Meski Dapat Tambahan Subsidi, Manajemen PSMS Akui tak Cukup Tutupi Pengeluaran
PSSI melalui PT LIB selaku operator liga bakal mengucurkan dana subsidi bagi klub.
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belum adanya kepastian bergulirnya kompetisi baik liga 1 maupun liga 2 musim 2020 membuat para klub peserta termasuk PSMS Medan harus pandai-pandai memutar otak untuk meminimalisir pengeluaran.
Sebab jika liga 1 dan liga 2 tak juga diputar bulan November mendatang seperti jadwal yang telah disepakati, maka kompetisi sepakbola bergengsi Indonesia itu berpeluang diundur hingga Desember 2020 bahkan Januari 2021.
PSMS pun harus bersiap mengeluarkan dana ektra lagi untuk menutupi kurang lebih tiga bulan jeda penundaan liga.
Namun kabar baiknya PSSI melalui PT LIB selaku operator liga bakal mengucurkan dana subsidi bagi klub.
Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja mengatakan karena jadwal Liga 1 dan Liga 2 yang ditunda, maka semua tim dikabarkan akan mendapat tambahan subsidi dari PSSI dan PT LIB.
"Masih jadi angin segar. Kemarin waktu pertemuan juga ditanya soal subsidi, tapi kata pihak PT LIB iya masih dihitung lagi," ujarnya, Minggu (18/10/2020).
Sementara itu, Meski subsidi jadi satu angin segar di tengah ketidakjelasan kompetisi, Manajer PSMS Mulyadi Simatupang mengatakan sifatnya hanya meringankan.
Namun menurutnya, jika pun nanti tambahan subsidi liga 2 itu diberikan, tentu tetap tak cukup menutupi kerugian finansial. Manajemen PSMS pun tetap akan mengusahakan sendiri untuk menutupi pengeluaran.
"Ya kalau informasinya, tentu akan ada subsidi. Tetapi secara resmi kita belum terima. Belum ada pemberitahuan secara resmi lah," kata Mulyadi.
Mulyadi tak menampik, klub berjuluk Ayam Kinantan itu turut mengalami kerugian finansial akibat penundaan lagi. Namun pihaknya tetap mengikuti setiap keputusan yang dikeluarkan PSSI dan pemerintah.
"Walaupun secara finansial kita alami kerugian ya. Tapi kita masih yakin bahwa liga 2 masih bisa diputar," ujarnya.
Untuk diketahui, induk organisasi sepakbola Indonesia atau PSSI, telah resmi menunda Liga 1 dan Liga 2. Hal ini dikarenakan Polri tidak mengeluarkan izin keramaian akibat masih maraknya kasus covid-19.
Kompetisi bergengsi yang semula dijadwalkan akan bergulir pada bulan Oktober 2020 itu diundur ke bukan November.
PSSI melalui ketua umumnya Mochamad Iriawan, mengatakan bahwa liga 1 dan liga 1 rencananya akan kembali bergulir bulan November 2020.
Keputusan itu diumumkan pada konferensi pers yang juga dihadiri oleh Menpora, Zainudin Amali, di Kantor Kemenpora RI, Selasa (29/9/2020) lalu. Namun jadwal liga bulan November juga belum jelas akibat belum adanya izin keramaian dari Polri.
(Can/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sekretaris-umum-psms-julius-raja-bersama-dirut-pt-lib-ahmad-lukita.jpg)