Update Banjir Kota Medan

BREAKING NEWS, Empat Korban Meninggal di Tanjung Selamat Teridentifikasi, Ini Daftar Nama-namanya

Empat korban tewas banjir bandang di Perumahan De Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Medan, berhasil teridentifikasi

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga korban banjir mengevakuasi barang dari kediamannya yang terendam pascabanjir di Perumahan De Flamboyan, Medan, Jumat (4/12). Sebanyak ratusan rumah terendam banjir dan lima jasad korban yang telah berhasil dievakuasi oleh petugas. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Empat korban tewas banjir bandang di Perumahan De Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Medan, Sumatera Utara, berhasil teridentifikasi pada Jumat (4/12/2020) tengah malam.

Sebelumnya para korban ditemukan petugas Basarnas pada waktu berbeda, yakni subuh, pagi, hingga sore hari.

Tim Basarnas dan gabungan dibantu warga menyusuri pinggiran aliran Sungai Pantai Bokek dan menemukan jenazah.

Keempat korban yang telah teridentifikasi tersebut yakni 3 perempuan, dan satu pria.

Berikut namanya:

1. Juwita Simanjuntak (29)

2. Arista Simanjuntak (24)

3. Nur Fitri (24)

4. Satria Eka Winarya (18)

Mobil terlihat tersangkut di pagar terseret arus pascabanjir di Perumahan De Flamboyan, Medan, Jumat (4/12). Sebanyak ratusan rumah terendam banjir dan lima jasad korban yang telah berhasil dievakuasi oleh petugas.
Mobil terlihat tersangkut di pagar terseret arus pascabanjir di Perumahan De Flamboyan, Medan, Jumat (4/12). Sebanyak ratusan rumah terendam banjir dan lima jasad korban yang telah berhasil dievakuasi oleh petugas. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Identitas keempat korban jiwa itu disampaikan oleh Kepala Desa Tanjung Selamat, Nuraidi saat diwawancarai di lokasi pengungsian, Jumat (4/12/2020) malam.

"Baru empat itu data yang kita terima. Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bina Kasih," katanya.

Informasi yang dihimpun tribunmedan.id, hingga saat ini tim Basarnas Kota Medan masih melakukan pencarian terhadap 2 korban banjir di seputaran Sungai Tanjung Selamat.

Kedua korban tersebut bernama Herman (49), suami dari Eva yang sempat ditanyai Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat di lokasi, serta balita yang diperkirakan berumur 2 tahun yang saat kejadian dibawa ibunya, Juwita Simanjuntak.

Nuraidi menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh, korban yang ditemukan merupakan warga yang tinggal di Perumahan De Flamboyan.

"Empat korban ini tinggal di Perumahan De Flamboyan semua," ujarnya.

Dikatakan Nuraidi, selain korban meninggal, sebanyak 331 warga dari perumahan tersebut telah dievakuasi dan ditempatkan di dua posko penampungan.

Yakni di Aula kantor Desa Tanjung Selamat dan posko penampungan di Batalyon Arhanud.

"Di Aula kantor desa ada 161 orang yang dievakuasi dan posko Arhanud sisanya," ungkapnya.

Kata Nuraidi, beberapa bantuan telah disalurkan ke para pengungsi seperti pakaian dan makanan ringan.

Di setiap posko pengungsian juga disediakan posko kesehatan bagai pengungsi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jika ada keluhan sakit.

"Untuk makan warga yang mengungsi Alhamdulillah para dermawan memberikan yang sudah dimasak. Jadi kita tinggal menyalurkan. Bantuan seperti pakaian dan beberapa makanan ringan sudah dibagikan kepada mereka," pungkasnya.

Warga korban banjir mengevakuasi barang dari kediamannya yang terendam pascabanjir di Perumahan De Flamboyan, Medan, Jumat (4/12). Sebanyak ratusan rumah terendam banjir dan lima jasad korban yang telah berhasil dievakuasi oleh petugas.
Warga korban banjir mengevakuasi barang dari kediamannya yang terendam pascabanjir di Perumahan De Flamboyan, Medan, Jumat (4/12). Sebanyak ratusan rumah terendam banjir dan lima jasad korban yang telah berhasil dievakuasi oleh petugas. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Data BPBD: 5 Meninggal

Terpisah, Manager Pusdalops BPBD, Nurly mengatakan, peristiwa banjir di Kota Medan berdampak terhadap 4.099 KK atau 12.383 jiwa dengan jumlah rumah 2.246, di 9 Kecamatan 13 Kelurahan.

Sementara jumlah korban jiwa sebanyak lima orang, dan dua orang dinyatakan hilang. 

"Untuk korban jiwa, lima orang meninggal dunia dan dua orang masih dinyatakan hilang," pungkasnya.

Banjir yang melanda di beberapa titik di Kota Medan pada Jumat (4/12/2020), kini berangsur surut.

Meskipun Kota Medan diguyur hujan kembali dari pukul 17.00 WIB hingga malam ini, debit air di beberapa lokasi sudah mengalami penurunan yang signifikan.

Dari data yang berhasil dihimpun Tribun-Medan.com, status TMA-DAS Kota Medan saat ini, DAS Sunggal mengalami penurunan lebih kurang 200 cm.

DAS Babura mengalami penurunan lebih kurang 160 cm, DAS Deli mengalami penurunan lebih kurang 300 cm dan DAS Denai mengalami penurunan lebih kurang 120 cm.

Manager Pusdalops BPBD, Nurly mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan pantauan dan melakukan pengecekan serta pendataan di lapangan untuk menginventarisir kerusakan sarana prasarana.

Pihaknya dibantu dengan berbagai elemen dan aparat gabungan bersama-sama mengatasi dampak akibat bencana.

"Sebanyak 181 jiwa sudah berhasil dievakuasi dengan rincian, anak-anak 50 jiwa, balita 38 jiwa, dewasa 67 jiwa, dan lansia 26 jiwa. BPBD beserta stakeholder terkait, TNI/Polri, PMI dan Relawan Kemanusiaan terus memantau dan standby di seputaran DAS hingga situasi aman dan terkendali di lokasi banjir," ujarnya, Jumat malam.

Adapun data korban banjir, yang berhasil dihimpun Tribun-Medan.com, yakni sebagai berikut:

Di Kecamatan Medan Helvetia, Kelurahan Tanjung Gusta, terdampak 1.500 KK atau 4.672 jiwa dan 692 rumah.

Di Kelurahan Cinta Damai ada 1.000 KK atau 3.167 jiwa dan 381 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan sebesar 70 persen.

Untuk banjir di Kecamatan Medan Petisah, Kelurahan Petisah Tengah berdampak 139 KK atau 582 jiwa dan 74 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan sebesar 60 persen.

Untuk dampak banjir di Kecamatan Medan Polonia, Kelurahan Polonia berdampak 59 KK atau 181 jiwa dan 50 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan 70 persen.

Untuk banjir di Kecamatan Medan Baru, Kelurahan Padang Bulan berdampak 50 KK atau 156 jiwa dan 47 rumah.

Di Kelurahan Titi Rante berdampak 112 KK atau 325 jiwa dan 77 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan sebesar 70 persen.

Untuk banjir di Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Beringin berdampak 80 KK atau 194 jiwa dan 70 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan sebesar 70 persen.

Untuk banjir di Kecamatan Medan Johor, Kelurahan Beringin berdampak 75 KK atau 198 jiwa dan 73 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan sebesar 70 persen.

Untuk banjir di Kecamatan Medan Maimun, Kelurahan Hamdan berdampak 97 KK atau 165 jiwa dan 70 rumah.

Di Kelurahan Sei Mati berdampak 427 KK atau 1.157 jiwa dan 382 rumah.

Di Kelurahan Aur berdampak 278 KK atau 872 jiwa dan 232 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan sebesar 70 persen.

Banjir di Kecamatan Medan Barat, Kelurahan Silalas berdampak 32 KK atau 82 jiwa dan 28 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan sebesar 70 persen.

Banjir di Kecamatan Medan Labuhan, Kelurahan Besar berdampak 250 KK atau 632 jiwa dan 70 rumah.

Kondisi saat ini, banjir sudah mengalami penurunan sebesar 40 persen.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved