21 Hari Jelang Pilkada Kota Medan
BREAKING NEWS Bobby Nasution Blak-blakan Ungkap Alasan Ikut Pilkada di Ngopi Sore Tribun Medan
Bobby secara terang-terangan berbicara mengenai alasannya untuk ikut dalam kancah Pilkada Medan 2020.
Penulis: Liska Rahayu |
TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN – Calon Wali Kota Medan nomor urut dua Bobby Nasution tampil di acara Ngopi Sore harian Tribun Medan, Rabu (18/11/2020).
Di acara yang dipandu langsung oleh pemimpin redaksi Harian Tribun Medan Syarief Dayan, Bobby secara terang-terangan berbicara mengenai alasannya untuk ikut dalam kancah Pilkada Medan 2020.
“Kita tahu tidak mudah mengalami semua perubahan dan tidak mudah masuk ke dalam kancah percaturan pemilihan kepala daerah. Kenapa bang Bobby? Apa alasannya mau tampil di sini?” ujar Syarief membuka obrolan dengan menantu Presiden Jokowi tersebut.
Bobby pun menjawab, alasannya simpel saja. Dia melihat beberapa tahun ke belakang Kota Medan yang merupakan rumah bagi warga Kota Medan mengalami stagnan.
Karena saat ini semua daerah langkahnya maju ke depan, sedangkan Kota Medan stagnan hingga terlihat tertinggal.
“Karena itu hari ini alhamdulillah, saya diberi begitu banyak nikmat, keberhakan yang luar biasa kepada saya pribadi dan keluarga, saya juga pengin masyarakat Kota Medan juga merasakan nikmat yang saya rasakan. Itulah saya datang ke Medan, mudah-mudahan kita bisa buat perubahan di Kota Medan,” ujarnya.
Ia pun mengatakan, ada perubahan penting yang harus diubah di Kota Medan. Jika dilihat lagi, Kota Medan mengalami tiga kali Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengalami kasus terhadap kepala daerahnya.
“2005, 2010 dan 2015, tiga kali kita memilih kepala daerah dan tiga-tiganya kita tahu sampai hari ini belum ada yang selesai. Kalau bisa diibaratkan dalam satu kelas, kalau ada dua murid yang tidak lulus, mungkin itu salah muridnya. Tapi kalau semua tidak lulus, mungkin itu salah gurunya atau salah sistemnya. Ada sistem yang salah,” katanya.
Dengan demikian, Bobby menargetkan ingin mengubah sistem birokrasi Pemko Medan. pertama kali, kata dia, mereka akan menggunakan merit sistem.
Yaitu sistem di mana pejabat-pejabat yang duduk di dalam pemerintahan Kota Medan dipilih berdasarkan kemampuannya.
“Kita buat sistem pemilihannya itu benar-benar, tidak asal comot, gak melihat yang lain-lain. Jangan pula lulusan pertanian duduknya di dinas olahraga. Kan tidak cocok. Begitu juga harus ada reward dan punishment. Hari ini belum ada kita lihat seperti itu di Pemko Medan. Seperti lurah dan kepling yang melayani masyarakat harus ada rewardnya, begitu pula dengan lurah dan kepling yang tidak melayani masyarakat harus ada punishmentnya,” kata Bobby.
Mulai dari hal kecil, misalnya terlambat masuk bekerja harus ada punishmetnya. Namun tentu, hal tersebut tidak mudah.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bobby-nasution-dan-pemred-tribun-medan-syarif-dayan.jpg)