Penanganan Covid

Satgas Covid-19 Kota Medan Sebut Belum Butuhkan Kamar Hotel Untuk Tempat Isolasi

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Medan mengatakan bahwa untuk Kota Medan, hingga saat ini belum membutuhkan kamar hotel sebagai tempat isolasi

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Maurits Pardosi
Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan dr Mardohar Tambunan saat ditemui Tribunmedan.id di Kantor Dinkes Medan, Jumat (16/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pada September lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana akan menggunakan 1.100 kamar hotel sebagai tempat isolasi pasien covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan, Mardhohar Tambunan mengatakan bahwa untuk Kota Medan, hingga saat ini belum membutuhkan kamar hotel sebagai tempat isolasi tambahan bagi pasien covid-19.

"Kalau di Medan belum ada kamar hotel yang dijadikan tempat isolasi, kita belum membutuhkan kamar hotel untuk menjadi tempat isolasi," ujar Mardhohar, Minggu (18/10/2020).

Ia juga mengatakan bahwa saat ini di fasilitas kesehatan yang ada, khusus nya RS yang menangani pasien covid-19 masih mencukupi untuk menampung pasien rawat inap.

"Ruang isolasi di fasilitas kesehatan yang menangani covid-19 masih mencukupi," katanya.

Terpisah, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Sumut, Denny S Wardhana menuturkan bahwa saat ini proses pendataan masih dilakukan kepada Rumah Sakit yang bersedia menjadi lokasi isolasi.

"Saat ini kita masih melakukan pendataan. Jadi didata hotel yang berkenan menjadi tempat isolasi. Namun saya tidak bisa sebut kan nama hotel karena takutnya nanti bisa berdampak," ujar Denny saat dikonfirmasi tribun-medan.com, Minggu (18/10/2020).

Secara rinci, Denny menyebutkan bahwa untuk data jumlah kebutuhan kamar hotel yang dibutuhkan untuk tempat isolasi yaknj sebanyak 1.100 dengan lokasi di Medan Binjai dan Deliserdang (Mebidang) sebanyak 600 kamar, Kepulauan Nias sebanyak 250 kamar, Simalumun - Siantar sebanyak 100 kamar, Asahan - Kisaran 100 kamar dan Karo sebanyak 50 kamar.

"Kalau untuk data yang sudah bersedia hingga saat ini saya belum ada pegang. Jadi PHRI itu bertugas menjembatani kepada pihak hotel yang bersedia," katanya.

Denny menuturkan hotel yang bersedia juga akan dilakukan verifikasi mengenai penerapan protokol kesehatan yang ada.

"Nanti setelah didata juga akan diverifikasi apakah hotel tersebut layak atau tidak dijadikan tempat isolasi," katanya.

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.

Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Medan mengajak seluruh Tribuners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga jarak.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved