6 Rumah 1 Gereja di Sigi Sulteng Dibakar Teroris Ali Kalora, 4 Warga Tewas, 100 Polri TNI Dikerahkan

6 Rumah 1 Gereja di Sigi Sulteng Dibakar Teroris Ali Kalora, 4 Warga Tewas, 100 Polri TNI Dikerahkan

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
facebook
6 Rumah 1 Gereja di Sigi Sulteng Dibakar Teroris Ali Kalora, 4 Warga Tewas, 100 Polri TNI Dikerahkan. Puing rumah warga yang dibakar kawanan teroris Ali Kalora di Desa Lembantongoa Sigi Sulteng. 

TRIBUN-MEDAN.COM - 6 Rumah 1 Gereja di Sigi Sulteng Dibakar Teroris Ali Kalora, 4 Warga Tewas, 100 Polri TNI Dikerahkan

Satu keluarga di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora, Jumat ( 27/11/2020), sekitar pukul 09:00 WITA pagi.

Dari keterangan Sekretaris Desa Lembatongoa, Rifai, korban berjumlah empat orang.

''Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. Itu mertua, anak, menantu,'' ungkapnya.

Informasi yang beredar di media sosial identitas korban adalah:  Arnianto, Ny Mpapa, Abram Kako dan istrinya.

Kondisi korban juga sangat mengenaskan.

Ada yang dipenggal, ada yang hangus terbakar.   

Selain melakukan pembantaian, penyerangan juga membakar satu gereja ibadah dan enam rumah warga.

Akibat penyerangan tersebut sejumlah warga yang bermukim dekat rumah korban, bersembunyi dan melarikan diri ke hutan yang ada di wilayah tersebut dan belum ada kabar hingga saat ini.

''Kalau situasi tentunya masih mencekam, mayat untuk  sementara masih di TKP,'' jelasnya.

Rifai juga menjelaskan bahwa lokasi pembunuhan itu memang sangat sepi dan hanya ditempati beberapa
kepala keluarga.

Terbaru Mabes Polri merilis kronologis kejadian penyerangan.

"Jumat, 27 November 2020 pukul 10.30 WITA, anggota Polsek Palolo menerima informasi dari masyarakat bahwa ada salah satu warga Dusun 5 Lewonu yang dipenggal kepalanya dan beberapa rumah dibakar oleh orang tidak dikenal," kata Brigjen Pol Awi Setiyono selaku Karopenmas Divhunas Polri dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (28/11/2020).

Sesampainya di TKP, ada empat mayat yang ditemukan dan 7 rumah dibakar.

Polisi kemudian melakukan olah TKP dipimpin oleh Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama dan tim Inavis Polda Sulteng.

"Lima saksi yang diinterogasi menyatakan bahwa pelaku kurang ebih 10 orang tidak dikenal, 3 orang membawa senjata api (laras panjang 1 dan 2 senpi genggam)," kata Awi.

Setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, Awi mengatakan para saksi yakin identitas tiga orang OTK tersebut adalah teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora.

"Saat ini sudah ada back up kurang lebih 100 orang pasukan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng dan TNI untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora tersebut," pungkas Awi.

Sementara Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom meminta kasus pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), diusut tuntas oleh Kepolisian RI.

“Saya sangat prihatin dengan peristiwa kekerasan yang terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulteng, dimana rumah ibadah Bala Keselamatan dan 6 rumah dibakar, 4 warga dibunuh secara sadis.

Saya mengungkapkan belarasa kepada keluarga yang ditinggal dan umat Bala Keselamatan

Peristiwa yang sangat mengenaskan seperti ini mengingatkan kita akan beberapa kejadian berulang yang secara sporadis terjadi di daerah Sulawei Tengah.

Terkait dengan ini saya sangat memohon agar aparat keamanan menuntaskan sisa-sisa kombatan teroris, agar masyarakat bebas dari ancaman teror, khususnya di sekitaran Poso dan Sigi.

Kehadiran negara diperlukan di seluruh pelosok negeri untuk memulihkan rasa aman dalam diri masyarakat.

Saya mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tak terpancing dengan kejadian ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

Saya juga mengimbau masyarakat, khususnya di lokasi kejadian, untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan masalah ini sepenuhnya kepada aparat. Marilah kita semua bahu membahu menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama.”

International Christian Concern (ICC) juga mengomentasi pembakaran ini rumah ibadah dan penyerangan ini.

Gina Goh, Manajer Regional ICC untuk Asia Tenggara mengatakan, “ICC berduka atas kematian saudara-saudari Indonesia yang dibunuh secara brutal oleh tersangka teroris. Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawabannya dan mengadili dia. Tindakan yang tidak masuk akal seperti itu tidak dapat ditoleransi di negara yang membanggakan 'Pancasila,' ideologi negara yang mempromosikan kerukunan dan toleransi beragama. ”

Sebelumnya dua terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora; Bojes dan Aziz tewas dalam kontak senjata dengan Satgas Tinombala.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, kontak tembak itu terjadi di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

"Ya benar, setelah dilakukan tindakan tegas terukur oleh tim Satgas, menyebabkan dua anggota kelompok Ali Kalora meninggal dunia," kata Abdul Rakhman Baso kepada wartawan di SPN Labuan Panimba, Selasa (17/11/2020).

Puluhan barang bukti diamankan dari lokasi kejadian.

Penangkapan dua teroris Poso
Penangkapan dua teroris Poso (facebook)

Beberapa di antaranya, senjata revolver, bom molotov, amunisi, GPS dan beberapa peralatan lainnya.

Saat ini dua DPO teroris sementara proses evakuasi ke RS Bahayangkara Polda Sulteng.

"Jumlah DPO yang tersisa saat ini ada 11 orang lagi. Harapan kita kalau bisa yang lain itu segera menyerahkan diri dengan baik-baik. Kita akan melakukan proses hukum," kata Rakhman.

Sebelumnya di media sosial beredar informasi penangkapan dua teroris Poso.

Identitas kedua terduga teroris adalah:

1. WAHID@AAN@BOJES
2. AZIZ ARIFIN@AZIZ

Ijin melaporkan hasil giat penangkapan oleh Unit Gabungan Polri pada tanggal 17 November 2020 sekitar pukul 05.30 WITa di desa Bolano Barat Kec. Bolano Kab. Parigi Mountong, terhadap anggota Pok MIT ( Mujahidin Indonesia Timur ) atas nama :

1. WAHID@AAN@BOJES
2. AZIZ ARIFIN@AZIZ

Barang bukti yang diamankan dari kedua teroris Poso.
Barang bukti yang diamankan dari kedua teroris Poso. (facebook)

kedua tersangka ketika dilakukan penangkapan melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur yang meyebabkan kedua anggota MIT meninggal dunia.

Adapun Barang bukti yang diamankan
- 1 PUCUK SENJATA REVOLVER
- BOM LONTONG 2 BUAH
- AMUNISI 5.56 20 BUTIR
- REVOLVER 1 PUCUK
- AMUNISI REV 4 BUTIR
- GPS 1 BUAH
- KOMPAS 1 BUAH
- SENTER KEPALA 2 BUAH
- KOREK 6 BUAH
- KUNCI MOTOR
- UANG TUNAI 306.000
- AUTAN 1 RENTENG
- BATTERAI 9 BUAH
- KOPI 3
- SEPATU KONOBOL 2 BUAH
- TAS SLEMPANG 2 BUAH
- TAS GENDONG 2 BUAH
- TERPAL 1 BUAH
- SISIR DARI JARUM 1 BUAH
- CERMIN 1 BUAH
- SIKAT GIGI 2 BUAH
- BEBERAPA HELAI PAKAIAN

Demikian Dilaporkan

(dikompilasi dari pelbagai sumber)

Sebagian artikel ini sudah tayang di Tribunpalu.com dengan judul Satu Keluarga di Sigi Dibunuh MIT Poso, Polri-TNI Kini Buru Kelompok Ali Kalora

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved