PSMS Medan

Terkait Persiraja Bubar, Manajemen Sebut PSMS Medan Akan Dipertahankan Sekuat Tenaga

PSMS Medan lebih memilih bertahan dengan sekuat tenaga. Hal tersebut termaktub dari pernyataan Manajer PSMS Medan Mulyadi Simatupang.

Tribun-Medan.com/Sofyan Akbar
MANAJER PSMS Medan Mulyadi Simatupang saat ditemui di Kebun Bunga, Jumat (23/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketidakjelasan bergulirnya kompetisi liga membuat beberapa klub terpaksa membubarkan timnya untuk mengantisipasi kolaps yang sudah didepan mata. Namun hal itu tidak terjadi pada PSMS Medan.

PSMS Medan lebih memilih bertahan dengan sekuat tenaga. Hal tersebut termaktub dari pernyataan Manajer PSMS Medan Mulyadi Simatupang.

"Walaupun belum tahu sampai kapan, kita akan berjuang semampu kita. Apalagi kemarin Pembina PSMS Medan juga bilang untuk tidak membubarkan tim PSMS Medan," katanya, Sabtu (24/10/2020).

Maka dari itu, kata Mulyadi, pihaknya berharap pengertian dari para pemain dengan kondisi seperti ini agar tetap bertahan. Apalagi penerimaan gaji dari pemain yang cuma 40 persen.

"Kita sangat berharap pengertian dari para pemain untuk tetap bertahan karena kita lebih memilih bertahan dan tidak membubarkan tim ini," ujarnya.

Terkait klub lain yang sudah membubarkan timnya, Mulyadi menyatakan pihaknya memahami hal tersebut.

"Kita jujur saja, untuk bisa bertahan sampai sekarang kita sudah utang sana dan sini. Tapi saya yakin, ini tidak akan memakan waktu yang cukup lama," ungkapnya.

Baca juga: Dampak Ditundanya Liga 2, Kontrak Diperpanjang Agar Pemain Tidak Liar

Mengenai klub yang masuk ke liga pasti mempunyai grup WhatsApp, apakah tidak ada desakan dari masing-masing klub di grup tersebut, Mulyadi menyatakan ada. Malah dalam grup sudah banyak perbincangan terkait kejelasan kapan bergulirnya liga.

"Saya kira seminggu ke depan sudah semakin banyak tuntutan dan desakan terkait kapan bergulirnya kompetisi ini. Kita juga turut mendesak," katanya.

Karena itu,katanya, jujur saja kalau tidak ada kejelasan, bagaimana pelatih membuat program latihan kepada pemain kalau juga tidak tahu mau ke mana arahnya.

"Kita masih menunggu kapan bisa bergulir kompetisi ini. Kita juga sudah menyatakan kalau kompetisi ini tidak ada penonton dan penyiarannya melalui live streaming. Itu kita lakukan karena sekarang di masa pandemi," katanya.

Mulyadi Simatupang mengaku kalau dirinya harus bisa memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi untuk terus mempertahankan klub PSMS Medan.

"Kalau seperti ini, rata-rata pasti kolaps. Karena kita juga ada batasnya. Tapi memang klub yang masih bertahan ya mungkin ada gila-gilaknya," katanya seraya tertawa.

Karena itulah, jujur saja kalau tidak pasti kapan bergulirnya liga ini, pelatih kepala pun bingung mau membuat program latihan yang bagaimana dan seperti apa.

"Jadi seolah-olah kita kehilangan fokus. Mengingat belum tahu secara pasti kapan kompetisi Liga 2," ujarnya.

Soal apakah PSMS Medan bertahan karena ada target ingin menduduki kasta Liga 1, Mulyadi menyatakan dalam keadaan seperti ini bukan serta merta mempunyai target.

Baca juga: Liga 2 Belum Ada Kepastian, 16 Pemain PSMS Pulang Kampung

"Klub lain juga mungkin memiliki target. Jadi bukan kita saja yang memiliki target dan bertahan. Apapun itu, yang namanya klub dalam kompetisi liga pasti mempunyai target. Nah, kalau keadaan seperti ini, ya wajar juga," katanya.

Mengenai apakah ada kendala dalam Kebertahanan ini, Mulyadi yang juga Kadis Perikanan dan Kelautan ini menyatakan kendala pasti ada, apalagi ini masa pandemi.

Terus terang, katanya, untuk makan nasi saja sekarang harus bisa pintar-pintar agar para pemain tetap bisa dalam posisi prima.

Maka dari itu, kata Mulyadi, pihaknya selaku manajer harus sering bergurau kepada para pemain agar lebih mendekatkan diri secara persuasif.

"Sesekali, untuk menghilangkan kejenuhan kita buat makan bareng antara manajemen dan pemain. Seperti yang kita lakukan tadi. Para pemain juga sudah sering bertanya ke saya, kapan kompetisi ini akan bergulir. Terus saya bilang ke mereka, apabila ada kejelasan pasti akan kita sampaikan dan saya menyampaikan hal tersebut dengan seloroh di saat waktu liburan seperti ini," pungkasnya.(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved