Breaking News

News Video

Hinca Panjaitan Minta Kapolri Renovasi Gedung Polrestabes Medan Pascabom Teroris

Hinca menegaskan dirinya akan berbicara dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk merenovasi gedung Mapolrestabes Medan ini.

Hinca Panjaitan Minta Kapolri Renovasi Gedung Polrestabes Medan Pascabom Teroris

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan menegaskan Kantor Mapolrestabes Medan sudah sangat layak pascabom bunuh diri teroris yang terjadi pada 19 November 2021.

Hal ini disampaikan, anggota Dewan Fraksi Demokrat ini pada saat memberikan kompensasi kepada 7 korban bom di Mapolrestabes Medan, Rabu (17/3/2021). Serta dihadapan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, serta petinggi Polda dan Kapolrestabes Medan.

Hinca menegaskan dirinya akan berbicara dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk merenovasi gedung Mapolrestabes Medan ini.

"Kejadian sejak 2019 diserang oleh teroris sampai hari ini belum berubah sedikit pun dan karena itu saya minta Kapolri bahwa besok akan saya tanyakan itu supaya prioritas pertama Polrestabes Medan kita bikin yang tahan dan tidak dapat ditembus oleh teroris, cukup hanya sekali itu," tegasnya.

Hinca mejelaskan dirinya sudah lama mengetahui kondisi kantor Polrestabes Medan ini sejak berkuliah di Universitas HKBP Nomensen pada 1983 dan tidak ada berubah.

"Kami tadi masuk sebentar, sejak tahun 83, saya tahu tempat ini sudah seperti ini, waktu saya kost-kostan di Jalan Durian di sebelahnya gedung ini, waktu saya kuliah di Nomensen. Enggak berubah tempat ini," bebernya.

Bahkan, Hinca mengakui bahwa Polrestabes Medan adalah tempat yang menakutkan baginya saat menjadi mahasiswa.

"Bagi kami dulu menakutkan sebagai mahasiswa sekaligus musuh kami waktu itu. Tapi begitulah kecintaan kami pada institusi ini tak berubah dia," cetusnya disambut gelak tawa seisi ruangan.

Ia menegaskan bahwa kantor Mapolrestabes Medan sudah sangat tidak layak untuk sebuah ibukota provinsi sebesar Sumatera Utara.

"Atas izin pak Kapolda, izinkan saya berdiskusi dengan Bung Riko dan Pak Irwasda untuk merancang ini mau apakan Polrestabes ini. Menurut saya sudah sangat tidak layak sebuah kota Medan ibukota Provinsi mempunyai infrastruktur prasarana polisi sekelas ini untuk kota Medan. Harus segera kita carikkan yang lebih modern. Saya rasa Pak Kapolda ini adalah karya besar anda sebelum nanti naik lagi jabatannya yang lebih tinggi," tutur Hinca disambut tepuk tangan seisi ruangan.

Bagi, hinca pengeboman teroris tersebut adalah peringatan terakhir kantor Polrestabes Medan harus segera berbenah.

"Tidak bermaksud mengungkap tentang peristiwa 13 November 2019 tapi saya kira itu pesan adalah pesan gong terakhir. Bahwa kantor ini, rumah kita ini harus segera berbenah dan harus berubah dari seperti ini harus lebih luas dan besar untuk melayani masyarakat. Karena simbol kota Medan salah satunya adalah polrestabesnya. Ketika dimasuki penyerang itu dan masuk ke jantungnya meledakkan bom itu saya kira itu peringatan terakhirnya untuk kita," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak Kapolda Sumut untuk memimpin perancangan kantor Polrestabes Medan yang baru.

"Pak kapolda pimpinlan polrestabes ini, ayok kita rancang yang baru bahwa Polrestabes Medan kedepan haruslah yang kuat kokoh, kuat dan hebat. Tidak bisa ditembus siapapun kejahatan terorisme lainnya. tu pesannya menurut saya peristiwa 19 november lalu," tegasnya.

Bahkan, Hinca berjanji dirinya bersama 30 anggota dewan asal Sumut lainnya di DPR RI akan ikut menyuarakan ini agar terealisasi.

"Hari ini 2021 tahun ketiga, saya kira saatnya untuk kita sama sama berikhtiar sebagai wakil rakyat semampu saya mengajak 30 anggota DPR RI dari Sumatera Utara dari 575 total. Saya kira karena Medan adalah ibu kota provinsi ini, 30 orang ini kami harus punya tanggungjawab bersama untuk mewujudkan ini," bebernya.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved