Breaking News

Satgas Covid-19 Diserang Saat Razia Prokes di Lokasi Judi, Kabid Humas Polda: Saya Belum Dapat Data

Tim Satgas Covid19 Mebidang diserang oleh preman saat razia protokol kesehatan di lokasi judi ikan Jalan Veteran Komplek Brayan Trade Center

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
HO
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mendatangi lokasi ricuh tempat judi tembak ikan saat dilakukan razia protokol kesehatan oleh Tim Satgas Covid-19 Mebidang, Kamis (22/10/2020) di Medan Helvetia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Satgas Covid19 Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) diserang oleh preman saat razia protokol kesehatan di lokasi judi ikan Jalan Veteran Komplek Brayan Trade Center pada Kamis (22/10/2020) dini hari kemarin.

Permasalahan itu menjadi perhatian Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi langsung mendatangi lokasi ricuh penggerebekan tersebut, Kamis pagi

Edy Rahmayadi juga sudah meminta kepada Wakil Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kolonel Azhar Mulyadi melaporkan penyerangan tersebut ke Polda Sumut.

Edy menegaskan, saat ini Polda Sumut sudah mengambil alih kasus penyerangan tersebut.

"Sudah diambil ahli oleh aparat kepolisian kasus ini," kata dia, ditemui usai melaksanakan salat, di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Jumat (23/10/2020).

Terkait insiden ini, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi Tribunmedan.com pada Jumat sore, mengatakan bahwa dirinya belum menerima data.

"Belum menerima data. Saya juga masih menunggu," ucapnya singkat.

Dugaan kericuhan sebelumnya juga sempat viral di media sosial.

Beberapa video amatir terlihat saat petugas melakukan razia masker untuk menerapkan protokoler kesehatan dalam beraktivitas.

Saat razia tersebut, Satgas Mebidang dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Monitoring Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Mebidang, Kolonel Azhar Mulyadi.

Puluhan personel gabungan juga terlibat dalam upaya penerapan protokol kesehatan tersebut.

Namun, razia prokes itu mendapat perlawanan dari pengelola dan pengunjung lokasi judi tembak ikan tersebut.

Dua orang petugas Satpol PP terluka dan mobil Satgas Covid-19 Mebidang dilempari batu hingga kaca pecah oleh oknum preman.

Permasalahan itu menjadi perhatian Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi langsung mendatangi lokasi ricuh penggerebekan tersebut.

Dalam tinjauannya, ia menyebutkan tertahannya para petugas karena adanya kekuatan lain.

"Tempatnya gelap, aduh, mobil-mobil dirusakin lagi. Kalau kita nggak bisa keluar, berarti ada kekuatan lain di sini," tegas Edy saat meninjau lokasi.

Amatan Tribun sebelumnya, sekitar pukul 12.07 WIB Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rahmadani Dayan dan Kapolsek Medan Labuhan mendatangi lokasi judi yang sempat ricuh kemarin.

Mantan Pangkostrad itu terlihat mengenakan kemeja putih. Ia pun menyusuri setiap ruangan di lokasi tersebut.

Saat berbincang dengan Kapolres Beloawan, tampak Edy meminta agar masalah ini segera diusut.

"Ini amanah ya, Yan, harus diusut tuntas ini, saya serius," cetus Edy.

Ia juga sekaligus memastikan pesan berantai mengenai tim Satgas Covid19 Mebidang yang diterpa isu mengambil uang dari lokasi judi tersebut.

"Saya datang kemari mau buktikan apakah anak-anak itu nyuri uang, tempatnya begini nggak mungkin. Ini udah pasti judi ini," bebernya.

Atas kejadian tersebut, Edy mengakui dirinya sangat kecewa atas peristiwa dugaan pelemparan tim Satgas saat bertugas bahkan sampai dituduh mencuri uang.

"Kecewa kali saya, habis itu petugas-petugas dituduh merampok uang lagi," jelasnya.

(mft/tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved