Hari Terakhir Bertugas, Wali Kota Tersingkat di Indonesia Ini Naik Motor Trail Tinggalkan Balai Kota

Wali Kota Medan Akhyar Nasution meninggalkan Balai Kota menggunakan sepeda motor trail miliknya, Selasa (16/2/2021).

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Rechtin Hani Ritonga
Akhyar Nasution bersiap meninggalkan Balai Kota di hari terakhir bertugas sebagai Wali Kota Medan, Selasa (6/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Akhyar Nasution meninggalkan Balai Kota menggunakan sepeda motor trail miliknya, Selasa (16/2/2021).

Sepeda motor tersebut berwarna orange bermerk KLX.

Hal tersebut dilakukan Akhyar usai acara pelepasan tugasnya di Balai Kota Medan.

Hari ini, Selasa (16/2/2021) merupakan hari terakhir Akhyar bertugas sebagai Wali Kota Medan sisa jabatan 2016-2021.

Akhyar yang tercatat sebagai wali kota tersingkat di Indonesia, bergegas meninggalkan Balai Kota dan menyerahkan semua fasilitas yang selama ini ia pakai saat menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan dan Wali Kota Medan definitif.

Ditanya apakah ada filosofi tertentu menggunakan sepeda motor tersebut, Akhyar mengaku tidak ada.

Ia mengatakan mobil miliknya sedang berada di bengkel.

"Enggak ada alasan tertentu. Cuma inilah hartaku, mobilku lagi di bengkel, jadi enggak bisa dipakai," ucapnya seraya melambaikan tangan kepada seluruh pimpinan OPD dan Camat se-Kota Medan yang hadir.

Akhyar kemudian meninggalkan Balai Kota menuju rumahnya di Jalan Intertip, Komplek Wartawan, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur.

Sebelumnya, dalam acara pelepasan dirinya di Balai Kota Akhyar mengucapkan kata-kata di akhir jabatannya.

Ia meminta maaf kepada seluruh pekerja di jajaran Pemko Medan.

"Saya mohon maaf kepada semua jajaran pemerintah kota Medan, baik yang PNS maupun yang honorer. Saya sudah mengabdikan apa yang ada di diri saya, itulah kemampuan saya. Saya tidak bisa memberikan lebih dari itu, karena memang itulah kemampuan maksimal saya," ujarnya.

Akhyar mengucap syukur dan terima kasih kepada warga Medan di penghujung jabatan nya.

Ia juga meminta maaf atas pekerjaan yang belum sempat ia selesaikan.

"Alhamdulillah saya bisa mengakhiri jabatan ini dengan baik. Lebih kurangnya kami mohon maaf kami menyadari manusia dhoif yang tidak sempurna, namun kami meyakini apa yang ada kemampuan sama kami," pungkasnya.

AKHYAR Nasution dilantik sebagai Wali Kota Medan ke-17 di Aula Tengku Rizal Nurdin Pemprov Sumut, Kamis (11/2/2021).
AKHYAR Nasution dilantik sebagai Wali Kota Medan ke-17 di Aula Tengku Rizal Nurdin Pemprov Sumut, Kamis (11/2/2021). (TRIBUN MEDAN/VICTORY)

Baca juga: Air Terjun Teroh-teroh dan Kolam Abadi, Destinasi Wisata yang Alami dan Jernih di Kabupaten Langkat

Baca juga: Desy Ratnasari Tampil Cantik saat Kunker, Gubernur Edy Rahmayadi: Nyesal Saya Terlambat Kenal

Diketahui, Akhyar Nasution menjabat Wali Kota Medan definitif dengan masa kerja tak sampai satu minggu.

Akhyar dilantik langsung oleh Gubernur Edy Rahmayadi pada Kamis (11/2/2021) siang di Aula Tengku Rizal Nurdin, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Kota Medan.

Masa jabatan Akhyar resmi berakhir pada 17 Februari 2021.

Dengan masa jabatan cuma enam hari, Akhyar tercatat sebagai wali kota tersingkat di Indonesia.

Sebelumnya pada akhir 2019, Akhyar diangkat menjadi Pelaksana Tugas Wali Kota Medan setelah Dzulmi Eldin ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap proyek yang terbukti memperkaya aset pribadinya.

Pada 15 Oktober 2020, Surat Keputusan pemberhentian Dzulmi Eldin sebagai Wali Kota Medan resmi dikeluarkan.

Dzulmi Eldin diberhentikan secara tidak hormat dari jabatan Kepala Daerah, karena terbukti melakukan praktik korupsi.

Meskipun jabatan wali kota sudah kosong sejak beberapa bulan lalu, pelantikan Akhyar baru dilakukan Februari dengan alasan yang tidak diketahui penyebabnya.

Berikut profil singkat Akhyar Nasution yang sudah resmi menjadi Wali Kota Medan sisa jabatan 2016-2021.

Akhyar Nasution lahir di Medan, 21 Juli 1966. Ia menempuh pendidikan di SD Negeri 060863/27 Kelurahan Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur pada 1974 hingga 1980.

Kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 9 Medan atau sekarang SMP Negeri 11 Medan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat, Medan pada 1980-1983 dan SMA Negeri 3 Medan pada 1983-1986.

Akhyar lalu melanjutkan pendidikan S1 jurusan Teknik Sipil di Universitas Sumatra Utara (USU) dan meraih gelar Sarjana Teknik pada 1988-1995.

Selama berkuliah, ia aktif menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Teknik USU (1988-1995).

Setelah tamat kuliah, Akhyar sempat bekerja sebagai Karyawan PT Fajar Hamparan Mas (1995-2000).

Kemudian mulai masuk kancah politik dengan menjadi Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Deli (1998-2002).

Akhyar menamatkan studi S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan di USU dan meraih gelar Magister Sains (2000-2003).

Pada Pemilu 1999, Akhyar maju sebagai calon legislatif dan duduk sebagai Anggota DPRD Kota Medan periode 1999-2004.

Setelah tidak lagi duduk di legislatif, ia bekerja sebagai wirausaha.

Pada Pilwako Medan 2015, ia ditunjuk sebagai calon Wakil Wali Kota Medan mendampingi Dzulmi Eldin.

Akhyar juga sempat menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak 1994 sampai 2020.

Pada 1 Agustus 2020, kader senior PDIP itu resmi dipecat dari PDIP. Lewat Surat Keputusan yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto. 

Dirinya kemudian mencari dukungan partai oposisi. Partai Demokrat menyambutnya. Disertai dukungan PKS pada tanggal 29 Agustus 2020. 

Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi resmi menjadi lawan Bobby Nasution dan Aulia Rahman.

Namun, pada akhirnya Akhyar harus berlapang dada mengakui kekalahan di Pilwalkot Medan dari menantu presiden okowi tersebut.

Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN) kalah tipis, ia memperoleh suara 48 persen dari total suara atau selisih 4 persen dari paslon lawannya, Bobby-Aulia.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved