Kisah Rani Jambak,Gadis Pemburu Bebunyian Launching 'Suara Minangkabau'
Rani Jambak, musisi asal Kota Medan ini lahirkan karya bertajuk Suara Minangkabau. Dia merefleksikan berbagai bunyi-bunyian dalam satu lagu
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Nama Rani Jambak mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Sumatera Utara.
Komposer muda dan kreatif asal Medan ini selalu membuahkan karya-karya yang luar biasa.
Sekarang, Rani Jambak merilis sebuah lagu bertajuk Suara Minangkabau.
Baca juga: VIA VALLEN Ungkap Kenapa Pilih Jadi Pedangdut, Meski Dia Penikmat Musik Jazz, Pop dan R&B dari Kecil
Launching lagu Suara Minangkabau ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 29, di Caldera Coffe, Kota Medan, Senin (29/3/2021).
Karya Suara Minangkabau mengusung tema #futureancestor, yang diartikan bahwa semua manusia yang hidup masa kini akan menjadi leluhur di masa yang akan datang.
"Konsep lagu Suara Minangkabau ini menggabungkan komposisi bunyi dalam tiga wilayah daerah yaitu Darat, Pesisir, dan Rantau," kata Rani Jambak.
Ia menambahkan, beberapa wilayah yang dieksplorasi yaitu Kota Padang, Pariaman, Ampek Angkek, Payakumbuh, Bukit Tinggi, Tabek Patah, Kota Medan, dan Kisaran.
Baca juga: Kulcapi, Alat Musik Tradisional Suku Karo Menyerupai Gitar, Hanya Miliki Dua Senar
Adapun soundscapes yang diberikan melalui lagu Suara Minangkabau tercipta atas aktivitas alat musik, budaya, ekonomi, alam, dan lainnya yang mampu memberikan rangkaian gambaran akan suatu tempat.
"Bunyi dari setiap daerah ini berbeda, bahkan masing-masing desa dari Dare pun memiliki karakter tersendiri, intonasi bahasa pun berbeda," sambungnya.
Rani Jambak selaku sound recordist beserta rekannya Evi Ovtiana sebagai videografer merekam berbagai aktivitas sosial budaya di Sumatera Barat, meliputi aktivitas di pasar, berkebun, berburu babi, melaut, rumah gadang, pemain musik tradisi, makanan tradisional, randai, sawah, perbukitan, transportasi, pembuatan sampan, lembah, air terjun, danau, mesjid, hewan, alat musik talempong batu, dan lainnya.
Baca juga: Mantu Presiden Jokowi Masuk Lokasi Hiburan Malam Dengarkan Dentuman Musik, Lakukan Ini ke Pengelola
"Hal yang paling terkesan bagi Rani adalah ketika merekam alat musik talempong batu," ungkapnya.
Rani Jambak merekam bunyi lalu mengolahnya dengan teknik sampling suara yang kemudian di aransemen menjadi sajian komposisi musik indah nan kreatif.
Ketua Ekonomi Kreatif Medan Andre mengungkapkan pada kata sambutannya bahwa karya yang dilahirkan seorang musisi asal Medan ini, tidak hanya untuk Sumatra melainkan untuk bangsa Indonesia.
Rani menceritakan pengalamannya dalam proses produksi lagu tersebut sangat membanggakan bagi diri sendiri, karena ia membawa merga Jambak dari leluhurnya yaitu etnis Minangkabau.
Baca juga: Rilis Dua Single Unggulan, Daway Band Semarakkan Blantika Musik Tanah Air dari Kota Medan
Dalam kategori "Contemporary Soundscapes", Rani telah menghasilkan komposisi-komposisi musik yang mengeksplorasi keberagaman bebunyian khas dalam karya-karya Sound of Medan (2020 disponsori Goethe Institut Singapore, dalam project Sound of X, yang melibatkan 8 negara), Harmoni Sumatera Utara (2020, disponsori Humas Provinsi Sumatera Utara), dan Suara Minangkabau yang disponsori oleh Dirjen Kebudayaan Republik Indonesia). (cr9)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penampilan-rani-jambak-dalam-program-isla-di-sydney.jpg)