Cerita Seleb

Arie Untung Buang Tas Mewah Desainer Prancis, Protes Presiden Macron Dinilai Hina Nabi

Presenter Arie Untung buang tas mewah dari brand mode Prancis. Hal ini dilakukan suami Fenita Arie sebagai aksi protes terhadap presiden Macron

Tayang:
Instagram @ariekuntung
Arie Untung buang tas merah keluaran desainer Prancis, usai pernyataan presiden Emmanuel Macron yang dianggap menghina Nabi 

Ia mengaku harga dari tas itu tak sebanding dengan nabi yang menjadi panutannya.

"Smentara pernyataannya gitu

Barang2 ini Ga akan kami pakai Berapapun harganya

Ga sebanding sama nabiku sama sekali

So insulting," lanjutnya.

Meski demikian, Arie Untung memahami bahwa tindakan ini adalah dampak dari ucapan sang presiden.

Arie Untung saat ditemui di peluncuran ‘Wardah Feel The New You’ di Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019) - Presenter Arie Untung bersikap tegas setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron dinilai hina Nabi Muhammad SAW.
Arie Untung saat ditemui di peluncuran ‘Wardah Feel The New You’ di Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019) - Presenter Arie Untung bersikap tegas setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron dinilai hina Nabi Muhammad SAW. (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Bukan berarti semua warga Prancis setuju dengan pemimpin negaranya.

Ia ingin agar Presiden Macron memahami dampak ekonomi dari pernyataannya tersebut.

Yang mana setelah seruan boikot bergema, Arie Untung menyebutkan merek Prancis langsung menurun di pasar muslim.

"Sambil ngingetin ini adab kebijakan negaranya ya guys. bukan orangnya, ini murni pemimpinnya aja,

ga semua org prancis juga setuju sama presidennya,

Emang Bukan salah tas2 ini tapi biar dia tau impact ekonomi yg dihasilkan atas penghinaan ini

Di muslim market brnd prancis skrg valuenya langsung 'murah'

kyk ga ada hal lain yg lebih penting aja yg lebih manfaat utk dibahas," terang Arie Untung.

Baca juga: Cerita Transgender 60 Tahun Gagal Oplas & Wajahnya Jadi Menyeramkan, Tapi Dikejar Banyak Pria Tampan

Dalam kesempatan itu, presenter berusia 44 tahun ini juga memberikan data soal pertumbuhan muslim di Negara Prancis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved