Nikmati Angin Sepoi-sepoi Sembari Memandang Keindahan Danau Toba dari The Caldera Nomadic
Perjalanan menuju kawasan ini dapat ditempuh dengan kendaraan mobil dan sepeda motor.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Pengunjung terlihat menikmati angin sepoi-sepoi dan duduk di atas rumput hijau sambil memandang Danau Toba yang berada di bawah perbukitan Caldera, yang berada di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.
Para pengunjung juga bisa merasakan dinginnya udara yang menusuk kulit bila sore hari sudah tiba.
Bila matahari sudah mulai menyising, pepohonan yang ada di kawasan tersebut melindungi para pengunjung dari terpaan langsung matahari.
Inilah yang membuat suasana tetap sejuk walaupun cuaca sedang panas.
Baca juga: Profil Sabreena Dressler, Pemain Timnas Wanita Blasteran Jerman, Dari Akademi, Cedera dan Bangkit
Keindahan lokasi ini ternyata sudah mendunia dan bahkan para menteri berdatangan ke lokasi ini bila ada kunjungan kerja ke kawasan Toba.
Terakhir, kemarin pada Jumat (26/3/2021) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sambangi lokasi tersebut dan mengaguminya.
Dari atas Caldera Nomadic Escape tersebut, terlihat pematang sawah terbentang luas yang berada di pinggiran Danau Toba.
Bangunan rumah tradisional Batak Toba juga terlihat indah berbaris saling berhadapan di daratan pinggiran Danau Toba.
Keaslian kampung tersebut membuat setiap pengunjung kagum dan seakan bertahan lebih lama memandangnya.
Rimbunan bambu yang membatasi masing-masing dusun atau perkampungan membuat para pengunjung teringat masa lalu, tradisi perkampungan Batak Toba.
Dari atas Caldera tersebut, pengunjung melihat rimbunan pohon yang tumbuh di perkampungan tersebut.
Dengan seruputan kopi asli kawasan Danau Toba, duduk memandang di atas Caldera Nomadic Escape tersebut menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.
Baca juga: Kondisi Rumah Desiree Ibu Bams Setelah Diusir, Jadi Tetangga Hotma Sitompul yang Ditutupi Pagar Seng
“Enaknya di sini memandang sambil menikmati kopi, kita bisa lihat bagaimana keasrian sebuah kampung.
Kita teringat dengan cerita orang tua kita, kampung yang dibatasi bamboo dan masih banyak rumah tradisional Batak Toba di sini,” ujar seorang pengunjung Tian Tampubolon (27) saat berada di Caldera Nomadic Escape, Sabtu (27/3/2021).
Perjalanan menuju kawasan ini dapat ditempuh dengan kendaraan mobil dan sepeda motor.
Bila pengunjung berangkat dari Kota Balige dapat ditempuh dengan waktu 1,5 jam. Kondisi jalan yang bagus membuat para pengunjung tidak merasa kesulitan mencapai kawasan tersebut.
“Kondisi jalan pun bagus dan dapat digapai dengan kendaraan bermotor. Yang pasti, kita tidak capeklah menghindari kerusakan jalan. Kebetulan, kawasan ini sudah dikelola oleh pihak pemerintah. Jalanan ke sini pun mulus,” sambungnya.
Di kawasan tersebut, para pengunjung pun dapat berteduh manakala hujan dengan adanya tempat beristirahat, bahkan tempat penginapan bila pengunjung memutuskan bermalam atau merebahkan diri.
Hal tersebut membuat para pengunjung tidak kesulitan manakala kemalaman dan terpaksa harus menginap.
Di areal tersebut, para pengunjung juga bisa menikmati kesendirian manakala ingin membaca, menulis atau beraktivitas yang membutuhkan keheningan.
Alam yang asri dan terawat secara khusus dipenuhi dengan rumput hijau membuat mata menjadi segar.
Baca juga: 5 Makanan Khas Suku Karo Yang Unik dan Ekstrim
Terlihat pengelola juga mendirikan bangunan mengikuti kontur tanah, tanpa merusak.
Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati perjalanan di kawasan tersebut dengan jalan kaki.
Alhasil, pengunjung betah duduk dan menikmati keindahan alam dari kawasan tersebut.
(cr3/tribun-medan.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keindahan-danau-toba-dari-caldera-nomadic-escape.jpg)