Riska Fitria, Korban Pembunuhan oleh Oknum Polisi, Ternyata Berencana Menikah Tahun Ini

Fakta lain tentang Riska Fitria (21), korban pembunuhan yang jasadnya dibuang di pinggir jalan, diungkapkan sang ibu, Ani Kusmirawan (44).

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Ibu korban pembunuhan menunjukkan foto putrinya, Riska Fitria bersama pacarnya, saat ditemui Tribun Medan di kediamannya, Kamis (25/2/2021). 

Lalu, Ani kembali duduk, air matanya bercucuran jatuh ke pipinya. Sesekali ia menyeka air matanya.

Ani terlihat berbicara sendiri, sembari mencoba menabahkan hatinya.

"Alhamdulillah. Mamak janji nak, mencoba menahan air mata. Mamak sudah janji sama kakak, tidak akan nangis," katanya.

Ani tak lupa, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu keluarganya dalam menangkap pelaku.

"Saya berterimakasih. Alhamdulillah, Alhamdulillah. Sekarang kami mulai lega. Saya juga sudah janji sama anak saya (Riska Fitria) kalau sudah ditangkap pelakunya, saya akan makan, saya tidak lagi menangis," sebutnya saat ditemui di kediamannya.

"Ya Allah, terkabul doa kita," sambung Ani Kusmirawan sembari menangis.

Sang Ayah, Alan ungkap bahwa anak ke tiga dari enam bersaudara ini dikenal sosok yang baik dan mandiri.

"Anak saya ini tidak pernah mau mengeluh. Bahkan ia apa-apa membeli sendiri dengan uang hasil kerjanya. Kalau ia kepingin beli baju, ia selalu membelinya sendiri. Ia juga peduli kali sama kami," kata pria berambut lurus ini.

Meski mencoba tegar, pria berkulit sawo matang ini terlihat matanya berkaca-kaca, sesekali ia menundukkan kepalanya dan mengelap matanya dengan jemari tangan kanannya.

Alan menjelaskan bahwa putrinya bekerja di Polres Pelabuhan Belawan berawal saat praktek kerja lapangan (PKL) yang ditugaskan dari sekolahnya.

"Awalnya ia kerja praktek di sana (Polres Pelabuhan Belawan). Namun, setelah tamat, ia diminta bantu-bantu di Polres sebagai tenaga honor yang membantu dibagikan kesehatan," ujarnya.

Lanjut Alan, anaknya sempat berhenti sebagai tenaga honorer di Polres Pelabuhan Belawan, namun, lima bulan terakhir kembali dipanggil kerja.

"Sempat berhenti. Namun lima bulan terakhir ia kerja di sana lagi. Kami sudah percaya karena anak kami bekerja di Polres Belawan. Karena kami anggap lingkungan aman," ungkapnya.

Ia tak menyangka anaknya dibunuh dengan cara tragis dan dibuang di Kabupaten Sergai.

"Apa salah anak kami. Anak kami ini baik orangnya. Ia tidak pernah berbuat masalah," sebutnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved