4 Hari Jelang Pilkada Kota Medan
Bobby Nasution Ajak Doakan Korban Banjir Sebelum Paparkan Visi Misi di Debat
Menurut Bobby, Indonesia adalah negara kesatuan, bukan negara federal, yang artinya provinsi, pemerintah kota dibentuk oleh pemerintah pusat.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - KPUD Kota Medan menggelar debat kandidat ketiga di Grand City Hall Medan, Sabtu (5/12/2020).
Debat ini juga sekaligus menandakan berakhirnya masa kampanye kandidat Pilkada Medan 2020.
Bencana banjir yang melanda Kota Medan kemarin membuat hati Bobby Nasution tersentuh. Diapun memanfaatkan waktu yang hanya tiga menit, untuk mengajak masyarakat mendoakan korban banjir.
"Sebelum memulai pemaparan visi misi, kami mengajak seluruh masyarakat, kita berdoa sejenak atas bencana banjir yang terjadi di Kota Medan," ucapnya.
Dalam paparannya, yang tersisa 2,5 menit, Bobby-Aulia menyampaikan visi misinya dengan lugas. Menurut Bobby, Indonesia adalah negara kesatuan, bukan negara federal, yang artinya provinsi, pemerintah kota dibentuk oleh pemerintah pusat. Makanya, letak Kota Medan yang strategis, menjadikan kota ini harus dibentuk menjadi pintu menjadi pintu gerbang bagian barat.
"Potensi lainnya di Kota Medan, bonus demografi, harusnya menjadikan pembangunan di Kota Medan ini baik dan masif," jelas dia.
Baca juga: Survei Terbaru Sentral Institut, Elektabilitas Bobby-Aulia Ungguli Akhyar-Salman
Masalahnya, tutur menantu Presiden Jokowi ini, tata kelola Kota Medan selalu gagal dalam berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di sekitarnya. Begitu juga dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
"Kami berkomitmen melalui kolaborasi Medan Berkah, akan kami selaraskan pembangunan provinsi Sumatera Utara dan nasional, melalui visi mewujudkan Medan Berkah, maju dan kondusif, kami yakin Kota Medan nantinya akan menjadi pusat pembangunan di selat Malaka," tutur dia.
Di sisa waktu satu menit, Aulia Rachman menyampaikan misi pasangan Medan Berkah ini. Katanya, mewujudkan masyarakat Kota Medan yang kreatif dan inovatif dengan program Medan ramah investasi, Medan bersih cantik tanpa lubang, satu kelurahan satu sentra usaha.
"Kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Kota Medan dan sekitarnya, Binjai, Deli Serdang dan Karo," jelasnya.
Selain itu, ungkapnya, menciptakan tempat sampah terpadu. Juga meyakinkan pemerintah pusat untuk Medan terbebas dari korupsi.
"Selain itu, menjadikan multietnik Kota Medan, memberdayakan dengan sistem membangun festival budaya dan membangun pendamping yang baik, agar Medan kedepannya lebih berkah," tukasnya. (yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/debat-kandidat-ketiga-pilkada.jpg)