TERUNGKAP Sosok Mayat yang Ditemukan di Jurang Kabupaten Karo, Warga Langkat yang Diculik
Keluarga korban, Agus Sugianto diwawancarai mengatakan sebelum dibunuh, korban telah diculik paksa oleh belasan orang.
Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Sesosok mayat yang ditemukan di jurang Kabupaten Karo sempat misterius, karena diduga korban pembunuhan.
Belakangan, pihak keluarga membeberkan adanya dugaan pembunuhan yang diduga melibatkan belasan orang.
Penemuan mayat ini di Desa Tanah Karo, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo pada Rabu (3/3/21) lalu.
Korban diketahui Hardika Syahputra (36), warga Dusun Suka Mulia, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
Mayatnya ditemukan terbujur kaku di lembah jurang sedalam 40 meter dengan kemiringan 70 derajat.
Mayatnya diduga sengaja dibuang jauh untuk menghilangkan jejak tindak pidana Kriminal pembunuhan.
Keluarga korban, Agus Sugianto diwawancarai mengatakan sebelum dibunuh, korban telah diculik paksa oleh belasan orang.
Belasan orang itu menyeret korban, lalu kabur dengan mengendarai mobil dari kediamannya.
"Sebelum dibunuh korban diculik oleh belasan orang berwajah sangar. Orang itu naik mobil. Penculikan itu terjadi pada Februari dini hari sekitar pukul 03.00 WIB lalu. Saat itu korban sedang tertidur bersama temannya di ruang depan kediaman," jelas Agus Sugianto
Agus menceritakan detik-detik korban diculik belasan pelaku.
Para pelaku menggedor pintu rumah korban. Karena dikunci, salah satu pelaku membuka paksa kunci pintu dengan memasukkan tangannya lewat daun jendela.
"Korban tidak sempat meminta pertolongan lantaran mendapatkan ancaman dari pelaku. Belasan orang itu menyekap korban, dan membawa korban ke dalam mobil langsung tancap gas," ujar Agus.
Pihak keluarga sudah membuat laporan ke Polres Langkat atas kasus penculikan.
Hingga Rabu (3/3/21), keluarga baru mendapatkan informasi kalau korban ditemukan tidak bernyawa di dalam jurang Desa Tanah Karo, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.
Keluarga mendapat kabar ada temuan mayat. Dan alhasil, menjemput ke Kabupaten Karo, untuk mastilan bahwa mayat adalah keluarga mereka yang telah menjadi korban.
"Kami leluarga tidak mengetahui apa motif pelaku melakukan penculikan dan pembunuhan. Selama ini keluarga kami ini gak pernah punya musuh atau bermasalah dengan orang lain," ungkap Agus.
Keluarga korban berharap agar pihak kepolisian Polres Langkat dapat segera mengungkap motif dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.
Mereka meminta polisi memberi keadilan dengan hukuman seberat-beratnya.
Kasat Reskrim Polres Langkat, Ipti Said Husein dikonfirmasi masih enggan memberi keterangan resmi. Alhasil Tribun Medan, berupaya menginformasikan pengungkapan kasus ini ke Humas Polres Langkat, Aiptu Yasir Rahman.
"Setahu saya sudah ada tersangka satu orang diamankan, itu lah dia yang mengatakan soal pembuangan mayat ke Tanah Karo sana. Cuma saya belum berani memberi komentar banyak. Tadi seharusnya mau gelar perkara, tapi batal karena mendadak ada kegiatan di Polda. Itu saja dulu ya sementara," pungkas Aiptu Yasir Rahman.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pihak-polres-langkat-melakukan-olah-tkpasa.jpg)