25 Hari Jelang Pilkada Kota Medan
Bobby Nasution Diminta Tidak Lupa dengan Kaum Buruh di Medan Utara Seperti Wali Kota Terdahulu
Ia pun berharap setelah nantinya Bobby-Aulia menjabat, mereka tidak melupakan kaum buruh, pelaut dan nelayan di Medan bagian utara.
Penulis: Liska Rahayu |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Federasi Serikat Buruh Pelabuhan Laut dan Nelayan Indonesia (FS Bupela) menggelar pertemuan dengan Aliansi Pendukung Bobby Nasution (APBN) di kantor Sekretariat FS Bupela Jalan Perdana, Sabtu (14/11/2020).
Pertemuan ini digelar untuk menyampaikan aspirasi dari kelompok buruh, nelayan dan pelaut yang tergabung dalam FS Bupela.
Ketua Bupela Poltak Tampubolon mengatakan, selama ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak memerhatikan kehidupan masyarakat di Medan bagian Utara. Apalagi, di wilayah tersebut sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, buruh dan pelaut.
"Buruh di Kota Medan sangat tertinggal. Setiap ada permasalahan di Medan selalu tertinggal oleh wali kota," katanya.
Dikatakannya, permasalahan mendasar di daerah itu menurut Poltak adalah kurangnya perhatian pemerintah untuk membantu nelayan. Ia menjelaskan, nelayan tradisional sangat membutuhkan bantuan untuk membeli pukat.
Pasalnya pukat-pukat yang ada sudah rusak dan tidak bisa digunakan dengan maksimal. Untuk membeli yang baru tentunya hal tersebut memberatkan nelayan yang pendapatannya tidak stabil.
"Nelayan tradisional inilah yangbbutuh bantuan. Karena kalau pukat harimau itu kan sudah perusahaan yang punya. Ada juga saya dengar bantuan dari Dinas Perikanan tetapi gak sampai ke kita," katanya.
Selain itu, kondisi pandemi saat ini juga berdampak pada banyaknya PHK terhadap buruh dan pekerja. Poltak menyebutkan, banyak buruh yang di-PHK dengan alasan Covid-19.
Mereka di-PHK tanpa diberikan pesangon. Selain itu, buruh yang dirumahkan juga tidak mendapat upah.
"Kalau bisa, wali kota itu sampaikan kepada pengusaha supaya tidak ada yang di-PHK. Sekarang saya lihat banyak pengusaha yang PHK buruh dengan alasan karena Covid-19. Di-PHK tanpa gaji dan pesangon. Banyak pengusaha sekarang merumahkan tanpa memberikan upah," ujarnya.
Melihat jawaban dari permasalahan di Medan bagian utara tersebut, Poltak menaruh harapan kepada pasangan Bobby-Aulia. Apalagi kata dia, Aulia Rachman merupakan putra Medan bagian utara, karena itu Aulia pasti akan komitmen memajukan Medan bagian Utara dan tidak melupakan kampung halamannya.
"Kami percaya kalau nanti Bobby dan Aulia duduk sebagai wali kota dan wakil wali kota, mereka bisa mendengar aspirasi kami yang tidak didengar. Apalagi soal pemutusan kerja. Kadang-kadang kalau kami demo, wali kota gak mau ketemu sama kami. Kami berharap keluhan dan aspirasi kami bisa disampaikan. Kami dari serikat buruh Bupela siap memenangkan Bobby-Aulia," katanya.
Ia pun berharap setelah nantinya Bobby-Aulia menjabat, mereka tidak melupakan kaum buruh, pelaut dan nelayan di Medan bagian utara.
Sekretaris Bupela Shoimah pun mengatakan, hendaknya Pemko Medan membuat koperasi nelayan yang diawasi. Pasalnya selama ini koperasi yang ada dibiarkan begitu saja sehingga tidak dapat menopang kehidupan nelayan lagi.
"Maunya ada koperasi yang diawasi Pemko Medan. Selama ini ada koperasi, tetapi gak diawasi. Ada koperasi nelayan tapi gak berlanjut, tiba-tiba habis. Cuma tampilan aja.
Medan utara ini kan perputaran uangnya besar, tetapi pembangunan tidak ada," katanya.
Ia pun berharap wali kota selanjutnya memiliki perencanaan matang untuk melindungi buruh, nelayan dan pelaut di Medan bagian Utara.
"Saya melihat selama ini tidak ada wali kota yang membuat perencanaan untuk melindungi buruh. Harapannya semoga Bobby-Aulia punya perencanaan yang matang terhadap masyarakat kelas bawah. Supaya kesejahteraan masyarakat kelas bawah ada peningkatan," katanya.
Ketua Relawan APBN Edwin Robsi Elmar Siburian mengatakan, permasalahan yang ada di Medan bagian utara sejalan dengan program kerja pasangan nomor urut dua tersebut.
"Persoalan PHK, jawaban-jawaban seperti PHK itu sejalan dengan program kerja Bobby-Aulia untuk mengembangkan UMKM. Kita harapkan ke depan lapangan kerja yang akan terbuka di Medan bagian utara. Apalagi wakilnya anak Medan utara," katanya.
Dikatakan Edwin, selama ini bisa dilihat beberapa kali kepemimpinan wali kota di Medan tidak terlalu banyak pembangunan di Kota Medan. Karena itu, jika ingin perubahan, Edwin mengatakan jawabannya ada pada Bobby-Aulia.
"Kita lihat itu satu, akses yang begitu kuat di pusat. Pembangunan yang di Medan ini itu akan sangat kuat bantuan dari pusat. Kita lihat dia juga masih muda, bersih dan niat untuk membangun Kota Medan itu sangat tinggi," katanya.
Bendahara APBN Novan mengatakan, sesuai arahan Pembina Relawan APBN Herry Lontung Siregar, mereka siap menampung aspirasi dari FS Bupela. Apalagi Bobby-Aulia memiliki program ingin mengembalikan kejayaan Kota Medan sebagai kota perdagangan.
"Ini sejalan dengan program Bobby, mengembalikan kejayaan Kota Medan sebagai Kota Perdagangan. Kekuatan atau aspirasi dari pengurus yang ada di sini bisa kami sampaikan. Kita ketahui khususnya di Medan Utara nelayan, buruh itu tidak diperhatikan. Karena itu, kita jalin silahturahmi untuk menampung aspirasi dari Bupela," katanya.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aliansi-pendukung-bobby-nasution-apbn.jpg)