TRIBUNWIKI

Mengenal Kiras Bangun, Si Mata Merah, Pahlawan Nasional Dari Tanah Karo

Kiras dilahirkan dari pasangan Tanda Bangun dan Beru Ginting. Kiras dikenal dengan kepiawaiannya dalam berbahasa Melayu dan aksa Karo.

Editor: Ayu Prasandi
IST
Pahlawan Nasional Kiras Bangun 

Kami Bersumpah atas kata sepakat Bersumpah bersatu melawan Belanda Kalau mereka datang menjajah Tanah Karo.

Diusir bersama mata mata mereka yang tinggal di Kaban Jahe. 

Kalau kami Ingkari sumpah ini Maka Matilah kami karena nasi, lauk dan air yang kami minum Dan keturunan kami tidak akan selamat menginjak Tanah Karo.

Singkat cerita, Belanda pun berhasil menduduki Kabanjahe. Meski demikian, Kiras dan pasukannya tetap berupaya mendirikan beberapa benteng pertahanan seperti di jalan Surbakti-Lingga Julu (Kabanjahe Selatan) dan sepanjang jalan Kandibata-Kacaribu (Kabanjahe Barat).

Sedangkan pos komando berkedudukan di Beganding (Kabanjahe Tenggara). 

Baca juga: Ketika Arsy, Arsya dan Azriel Sampai Menitikan Air Mataa saat Menyampaikan Doanya untuk Aurel

Berbagai pertempuran terus berlanjut, hingga satu persatu benteng pertahanan itu pun dapat dikuasai Belanda. 

Selanjutnya, tentara Belanda menggunakan taktik oportuniteit beginsel (prinsip oportunitas atau memanfaatkan situasi) sehingga membuat Kiras keluar dari persembunyian, hingga Belanda menangkap serta membuangnya di Riung kemudian dilepaskan pada tahun 1909.

Dilansir dari situs Tokoh Indonesia menyebutkan, meski sudah dibebaskan antara tahun 1909-1919, Kiras Bangun masih tetap dalam pengawasan oleh pasukan Marsose Belanda. 

Dibantu kedua anaknya, Kiras Bangun pun memimpin gerakan bawah tanah antara tahun 1919-1926, sampai perlawanan di Tanah Karo pun pecah.

Anak Kiras Bangun yang ikut membantu perjuangan sang ayah itu, kemudian dibuang ke Cipinang. Kiras Bangun pun meninggal dunia pada 22 Oktober 1942 di Batu Karang. 

Pada tahun 2005, Kiras Bangun dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November 2005.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved