Mobil BKSDA Sumut Dilempari OKP saat Mencoba Menyelamatkan Anak Orangutan di Binjai
Tim BKSDA Sumut dan OIC-SRA, dikabarkan mendapat serangan saat hendak mengamankan anak orang hutan di Binjai.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim BKSDA Sumut dikabarkan mendapat serangan saat hendak mengamankan anak orangutan yang dipelihara warga di Binjai.
Diketahui anak orangutan adalah satwa yang dilindungi.
Petugas yang mendapat informasi tersebut kemudian menuju ke lokasi tersebut dan hendak menyelamatkan anak orangutan.
Namun, setelah berada di seputaran lokasi, BKSDA Sumut sedang diserang oleh organisasi kepemudaan (OKP) Binjai.
"Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB atau 11.00 WIB. Di mana Tim KLHK dipukul mundur OKP di Binjai," kata sumber Tribun Medan, Senin (22/3/2021).
Tim penyelamat orangutan yang saat itu mengendarai mobil, mendapat penolakan dengan kaca mobil yang dilempari.
"Tidak bisa ambil video karena tim tiarap dalam mobi. Tim melakukan upaya persuasi namun ditolak dan dikasari. Tim kemudian diusir dan dilempari batu. Mobil tim rusak karena hujan batu.oleh OKP, di mana mereka menolak menyerahkan anak orangutan yang dipelihara ilegal di markasnya. Ini melanggar UU No 5 Tahun 1990 karena orangutan adalah jenis satwa dilindungi negara," katanya kembali.
Informasi tambahan yang didapat, pascakejadian, tim penyelamat orangutan kemudian melarikan diri dan berlindung di markas Brimob Binjai.
Terkait kabar tersebut, Tribun Medan mencoba konfirmasi kepada Humas Yon A, Brimob Binjai, Briptu Rio melalui sambungan seluler, ia membenarkan adanya tim BKSDA yang berlindung di Mako.
"Tadi memang ada tim BKSDA berlindung di Mako. Namun, kami mengarahkan untuk korban membuat laporan ke Polres Binjai," ujarnya.
"Untuk saat ini kami masih menunggu arahan selanjutnya terkait kejadian tersebut," sambungnya mengakhiri.
(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/orangutan-dari-malaysia-tiba-di-sumut.jpg)