Roni Sibarani Ditemukan Tewas Membusuk, Ibu Korban Curigai Tetangganya Sebagai Pelaku Pembunuhan
Lusi Sitinjak (39), warga Jalan Garu II B, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, punya kecurigaan terkait kematian putranya, Roni Sibarani
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lusi Sitinjak (39), warga Jalan Garu II B, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, punya kecurigaan tersendiri terkait kematian putranya, Roni Sibarani (18) yang ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di sebuah rumah kosong.
Lusi menduga anaknya tewas dibunuh. Ia menerangkan bahwa pihak keluarga mencurigai seorang tetangganya yang juga tinggal di Jalan Garu II.
"Ada warga di sini yang kami curigai. Polisi pun udah tahu itu," tuturnya kepada tribunmedan.id, Jumat (12/2/2021).
Diberitakan sebelumnya, mayat Roni Sibarani ditemukan oleh warga di dalam sebuah rumah kosong dalam keadaan telanjang bulat dengan kondisi kepala botak dan sudah membusuk, pada Selasa 9 Febuari 2021 lalu.
Warga sempat menduga mayat tersebut merupakan seorang gelandangan.
Pihak kepolisian yang mengetahui kejadian itu langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi
Lusi Sitinjak mengungkapkan bahwa dirinya yakin bahwa mayat tersebut anaknya. Hal itu terlihat dari baju yang ditemukan di dekat semak-semak rumah kosong tersebut.
Ia menerangkan anaknya tersebut dinyatakan hilang sekitar 26 Januari 2021 lalu.
"Waktu itu anak saya (korban) selesai makan malam pergi keluar rumah tanpa membawa kendaraan maupun handphone, hanya pakaian yang dikenakannya saja dibawanya," ungkapnya.
Ia mengatakan setelah korban pergi keluarga mulai sibuk mencarinya hingga pada akhirnya ditemukan mayat di balik pintu sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar 150 meter dari rumah korban.
Lusi pun menduga, pelaku sengaja membotakkan rambut korban yang diketahui berambut sedikit gondrong dan menelanjangi korban untuk menghilangkan jejak ataupun identitasnya.
"Rambut anak saya itu agak sedikit gondrong. Cuma pada saat penemuan mayat itu, kondisi rambutnya botak dan telanjang. Mungkin sengaja dibotakin dan ditelanjangi untuk menghilangkan jejak," tambahnya.
Terpisah, kakak korban Natalia Sibarani menuturkan pihak keluarga yang mendapati laporan dari masyarakat bahwa ada seseorang melempar sebuah benda yang diduga kuat merupakan baju milik korban ke dalam semak-semak tepatnya di depan rumah kejadian.
"Jadi kemarin itu, ada warga yang bilang kalau mereka melihat seseorang melempar sesuatu ke belakang perkarangan ini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/korban-pembunuhan.jpg)