TRIBUN-MEDAN-WIKI : Menyelisik Sipaha Lima Dalam Ritual Parmalim di Sumatera Utara

Budayawan Batak Monang Naipospos mengatakan, Parmalim ialah orang yang mengikuti ajaran suci.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Upacara Sipaha Lima yang dilakukan umat Parmalim di Sumatera Utara. 

Kerbau hitam digiring menuju halaman Bale Pasogit Partonggoan, kemudian diikatkan pada borotan. Selanjutnya Ihutan akan memanjatkan doa-doa kepada Debata Mulajadi na Bolon untuk hadir ditengah-tengah mereka dan menerima semua bentuk sesembahan.

Ritual selanjutnya adalah boras sipir ni tondi (beras peneguh jiwa), Ihutan meletakkan beras disetiap kepala perempuan yang ikut menari.

Setelah itu para kelompok pekerja (parhobas) menerima pisau dari Ihutan dan menggotong kerbau untuk disembelih.

Proses penyembelihan dilakukan di ruang khusus, di sana telah disediakan batu singkapon di mana terdapat lubang dalam tanah tempat di mana darah sembelihan dialirkan. Darah tersebut dipersembahkan kepada banua toru (dunia bawah).

Selanjutnya dilakukan tari tor tor na torop, seluruh peserta upacara menari dalam urutan tertentu. Yang pertama sekali adalah kelompok laki-laki yang sudah menikah, dilanjutkan dengan para wanita yang sudah menikah.

Urutan terakhir adalah para muda-mudi. Tarian ini ditutup dengan pemberian khotbah singkat yang berhubungan dengan penguatan iman Parmalim oleh Ihutan. Ritual terakhir adalah pembongkaran langgatan (sebelumnya tiap persembahan diambil dan dikembalikan ke Bale Parpitaan).

Ihutan akan menyerukan “Horas!” sebanyak tiga kali sambil diiringi gendang penutup. Berakhirlah proses upacara di halaman Bale Pasogit Partonggoan.

Ritual paling akhir dilakukan di dalam Bale Pasogit Partonggoan. Seluruh sajian didoakan oleh Ihutan untuk dipersembahkan kepada Debata Mulajadi na Bolon. Seluruh peserta duduk dengan tangan dalam posisi sembah sepuluh jari saat Ihutan melantukan doa-doa yang diiringi dengan musik gondang sabangunan.

Ritual terakhir ini ditutup dengan ucapan “Horas!” oleh Ihutan sebanyak tiga kali. Setelah itu, seluruh peserta yang hadir makan bersama.

Panantion (penutup)
Ini adalah upacara terakhir dari rangkaian upacara Sipaha Lima yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Pada hari terakhir ini (ari samisara) dilaksanakan ibadah berupa ceramah keagamaan, penyampaian nasihat oleh Ihutan dan pembagian daging kerbau yang telah disembelih pada hari sebelumnya (hari ke-2).

Penyerahan diwakili oleh seluruh ulu pungguan setiap cabang Parmalim yang hadir. Semua kegiatan pada hari ke-3 ini dilakukan di dalam Bale Pasogit Partonggoan.

Seluruh rangkaian acara tetap diiringi dengan musik gondang sabangunan. Penutupan seluruh rangkaian upacara Sipaha Lima pada hari ke-3 ini dilakukan oleh Ihutan dan diiringi dengan gondang penutup, Ihutan mengucapkan “Horas! Horas! Horas!” dan acarapun selesai.

Setelah acara selesai, seluruh Parmalim pulang kerumahnya masing-masing.

Sumber:

- Budayawan Batak Monang Naipospos

- Artikel yang dimuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bertajuk Sipaha Lima: Ritual Bersyukur Para Penganut Ugomo Malim oleh Miftah Nasution

(cr22/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved