Maudy Ayunda Ajukan Pertanyaan Ini ke Nadiem Karim, Sang Menteri Sampai Menghela Nafas : Huh
Mendapatkan pertanyaan tersebut, Nadiem Makarim pun menghela napasnya sesaat. Nadiem lantas mengucapakan kata "huh" dan memuji pertanyaan Maudy.
Ketiga, dari guru-guru yang ditemuinya di daerah-daerah, yang kebetulan berbicara dengannya, menurut Nadiem, mereka punya hati luar biasa dan pemikiran kritis terhadap pembelajaran buat anak-anak.
Baca juga: Krisdayanti Gunakan Pakaian Terbuka, Netizen Malah Salfok Lihat Bagian Tubuh Sang Diva yang Ini
Selain membahas pendidikan, Maudy Ayunda juga bertanya seputar kehidupan sehari-hari Nadiem Makarim.
Keseruan obrolan mereka pun disaksikan oleh penggemar melalui live Instagram.
Para netizen juga memberikan pertanyaan hingga respon melalui kolom komentar live Instagram.
Berikut keseruan diskusi Maudy Ayunda dan Nadiem Makarim.
Pertanyaan Maudy yang satu ini sukses membuat Nadiem Makarim menghela napas sebelum memberi jawaban.
Bagi Nadiem, hal yang mengejutkan adalah sorotan terhadap profil publiknya.
"Iya benar, banyak orang mengenal saya waktu di Gojek, tapi enggak seperti ini gitu lho.
Baca juga: Doa Bersama Pilkada Damai di Kabupaten Toba, Ini Tanggapan Kedua Pasangan Calon
Mungkin yang paling surprisingly adalah sebenarnya adaptasi yang dibutuhkan secara personal untuk menjadi pejabat publik," cerita Nadiem.
Maudy sempat menjelaskan pada Nadiem, ketika diminta untuk mengajarkan konsep sistem pendidikan yang dipelajari Maudy sebagai mahasiswa jurusan Bidang Pendidikan dan jurusan Bisnis di Standford University.
Menurut Maudy konsep yang bisa ditujukan ke murid dan guru ini sangat menarik.
"Ini juga konsepnya mengajak orang-orang di komunitas itu untuk juga memiliki ownership karena itu bersama-sama mencari cara yang baik," ujarnya.
Baca juga: Ngadu ke Bobby Nasution, Warga Jalan Bajak II Harapkan Modal Usaha
Dalam kesempatan itu juga Maudy menyebut adanya perbedaan sistem pendidikan di Amerika Serikat dengan di Indonesia.
Menurut artis kelahiran 1994 itu, ada tiga perbandingan yaitu motivasi untuk belajar mandiri, ada rasa ingin tahu, dan keterampilan individu.
Mendapat penjelasan dari Maudy tentang perbedaan pembelajaran di Amerika Serikat dengan di Indonesia, membuat Nadiem akhirnya mengungkap kalau mereka merancang program baru yang disebut Pelajar Pancasila.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nadiem-dan-maudy-ayunda.jpg)