada pukul 00.45 WIB, Kilang Balongan mengalami ledakan. 

Ledakan yang terjadi tiba-tiba itu membuat warga berhamburan karena panik.

"Panik. Orang tentara sama polisi sampai masuk lubang galian, mengamankan diri. Tentara polisi saja panik, apalagi rakyat," tutur Sujana.

Menurut warga, ledakan Kilang Balongan memicu getaran yang sangat kencang. 

Baca juga: Jejak Perjuangan Melawan Belanda, Brandan Jadi Lautan Api Selama 3 Hari, Kilang Minyak Diledakkan

Diperkirakan, getaran itu dirasakan sampai radius lebih dari 2 kilometer (km).

Sujana menuturkan, suara ledakan kilang minyak Pertamina itu bahkan terdengar sampai Subang dan Cirebon. 

"Getarannya kencang sekali, teman saya di daerah Subang sampai Cirebon mendengar suara ledakannya," kata Sujana.

"Desa Sukareja Baru, masjidnya rusak. Kacanya pecah semua, padahal jarak desa itu 1-2 km lebih. Bau avtur juga sampai jarak lebih dari 1 km," sambung dia.(Tribunnews/Rizki Sandi Saputra)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved