Viral Perampokan di Angkot Medan

Viral Gadis 17 Tahun Ditendang sampai Terlempar Keluar Angkot, Ini Kata Kapolsek Belawan

Tiara Handayani dan temannya, Junaidi terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat ditendang kawanan perampok hingga terlempar keluar dari angkot.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Ist
Korban perampokan, Tiara Handayani (17) warga Jalan Banteng Baru, Labuhan Deli, sekarat dan dirawat di RS Medika Tanjung Mulia Medan Belawan, Selasa (1/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi terus mendalami kasus perampokan di dalam angkutan kota (angkot) Morina trayek 81 Medan-Belawan, yang menyebabkan seorang gadis usia 17 tahun kritis.

Kapolsek Belawan, Kompol DJ Naibaho yang dikonfirmasi Tribun-Medan.com pada Selasa (1/12/2020) malam, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan lidik terhadap pelaku.

"Pelaku lagi lidik," katanya.

Saat disinggung jumlah saksi yang telah dimintai keterangan, dia menuturkan bahwa pihaknya telah memeriksa supir.

"Sopir sudah kita periksa.

Dari hasil pemeriksaan itu, sopir mengaku tidak mengenal siapa pelakunya.

Dan sopir juga mengatakan kalau dirinya juga diancam para pelaku," ungkapnya.

Warga bahu-membahu membantu keluarga Saleh dalam mengumpulkan biaya perobatan Tiara, Selasa (1/12/2020).
Warga bahu-membahu membantu keluarga Saleh dalam mengumpulkan biaya perobatan Tiara Handayani, Selasa (1/12/2020). Tiara menjadi korban perampokan di dalam angkot Morina trayek Medan-Belawan. (TRIBUN MEDAN / ist)

Kasus kejahatan di dalam angkot tersebut terjadi pada Sabtu (28/11/2020) malam, di mana kedua korban menumpangi Morina trayek 81 Medan-Belawan.

Tiara Handayani dan temannya, Junaidi terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat ditendang kawanan perampok hingga terlempar keluar dari angkot.

Tiara Handayani hingga Senin (30/11/2020) masih dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Mitra Medika. Sedangkan korban pria sudah keluar dari rumah sakit karena hanya menderita luka ringan.

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh empat orang pelaku kini menjadi viral di media sosial terutama di facebook.

Awalnya kedua penumpang angkot Morina trayek 81 itu hendak berangkat dari Gang 14 Belawan hendak pulang ke rumahnya di Pekan Labuhan.

Saat angkot melintas di simpang Sicanang, empat pelaku memaksa kedua korban agar menyerahkan harta benda dan perhiasannya namun korban tidak memberikannya karena tidak memiliki barang-barang yang dimaksud.

Begitu mengetahui bahwa korbannya tidak memiliki uang dan perhiasan, para pelaku menendang korban hingga korban jatuh dan tersungkur ke aspal.

Korban wanita Tiara Handayani menderita luka parah dan dilarikan ke Ruang ICU Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia karena tidak sadarkan diri sedangkan korban pria bernama Junaidi hanya mengalami luka ringan karena keseleo pada kedua tangannya karena membentur aspal.

Peristiwa tersebut sudah dilaporkan keluarga korban ke Polsek Belawan, Minggu (29/11/2020) sekira pukul 22.00 WIB, sekaligus untuk mendapatkan visum dari rumah sakit.

Bantu Biaya Perobatan

Sementara, tetangga korban bernama Raudah (32) mengatakan, para tetangga secara spontan memberikan dana sukarela kepada keluarga korban untuk membantu meringankan biaya perobatan di rumah sakit.

"Para tetangga spontan patungan memberikan sumbangan kepada keluarga," ujar Raudah.

Tidak hanya itu, saat Tribun-Medan.com berada di kediaman Muhammad Saleh, dirinya kedatangan tetangganya yang turut prihatin dan memberikan bantuan.

"Alhamdulillah. Tetangga peduli dengan keluarga kami. Dengan uang ini nantinya menutupi tombokan rumah sakit," ucapnya lagi.

Sementara Muhammad Saleh mengaku tak kuasa menahan haru tatkala para tetangganya memberikan sumbangan dana untuk biaya putrinya Tiara yang masih tak sadarkan diri di Ruang ICU.

"Biaya berobatnya sudah mencapai Rp 8 juta sementara kami tak punya uang untuk membayar biaya perobatan di rumah sakit. Sementara pekerjaan saya sehari-harinya sebagai nelayan tradisional," ungkapnya.

Disebutkan Saleh, putrinya diduga mengalami gangguan pada syaraf dan harus dirujuk ke rumah sakit lain karena di Rumah Sakit Mitra Medika tidak ada dokter spesialis syaraf.

Namun, kata dia, pihak rumah sakit tidak mau memberi surat rujukan karena biaya perobatan selama di RS Mitra Medika belum dibayar.

"Sampai sekarang Tiara masih tak sadarkan diri di Ruang ICU. Kami belum bisa mengeluarkan Tiara dari RS Mitra Medika karena belum membayar biaya perobatannya sehingga kami tak bisa membawanya ke rumah sakit lain yang memiliki dokter spesialis syaraf," pungkas Saleh.

(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved