Tim WHO Kunjungi Laboratorium Virus Wuhan dan Bertemu Si Wanita Kelelawar, Jawab Asal Covid-19

Tim WHO Kunjungi Laboratorium Virus Wuhan dan Bertemu Si Wanita Kelelawar, Jawab Asal Covid-19

Editor: Tariden Turnip
reuters
Tim WHO Kunjungi Laboratorium Virus Wuhan dan Bertemu Si Wanita Kelelawar, Jawab Asal Covid-19. Tim WHO mengunjungi Laboratorium Virus Wuhan 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tim WHO Kunjungi Laboratorium Virus Wuhan dan Bertemu Si Wanita Kelelawar, Jawab Asal Covid-19 

Tim investigasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengunjungi laboratorium penelitian virus di pusat kota Wuhan, China, 3 Februari 2021 untuk mengungkap asal usul Virus SARS-Cov-2 pemicu Covid-19.

Tim WHO juga bertemu dengan pakar virus terkemuka China, Dr Shi Zhengli, yang dijuluki Bat Woman atau Wanita Kelelawar.

Para ahli WHO menghabiskan sekitar tiga setengah jam di Institut Virologi Wuhan (WIV) yang dijaga ketat oleh polisi China.

Institut Virologi Wuhan menjadi satu yang dicurigai sebagai sumber awal Virus SARS-Cov-2, yang diduga bogor dari laboratorium tersebut.

Kasus Covid-19 pertama memang terjadi di Wuhan.

19 April 2020, media Inggris Daily Mail, melansir foto-foto lemari penyimpanan  1.500 jenis virus, termasuk Virus Corona di laboratorium Institut Virologi Wuhan (WVI), Wuhan, China, di mana seal (karet) lemari pendinginnya sudah rusak.

Foto-foto itu dirilis oleh surat kabar pemerintah China, China Daily, pada tahun 2018, disebar di Twitter bulan lalu, sebelum akhirnya dihapus.

Lemari pendingin tempat menyimpan 1.500 virus di Institut Virologi Wuhan
Lemari pendingin tempat menyimpan 1.500 virus di Institut Virologi Wuhan (daily mail)
Netizen menyoroti kerusakan seal lemari penyimpang virus di Institut Virologi Wuhan
Netizen menyoroti kerusakan seal lemari penyimpang virus di Institut Virologi Wuhan (daily mail)

Kepsyennya: Take a look at the largest #virus bank in Asia! Wuhan Institute of Virology di Central China's Hubei Province preserves more than 1.500 different strain of virus. 

Dari tiga foto yang diunggah, netizen langsung fokus pada foto di mana seal (karet) di pintu lembari pendingin sudah rusak.

Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan bangunan laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China. (HECTOR RETAMAL/AFP)
Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan bangunan laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China. (HECTOR RETAMAL/AFP) (HECTOR RETAMAL/AFP)

''Seal kulkas saya di dapur saya jauh lebih bagus," tulis netizen seperti dikutip dari daily mail, Minggu (19/4/2020).

Kemunculan foto-foto ini semakin memperkuat kecurigaan Virus Corona Sars-CoV-2 yang memicu pandemi Covid-19 , bocor dari Institut Virologi Wuhan.

“Pertemuan yang sangat penting hari ini dengan staf di WIV termasuk Dr Shi Zhengli.

Diskusi terbuka.

Pertanyaan kunci ditanyakan dan dijawab,” kata anggota tim penyelidik Peter Daszak di akun twitter, seperti dikutip Reuters.

Dr Shi Zhengli, pakar virus terkenal telah lama menyelidiki virus corona kelelawar hingga dijuluki "Wanita Kelelawar", termasuk orang pertama yang mengisolasi virus corona baru yang menyebabkan pandemi  Covid-19.

Dr Shi Zhengli juga merupakan Wakil Direktur Institut Virologi Wuhan (WIV).

Kebanyakan ilmuwan, termasuk Dr Shi Zhengli, menolak hipotesis tentang kebocoran laboratorium.

Namun, beberapa ahli berspekulasi, virus yang "ditangkap" dari alam liar bisa ditemukan dalam eksperimen laboratorium untuk menguji risiko paparan atas manusia dan kemudian "melarikan diri" melalui staf yang terinfeksi.

"Sangat menarik. Banyak pertanyaan," ujar Thea Fischer, anggota tim penyelidik dari Denmark, dari mobilnya saat keluar dari lab setelah kunjungan, menjawab pertanyaan wartawan, apakah tim telah menemukan sesuatu.

Beberapa ilmuwan telah meminta China untuk merilis perincian semua sampel virus corona yang mereka pelajari di laboratorium, untuk melihat mana yang paling mirip dengan SARS-CoV-2.

Sementara WHO menyatakan, China membatasi pergerakan tim dalam kunjungan di Wuhan dan tidak bisa leluasa melakukan kontak dengan masyarakat karena protokol kesehatan.

Tim penyelidik di bawah pimpinan WHO akan menghabiskan waktu dua minggu untuk melakukan kerja lapangan, setelah menyelesaikan dua minggu di karantina hotel setelah tiba di Wuhan.

Sebelumnya kepada BBC, Dr Shi Zhengli mengatakan telah dua kali berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait misi pencarian fakta Covid-19 di Wuhan.

“Saya secara pribadi dan dengan jelas menyatakan akan menyambut mereka untuk mengunjungi WIV,” melansir New York Post pada Selasa (22/12/2020).

Ilustrasi, penelitian Virus Corona di Laboratorium yang terdapat di Wuhan, China.
Dr Shi Zhengli di Laboratorium yang terdapat di Wuhan, China. (South China Morning Post)

“Saya secara pribadi akan menyambut segala bentuk kunjungan berdasarkan dialog yang terbuka, transparan, terpercaya, dapat diandalkan, dan masuk akal,” tulis ilmuwan yang terkenal dengan studinya tentang kelelawar, sehingga membuatnya disebut “ wanita kelelawar.”

Ditanya apakah itu akan mencakup penyelidikan formal dengan akses ke data dan catatan labnya, dia berkata, "Rencana spesifik bukan saya yang putuskan."

Dr Shi Zhengli bersikeras bahwa basis data online lab telah dihapus awal tahun ini.

Itu dilakukan karena serangan terhadap staf dan laboratorium tersebut.

Sementara penelitiannya disimpan di basis data lain serta "diterbitkan dalam jurnal bahasa Inggris dalam bentuk makalah.

“Ini benar-benar transparan. Kami tidak menyembunyikan apa pun, ” katanya.

Terlepas dari klaim keterbukaannya, kantor pers laboratorium yang kontroversial itu kemudian menghubungi BBC.

Mereka menegaskan Dr Shi Zhengli hanya berbicara dalam kapasitas pribadi dan pernyataannya belum disetujui.

BBC juga mempertanyakan apakah 10 ilmuwan WHO bahkan akan memeriksa, apakah novel coronavirus bisa bocor dari laboratorium.

Hal itu mengingat salah satu tim WHO, ahli zoologi Inggris Peter Daszak, menyebut teori itu sebagai "teori konspirasi" yang "murni omong kosong."

Daszak, telah bekerja erat dengan laboratorium Wuhan selama lebih dari satu dekade.

Dia mengaku mengenal beberapa orang di sana dengan cukup baik.

Kunjungan ke lab, bertemu dan makan malam dengan ilmuwan disana juga dilakukannya selama lebih dari 15 tahun.

"Saya bekerja di China dengan mata terbuka lebar.

Saya memutar otak kembali ke masa lalu untuk sedikit saja menemukan sesuatu yang mungkin tidak diinginkan. Dan saya belum pernah melihat itu," katanya.

Menurutnya, memeriksa teori kebocoran laboratorium bukan tugas yang harus dia lakukan.

Fokus utama pemeriksaan kata dia, adalah Pasar Seafood Huanan.

“WHO telah menyusun kerangka acuan penyelidikan, dan mereka mengatakan kami akan mengikuti buktinya, dan itulah yang harus kami lakukan,” katanya kepada BBC.

Artikel ini telah tayang di kontan berjudul: Sambangi laboratorium Wuhan, tim WHO bertemu Wanita Kelelawar, dari Kompas.com dengan judul "Usut Asal Covid-19, "Wanita kelelawar" China Bersedia Diperiksa WHO"

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved