KABAR DUKA Pastor Leo Joosten Meninggal Dunia Pagi Tadi, Jenazah Disemayamkan di Berastagi

"Berita dukacita, telah dipanggil Tuhan kembali ke hadiratNya P. Leo Joosten, OFM Cap di RS Elisabet Medan, pada hari Minggu 28 Februari 2021 pukul 0

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Salomo Tarigan
ist
Pastor Leo Joosten 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Kabar duka. Umat Katolik Keuskupan Agung Medan berkabung atas meninggalnya Pastor Leo Joosten, OFM Cap.

Kabar meninggalnya Pastor Leo Joosten diunggah oleh Pastor Liberius Sihombing, pastor paroki di Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi Berastagi. 

Setelah dikonfirmasi, Pastor Liberius Sihombing membenarkan informasi tersebut.      

Pemberitahuan ini diunggahnya pada laman media sosial sekitar pukul 4.58 WIB.

Dalam unggahan tersebut terlihat jelas bahwa Pastor Leo Joosten OFM Cap meninggal di Rumah Sakit Elisabeth, Medan pada Minggu (28/2/2021) pukul 02.28 WIB. 

"Berita dukacita, telah dipanggil Tuhan kembali ke hadiratNya P. Leo Joosten, OFM Cap di RS Elisabet Medan, pada hari Minggu 28 Februari 2021 pukul 02.28 WIB," tulis Pastor Liberius Sihombing OFM Cap dalam akun media sosial pada Minggu (28/2/2021). 

Ia juga menyampaikan bahwa jenazah almarhum Pastor Leo Joosten OFM Cap akan disemayamkan di Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi, Berastagi. 

"Jenazah akan disemayamkan di Gereja Katolik Inkulturatif Paroki Berastagi mulai hari ini sampai Selasa siang. RIP," sambungnya. 

"Acara penghormatan untuk P. Leo akan diatur kemudian," sambungnya. 

Mengetahui berita kematian ini, sontak umat Katolik di Keuskupan Agung Medan sampaikan ungkapan belasungkawa. 

"Turut berdukacita kita doakan semoga P. Leo beristirahat dalam damai bersama para kudus di Surga," tulis seorang umat Katolik Keuskupan Agung Medan. 

"Turut berduka cita Pastor...selamat jalan Pastor Leo  yang kami sayangi, damailah bersama para kudus di Surga," sambung umat yang lain. 

Sebelumnya, ada juga pemberitahuan bahwa Pastor Leo Joosten dirawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. 

"Saudara/i terkasih dalam Kristus, Mohon Doa untuk kesembuhan Pastor Leo Joosten Ginting, OFM.Cap yg saat ini sedang sakit," demikian unggahan di laman media sosial tertulis. 

Sebelum meninggal, Pastor Leo Joosten telah merampungkan tulisannya yang menarasikan perjalanan hidupnya sebagai imam dan saudara kapusin. 

"Buku 50 Tahun menjadi Missionaris di Indonesia. P. Leo Joosten, OFM Cap. 50 Tahun berkarya, menjadi missionaris di Indonesia. Dari catatan P Liberius Sihombing  OFM Cap: 18 Jan 1971 P. Leo Joosten berangkat dari Belanda menuju Indonesia utk menjadi misionaris dan tiba di Jakarta 19 Jan 1971.

Buku kenangan atas karya dan perjalanan P. Leo selama 50 tahun telah terbit setebal 628 halaman, berisi karya-karya, kisah dan kesan banyak pihak terhadap beliau. Tentu intinya monumen emas 50 tahun seorang pejuang iman, kemanusiaan dan pemerhati budaya," sambungan dari tulisan Pastor Liberius Sihombing OFM Cap akan Pastor Leo Joosten OFM Cap.

Leo Joosten Ginting, OFMCap merupakan seorang pastor kelahiran Nederwetten, Belanda, 9 September 1942 yang telah berkewarganegaran Indonesia dan oleh masyarakat Karo di desa Suka, Tanah Karo, pada tahun 1999, secara adat telah ditabalkan bermarga Ginting Suka bere-bere Sitepu.

Beliau merupakan ketua Lembaga Pusaka Karo, pendiri Museum Pusaka Karo.

(cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved