Jumlah Wisman dari Tiongkok Meningkat, Lebih Dominan ke Urusan Bisnis dan Keluarga

Jadi kalau pun Sumut mengalami peningkatan jumlah kunjungan Wisman, saya pikir lebih dominan ke urusan bisnis atau keluarga

TRIBUN MEDAN/M ANIL
SEORANG pengunung berfoto berlatarbelakang Danau Toba dari Pusuk Buhit. Danau Toba menjadi salah satu tujuan kunjungan Wisman. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -  Jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Sumatera Utara melalui empat pintu masuk pada bulan September 2020 mencapai 107 kunjungan, mengalami kenaikan dibanding pada Agustus 2020. Demikian catatan Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut).

Negara pasar utama Wisman pada September 2020 didominasi oleh Tiongkok dengan jumlah lima kunjungan Wisman.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Paidi Hidayat mengatakan, peningkatan kunjungan Wisman ke Sumut kemungkinan besar diakibatkan dua hal yaitu karena urusan keluarga yang mendesak atau bisnis. Sedangkan kemungkinan Wisman datang untuk wisata masih kurang karena kekhawatiran akan virus corona.

Baca juga: Pariwisata Belum Pulih, Tercatat Wisman Datang Hanya Melalui Pintu Masuk Kualanamu

"Jadi kalau pun Sumut mengalami peningkatan jumlah kunjungan Wisman terutama dari negara Tiongkok, saya pikir lebih dominan ke urusan bisnis atau keluarga," katanya, Minggu (15/11/2020).

Menurutnya, hal ini juga terjadi untuk wisata domestik. Ia mengatakan, peningkatan wisatawan domestik baru akan terjadi saat ada libur panjang seperti long weekend beberapa saat lalu.

Walau pun ada stimulus Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passanger Service Charge (PSC) di 13 bandara di Indonesia menurutnya baru akan dimanfaatkan saat liburan panjang.

"Tapi untuk libur yang pendek misalnya weekend saya pikir belum tepat untuk saat ini. Karena bagaimana pun orang yang berkunjung ke luar daerah saya pikir itu cenderung untuk urusan keluarga atau bisnis kalau liburan saya pikir masih berkurang untuk menggunakan sarana transportasi pesawat terbang. Apalagi harus ada tambahan dokumen rapid test," imbuhnya.

Katanya, kalau ada peningkatan, antara urusan bisnis, urusan keluarga, dan cenderung jarang karena untuk liburan.

“Kecuali liburan panjang seperti saat long weekend beberapa waktu. Tapi kalau hanya libur Sabtu Minggu saya rasa belum, lagipula maskapai juga masih terbatas," lanjutnya.

Jumlah Wisman yang berkunjung di Sumatera Utara pada bulan September 2020 mengalami kenaikan 282,14 persen dibanding yang datang pada bulan Agustus 2020. Namun bila dibandingkan bulan yang sama tahun 2019, jumlah Wisman pada bulan September 2020 mengalami penurunan 99,45 persen, dari 19.509 kunjungan pada bulan September 2019 menjadi 107 kunjungan pada September 2020.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumut, Dinar Butar-Butar dalam Paparan Berita Resmi Statistik yang dilaksanakan secara live streaming di kanal YouTube BPS Pemprov Sumut beberapa waktu lalu mengatakan, kenaikan jumlah Wisman pada bulan September 2020 dibanding bulan sebelumnya terjadi pada pintu masuk Bandar Udara Kualanamu dari 28 kunjungan pada Agustus 2020 menjadi 36 kunjungan pada September 2020.

"Sedangkan Pelabuhan Laut Belawan ada 71 kunjungan pada September lalu. Sementara yang masuk melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Tanjungbalai dan melalui pintu masuk Bandar Udara Silangit tidak ada kunjungan," katanya.

Selain Tiongkok, negara pasar utama Wisman pada September 2020 didominasi Malaysia 3,74 persen, Singapura 1,87 persen dan Jerman 0,93 persen dari total kedatangan wisman di Sumatera Utara.

TPK Hotel Meningkat

BPS Sumut mencatat, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara pada bulan September 2020 mencapai rata-rata 31,03 persen, atau naik 1,65 poin dibanding Agustus 2020 sebesar 29,38 persen.

Pada September 2020, TPK tertinggi terjadi pada hotel bintang 4 yang mencapai 39,02 persen, sedangkan TPK hotel terendah terjadi pada hotel bintang 1 yang hanya mencapai 11,83 persen.

Dari sisi rata-rata lama menginap, secara agregat tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang bulan September 2020 mencapai 1,60 hari, turun 0,04 poin dibanding Agustus 2020.

"Jika diamati secara parsial, rata-rata lama menginap tamu asing bulan September 2020 mencapai 6,01 hari atau mengalami kenaikan 3,41 persen dibanding bulan Agustus 2020," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumut, Dinar Butar-Butar.

Sementara itu rata-rata lama menginap tamu Indonesia bulan September 2020 mencapai 1,59 hari, mengalami penurunan 0,04 poin dibanding bulan sebelumnya.

"Secara gabungan, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia bulan September 2020 juga mengalami kenaikan 0,12 poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved