Gempa Hari Ini

GEMPA Dangkal 5.2 Guncang Halmahera Selatan, Bangunan Beton Ambruk, Ini Foto Kerusakan yang Terjadi

GEMPA Dangkal 5.2 Guncang Halmahera Selatan, Bangunan Beton Ambruk, Ini Foto Kerusakan yang Terjadi

Editor: Tariden Turnip
facebook
GEMPA Dangkal 5.2 Guncang Halmahera Selatan, Bangunan Beton Ambruk, Ini Foto Kerusakan yang Terjadi . Kerusakan gempa dangkal 5.2 Halmahera Selatan 

TRIBUN-MEDAN.COM - GEMPA Dangkal 5.2 Guncang Halmahera Selatan, Bangunan Beton Ambruk, Ini Foto Kerusakan yang Terjadi 

Gempa dangkal berkekuatan 5.2 mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (26/2/2021).

BMKG mencatat, gempa terjadi pukul 20.02 Wit.

Gempa itu berpusat di darat, berada pada kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa dangkal 5.2 di Pulau Bacan
Lokasi gempa dangkal 5.2 di Pulau Bacan (facebook)

Hanya 11 kilometer dari Labuha, ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Getaran gempa ini dirasakan dengan skala MMI IV di Kabupaten Halmahera Selatan.

Skala MMI IV artinya dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

BMKG juga menyatakan gempa dangkal yang terjadi di laut ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pakar gempa dan tsunami BMKG Daryono mengunggah beberapa foto kerusakan akibat gempa ini.

Kerusakan gempa dangkal 5.2 Halmahera Selatan
Kerusakan gempa dangkal 5.2 Halmahera Selatan (facebook)

Terutama di Pulau Bacan, beberapa bangunan beton ambruk.

Barang-barang di supermarket berjatuhan.

Rak barang juga ambruk.

Afan Tidore, warga Labuha, lewat sambungan telepon mengatakan, warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Getaran gempa yang kuat membuat warga berpikir gempa itu berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. "Semua orang lari ke bukit karena takut tsunami," tuturnya.

Menurutnya, warga setempat sudah terbiasa dengan cara-cara penyelamatan diri pada saat gempa.

Bacan merupakan daerah di Maluku Utara yang sering dilanda gempa.

Tahun 2019, terjadi gempa di Pulau Halmahera yang terasa hingga Bacan.

Berdasarkan video dan foto yang diperoleh Kompas, di Rumah Sakit Umum Daerah Labuhan, petugas medis mengevakuasi pasien keluar ruangan karena takut bangunan itu roboh. Di sejumlah tempat perbelanjaan, rak penyimpan barang tumbang, barang jualan pun berjatuhan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Abdul Karim Latara mengatakan, jumlah korban dan kerusakan material masih didata.

"Banyak bangunan yang rusak dan ada warga yang terluka. Petugas kami masih bergerak di lapangan," ucap Abdul. Warga yang mengungsi diperkirakan berjumlah ratusan.

Saat ini, mereka membangun dua tenda darurat di halaman rumah sakit. Tenda itu selain menampung pasien rumah sakit, juga akan berfungsi melayani korban yang luka akibat gempa. "Kami masih fokus menangani pasien yang dievakuasi di rumah sakit," ujarnya.

Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, Sukari menjelaskan, memang sebagian bangunan RSUD mengelami retak akibat gempa.

Pasien saat ini diungsikan di luar rumah sakit.

“Saat ini kita sementara bangun tenda di halaman rumah sakit untuk pasien. Ada satu tenda rencana mau bangun di sekitar masjid raya,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat.

Sejauh ini belum dapat dipastikan besar kerugian yang ditimbulkan akibat gempa.

“Belum tahu apa saja kerugian yang ditimbulkan, kita belum mendata seluruhnya. Saat ini masih bantu warga,” tuturnya.

BMKG mengatakan gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun ( _normal fault_ ).

Hingga hari Jumat, 26 Februari 2021 pukul 18.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( _aftershock_ ).

Kerusakan gempa dangkal 5.2 Halmahera Selatan
Kerusakan gempa dangkal 5.2 Halmahera Selatan (facebook)

Rekomendasi 
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.(facebook/kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa Halmahera Selatan, Bangunan RSUD Retak, Pasien Panik Berlarian Selamatkan Diri"

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved