Medan Catat 4800 Pasien HIV/AIDS Jalani Pengobatan, Didominasi Kelompok Usia 20-29 Tahun

Seluruh kabupaten dan kota di Sumut memiliki kasus HIV/AIDS, tapi dengan angka yang berbeda-beda.

TRIBUN MEDAN/HO
SUASANA kegiatan pasien HIV/AIDS di Pusat Rehabilitasi Medan Plus beberapa waktu lalu. 

Tribun-Medan.com, Medan - Hari AIDS se-Dunia diperingati setiap tanggal 1 Desember di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumut, Teguh Supriyadi, tiap tahun kasus terinfeksi HIV/AIDS semakin meningkat.

Dikatakannya, semua kabupaten dan kota di Sumut memiliki kasus HIV/AIDS.

"Setiap tahun kasus AIDS terus meningkat. Jika kita bicara lajunya, HIV di Sumut diindentifikasi tahun 1992. Kasus penularan semakin banyak jadi semakin berkembang. Tidak ada satu kabupaten di kota Sumut yang tidak ada kasus HIV/AIDSnya, cuma berbeda masing-masing jumlahnya," ungkap Teguh, Sabtu (1/12/2020).

Adapun penyebaran penderita paling mendominasi berada di wilayah Medan, Binjai, dan Deliserdang.

Teguh menuturkan bahwa untuk di kota Medan sendiri hingga saat ini masih ada 4800 kasus yang ditangani dalam pengobatan ARV bagi pasien rehabilitasi AIDS.

"Kalau kita hitung jumlahnya dari tahun 1992 sampai Juni 2020 itu ada 20487 kasus dalam jangka waktu 28 tahun. Untuk di kota Medan sendiri itu ada 4800 yang masih dalam perawatan untuk mengikuti pengobatan ARV untuk meredam virus HIV agar tidak menjadi masalah kesehatan," ujarnya.

Baca juga: Peringati Hari AIDS Sedunia, Nawal Edy Rahmayadi Ikut Sosialisasi dan Apresiasi Penyandang HIV/AIDS

Saat ini HIV/AIDS belum ada obat yang mampu menyembuhkan penderitanya. Namun, adanya obat ARV khusus untuk virus mampu menjadi pilihan agar dapat menekan angka risiko kematian.

"Sebenarnya ARV ini jika dilakukan secara rutin dan mengikuti petunjuk dari dokter mudah-mudahan virus dalam tubuh dapat bisa ditekan dan banyak umurnya yang masih panjang untuk 10 sampai 15 tahun mendatang, asal dilakukan secara rutin," tutur Teguh.

Teguh menuturkan ada 17 Rumah Sakit yang memberikan layanan pengobatan ARV, diantaranya Rumah Sakit Adam Malik, Rumah Sakit Pirngadi, Rumah Sakit Murni Teguh, dan Rumah Sakit Royal Prima.

Berdasarkan informasi dari Teguh diketahui bahwa usia puncak penderita AIDS berada pada usia 20-29 tahun. Namun, ia juga tidak menyangkal bahwa juga ditemukan anak usia di bawah 15 tahun yang turut terinfeksi.

"Kalau kita melihat yang terinfeksi umumnya kelompok yang aktif secara seksual. Usia 20-29 tahun ini menjadi puncaknya. Belakangan juga masih ada kasus yang ditemukan pada anak yang mungkin tertular dari orang tuanya saat melahirkan. Dengan peningkatan ini kita melihat kedepan akan ada kasus pada usia yang lebih muda seperti di bawah 15 tahun," kata Teguh.

HIV/AIDS sendiri memiliki beragam bentuk penularan. Namun Teguh sendiri menuturkan jika langkah penularan terbesar berasal dari seks bebas.

"Penyebaran HIV/AIDS ini yang paling besar penyebarannya dari berhubungan seksual walau sebenarnya masih ada faktor lain seperti transfusi atau pengguna narkoba suntik sehingga yang lain menjadi tertular," ucap Teguh.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved