News Video
Menteri Sandiaga Uno Pilih Bali Jadi Tempat Magang Para Peserta Diklat dari Toba, Ini Alasannya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberangkatkan para peserta magang ke Bali dengan alasan bahwa Bali
Penulis: Maurits Pardosi |
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberangkatkan para peserta magang ke Bali dengan alasan bahwa Bali adalah tempat yang cocok pembelajaran pariwisata.
Baginya, Politeknik Pariwisata Bali telah menghasilkan sejumlah lulusan yang mumpuni di bidang pariwisata.
Selain itu, Bali merupakan sebuah destinasi wisata yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan. Dan hal tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan kawasan Toba yang masih kuat di bidang kebudayaan dan kearifan lokal.
Ia berharap para peserta akan digembleng menjadi insan yang ramah dan mampu mengimplementasikan pemahaman pariwisata Bali di kawasan Toba setelah mendapatkan pelatihan selama 8 bulan di Politeknik Pariwisata Bali
“Ini angkatan kedua, dan nanti akan diterangkan secara detail. Secara standarnya, Bali adalah pelayanan terbaik dan SDM. Dan ini sudah diakui oleh seluruh dunia. Maka, yang kita inginkan juga, Toba memiliki kesempatan, SDM nya berbasis SDM pariwisata kelas dunia,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa lulusan dari politeknik tersebut telah tersebar di berbagai belahan dunia sebab terkenal dengan kemampuannya berjibaku di bidang pariwisata.
“Lulusan terbaik dari Politeknik Pariwisata Bali sangat diminati di Dubai, di Eropa, di New York. Lulusan terbaik di kapal-kapal pesiar itu semua berbasis pendidikan yang mereka dapatkan di Politeknik Pariwisata Bali,” jelasnya.
“Kita akan lepaskan siswa-siswi yang terpilih dan punya kesempatan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat Bali melalui magang,” tuturnya.
Ia juga mengutarakan bahwa para peserta tetap mengingat kearifan lokal kawasan Danau Toba. Keahlian dari Bali harus mampu disinergikan dengan kearifan lokal Toba.
“Harapannya, semuanya mendapatkan wawasan global, SDM terbaik dan berkualitas di bidang pariwisata tapi juga berkearifan lokal, yaitu menjunjung tinggi kebudayaan dan nilai-nilai luhur yang dimiliki daerah Danau Toba dan sekitarnya,” tuturnya
“Harapan kita, kita hisa membangkitkan mereka; membangkitkan motivasi dan memompa semangat bahwa kita akan segera bangkit dari keterpurukan yang diakibatkan oleh pandemi ini,”ungkapnya.
Hal sama juga disampaikan oleh Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, Bali dikenal dengan kerahtamahannya.
“Negara-negara lain yang mengenal Indonesia, pertama sekali bertanya Bali. Mereka tetap saja menginginkan Bali, ada apa dengan Bali. Apa yang bisa dipelajari di Bali dapat diimplementasikan di sini, tapi dengan memperhatikan kearifan lokalnya,” tuturnya.
“Dan hal ini sangat tepat karena pariwisata di Bali itu adalah pariwisata Budaya. Seperti yang dikatakan oleh Gubernur Bali bahwa pariwisata di sana adalah pariwisata budaya,” pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)