DIPERKENALKAN Kota Rudal Milik Iran, Berisi Peralatan Perang Super Canggih, Arab Saudi Ketar-ketir

KABAR terbaru dari Pemerintah Iran sangat mengejutkan dunia barat karena mereka dirikan kota rudal. Jadi, kota rudal ini berisi rudal jelajah

THE TRUTH SEEKER
Rudal Sayyad 2. (THE TRUTH SEEKER) 

TRIBUN-MEDAN.COM - KABAR terbaru dari Pemerintah Iran sangat mengejutkan dunia barat karena mereka dirikan kota rudal. Jadi, kota rudal ini berisi rudal jelajah dan balistik. 

Selain itu, kota rudal juga dipenuhi peralatan perang elektronik yang super canggih. 

Disebut-sebut kota rudal diresmikan oleh pemimpin IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami dan kepala angkatan laut organisasi Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri. 

Baca juga: SOSOK Cicit Presiden Bergaya Hidup Mewah, Dolanan Naik Jet Pribadi, Bukan Keturunan GusDur, Soeharto

Baca juga: FOTO-FOTO Cicit Presiden yang Gaya Hidupnya Glamor, Suka Pamer Kemewahan, Dolananya ke Luar Negeri

Baca juga: INILAH Polwan tak Pernah Naik Pangkat, Tidak Diberhentikan, Menolak Jadi Ajudan Ibu Tien Soeharto

Oleh karena itu, kota rudal dioperasikan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam

Gambar dan rekaman video dari rudal dan peralatan peluncurannya disiarkan oleh TV pemerintah.

"Apa yang kita lihat hari ini adalah sebagian kecil dari kemampuan rudal yang besar dan ekspansif dari pasukan angkatan laut Pengawal Revolusi," kata Salami seperti yang dikutip Arab News.

Dia mengatakan, rudal dan peralatan rudal baru memiliki kemampuan operasional yang canggih, seperti penembakan yang akurat dari peluncur bawah tanah dan situs pertahanan sipil.

"Peralatan baru di kota rudal dapat meluncurkan ranjau dalam berbagai jarak, memungkinkan operasi penembakan 360 derajat dan bergerak, digunakan dalam peperangan elektronik. Dan, meningkatkan jarak tembak pasukan angkatan laut IRGC dan kekuatan destruktif dalam pertempuran," jelas Salami.

IRGC mengklaim, rudal dan peralatan peluncuran baru telah dirancang dan diproduksi oleh kementerian pertahanan Iran sendiri, perusahaan militer, dan organisasi penelitian angkatan laut IRGC.

IRGC mengatakan tahun lalu telah membangun sejumlah "kota rudal" bawah tanah dan lepas pantai di pantai Teluk Arab dan Laut Oman, yang akan menjadi "mimpi buruk bagi musuh."

Laksamana Tangsiri mengatakan musuh Iran tahu pangkalan itu ada "tetapi informasi mereka tidak akurat."

"Pangkalan rudal baru menunjukkan bagaimana Iran tidak hanya memperkuat fasilitas bawah tanahnya tetapi juga menguji dan membangun varian baru rudal," kata analis keamanan Dr. Theodore Karasik kepada Arab News.

“Optik tersebut bermain baik untuk Iran, secara domestik dan internasional. Tetapi sebenarnya ini menggambarkan pemikiran Iran mengenai keamanan maritim dan skenario perang potensial dan adalah bagian dari budaya IRGC dalam hal asimetri,” kata Karasik, penasihat senior untuk Analisis Negara Teluk di Washington DC.

Baca juga: INILAH Artis Terkaya di Indonesia, Bukan Raffi Ahmad, Bukan Nikita Mirzani, Berikut Profil Sosoknya

Baca juga: Desy Ratnasari Susah Move On dari Irwan Mussry, 8 Tahun Pacaran Diperlakukan Spesial, Ngapain Aja ?

Baca juga: Rahasia Sophia Latjuba Masih Menawan, Tubuhnya Semampai Meski Usianya 50 Tahun, Pakai Susuk ?

Media Arab menuding Iran dan proksinya di kawasan itu--Hizbullah, Houthi, dll-telah melancarkan ratusan serangan dengan rudal dan drone bersenjata dalam setahun terakhir, menargetkan warga sipil dan infrastruktur energi di Arab Saudi.

Pembentukan "kota rudal" menimbulkan pertanyaan tentang komitmen AS dan kekuatan Eropa untuk menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), perjanjian tahun 2015 untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi.

Donald Trump menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018, dan mulai memberlakukan sanksi.

Akan tetapi, Presiden Joe Biden ingin kembali ke kesepakatan tersebut. Arab Saudi dan sekutunya percaya bahwa perjanjian baru harus diperpanjang untuk mengatasi program rudal balistik Iran dan agresi regional.

“Komunitas internasional memiliki pengetahuan penuh tentang ambisi regional Iran dan peningkatan keterlibatan dalam urusan regional. Gambar dan video baru ini lebih dari cukup bukti untuk melibatkan Iran, karena ini dapat dianggap sebagai pengakuan yang blak-blakan tentang kemampuan misil mereka, tetapi komunitas internasional masih diam," kata analis politik Arab Saudi Dr. Hamdan Al-Shehri mengatakan kepada Arab News.

“Dunia mendengar para pejabat senior Iran membual tentang dukungan mereka untuk milisi Houthi baru-baru ini, mereka telah menunjukkan berkali-kali bahwa mereka sedang memiliterisasi kawasan itu untuk membuatnya lebih tidak stabil. Jika komunitas internasional terus diam dalam menghadapi agresi ini, maka merekalah yang akan bertanggung jawab,” tambahnya.

Serangan Houthi kembali jebol pertahanan udara Saudi

Gerakan Houthi Yaman, yang mendapat dukungan Iran, Senin (15/3/2021), meluncurkan serangan drone bersenjata ke Bandara Abha dan pangkalan udara di Kota Khamis Mushait, Selatan Arab Saudi.

"Ini adalah bagian dari hak kami yang sah untuk menanggapi kejahatan agresi dan blokade yang terus berlanjut," kata Yahya Sarea, juru bicara Houthi, dalam sebuah posting di Twitter, seperti dikutip Reuters.

Menurut Yahya, tiga drone telah ditembakkan ke sasaran militer di Bandara Abha dan Pangkalan Udara Raja Khalid di Kota Khamis Mushait. Dia mengatakan, drone berhasil mengenai target.

Baca juga: PESONA Artis Rupawan Usia 50 Tahun, Mampu Pikat Pria Muda dan Kaya, Kali Ini Berduaan di Atas Kapal

Baca juga: IBU Eva Celia Ini Pamer Kedekatan dengan Pria Muda, Berlibur di Kapal Pesiar, Tubuhnya Jadi Sorotan

Baca juga: KABAR DUKA, Ajudan Soekarno asal Bali Meninggal, Setiap Bulan Beri Buah Bung Karno di Wisma Yaso

Tidak ada konfirmasi langsung dari Pemerintah Arab Saudi bahwa lokasi-lokasi itu telah diserang.

Tetapi, koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengatakan, telah mencegat pesawat tak berawak Houthi pada Senin pagi yang ditembakkan ke arah Khamis Mushait.

Sebelumnya, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara di ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, Sanaa, pada Minggu (7/3), setelah mereka mencegat serbuan drone dan rudal yang diluncurkan kelompok itu.

Saling serang itu menandai eskalasi baru dalam konflik enam tahun Yaman antara Pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi dan Houthi.

"Operasi militer itu menargetkan kemampuan militer Huthi di Sanaa dan sejumlah provinsi lain," kata Koalisi Arab Saudi, Saudi Press Agency melaporkan, seperti dikutip Channel News Asia.

Setiap berita, foto, video, grafis dan publikasi yang telah dimuat Harian Tribun Medan, online Tribun-Medan.com serta media sosial lainnya yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan dari Tribun Medan - bagian Tribun Network adalah produk pers yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Setiap berita, foto, video, grafis dan publikasi yang telah dimuat Harian Tribun Medan, online Tribun-Medan.com serta media sosial lainnya yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan dari Tribun Medan - bagian Tribun Network adalah produk pers yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. (TRIBUN MEDAN/RINALDI)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Pamerkan 'Kota Rudal' Mereka, Berisi Berbagai Rudal Jelajah, Balistik, hingga Ranjau Laut

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved