Ketua Satgas Bilang 7 Persen Pasien Covid Justru yang Sering di Rumah

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengatakan orang yang terpapar corona tujuh persen di antaranya sering di rumah

Editor: Array A Argus
facebook
Kepala BNPB Doni Monardo mendadak mengenakan seragam militer, Senin (27/4/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com,JAKARTA-Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo memberikan keterangan menarik terkait temuan baru kasus corona.

Kata Doni, sebanyak 7 persen pasien Covid-19 yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran bukanlah orang yang sering keluar rumah.

Menurut Doni, mereka merupakan orang yang menjalankan imbauan pemerintah agar tetap di rumah untuk menghindari penularan Covid-19.

Baca juga: Demonstran Penolak Omnibus Law Reaktif, Satgas Covid-19 Medan Lakukan Tracing, Testing, dan Isolasi

"Dari data yang kami peroleh, 7 persen mereka yang dirawat di Wisma Atlet di Jakarta itu terpapar Covid bukanlah orang yang keluar rumah.

Mereka semuanya berada di rumah sebagaimana imbauan pemerintah ternyata merekapun terpapar Covid," kata Doni, Jumat (16/10/2020).

Kepala BNPB ini pun menilai, angka itu menunjukan bahwa penularan Covid-19 ditemukan saat ini justru terjadi dari orang-orang di sekitar pasien.

Sehingga, orang yang tetap berada di rumah pun bisa tertular virus corona.

"Kita terpapar Covid bukan dari orang yang jauh.

Tetapi biasanya dari orang terdekat dengan kita, atau orang-orang di sekitar kita bahkan keluarga kita sendiri," jelas Doni.

Baca juga: Rusak Lukisan Mural Ajakan Prokes, Satgas Covid-19 Kota Medan: Masyarakat Harusnya Menjaga

Maka dari itu, Doni mengingatkan bahwa covid ini sangat berbahaya terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau lansia.

"Ini adalah kelompok rentan. Ketika mereka terpapar Covid, dampaknya bisa sangat fatal," ucap Doni.

Ia menuturkan, hingga saat ini data jumlah pasien yang terpapar virus corona secara global mencapai 1 juta orang.

Sementara di Indonesia, jumlah kasus positif Covid-19 sudah mencapai 350.000 dan kasus kematian yang telah melampaui 12.000 orang.

Melihat jumlah kematian yang terbilang begitu tinggi, Doni pun meminta masyarakat disiplin menerapkan langkah-langkah yang dianjurkan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Akademisi Sarankan Pemerintah Fokus Gencarkan 3M: Jangan Semata-sama Harap Vaksin Covid-19

Pertama, mematuhi protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

"Cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dari air mengalir atau kalau tidak ada tempat cuci yang layak bisa menggunakan hand sanitizer," ujarnya.

Doni mengatakan, selain mematuhi protokol kesehatan, masyarakat juga harus meningkatkan keimanan kepada Tuhan.

"Kita harus bersabar dalam menghadapi musibah ini, dengan bersabar kita bisa mengendalikan diri," ucapnya.

Baca juga: Penjelasan Kemenkes Soal Alur Pelayanan Pasien Positif Covid-19 yang Bergejala dan Tanpa Gejala

Terakhir, Doni meminta masyarakat untuk meningkatkan imunitas dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, olahraga dan tidak panik.

"Maka kita semuanya Insya Allah akan terhindari dari Covid-19 ini," pungkasnya.(Tribun Network/yud/kps/wly)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved